Materi S2C  : Selasa, 2 Mei 2017                   Durasi: 20 Menit

Nats           : Ibrani 5:1

Tema         : Memahami arti sebuah hubungan

PENDAHULUAN.  

Minggu ini kita akan belajar Pilar V: Menjadikan Jemaat, Imam yang berprinsip Keluarga. Point ke 1 (Satu): Pelayanan dalam hal hubungan.

Keimamatan dengan prinsip keluarga berisi tentang bagaimana seorang pribadi yang berdiri di hadapan Allah sebagai seorang imam atau pengantara dapat menerapkan prinsip atau nilai-nilai kekeluargaan dalam ia menjalankan tugasnya di tengah keluarganya, komunitasnya, gereja maupun lingkungannya.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): memahami arti sebuah hubungan!

  1. Hubungan yang baik menciptakan relasi yang erat.
  • Interaksi (menjalin hubungan) untuk membentuk pengertian. Hubungan (bahasa Inggris: relationship) adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia. Hubungan dapat dibedakan menjadi hubungan dengan teman sebaya, orangtua, keluarga, dan lingkungan sosial. Secara garis besar, hubungan terbagi menjadi hubungan positif dan negatif.
  • Hubungan positif terjadi apabila kedua pihak yang berinteraksi merasa saling diuntungkan satu sama lain dan ditandai dengan adanya timbal balik yang serasi. Sedangkan, hubungan yang negatif terjadi apabila suatu pihak merasa sangat diuntungkan dan pihak yang lain merasa dirugikan. Dalam hal ini, tidak ada keselarasan timbal balik antara pihak yang berinteraksi. Lebih lanjut, hubungan dapat menentukan tingkat kedekatan dan kenyamanan antara pihak yang berinteraksi. Semakin dekat pihak-pihak tersebut, hubungan tersebut akan dibawa kepada tingkatan yang lebih tinggi. Matius 7:21, Lukas 6:46-49.

 

Aplikasi : Sebuah pelayanan yang berhasil apabila kita memiliki hubungan/terkoneksi dengan Tuhan si pemberi pelayanan.

 

  1. Hubungan yang baik akan menciptakan kedamaian.
  • Didalam membina hubungan dengan sesama, milikilah kepribadian yang baik. Koneksi dalam suatu hubungan harus didasari kepercayaan. Karena kepercayaan akan melahirkan kesetiakawanan. Koneksi yang baik dengan sesama akan memunculkan banyak peluang dan kesempatan….yang pada akhirnya akan membantu kita sendiri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
  • Kita tidak bisa hidup sendiri, antara manusia satu dengan yang lain saling membutuhkan dan saling berketergantungan. Binalah hubungan yang baik dengan orang lain. Jangan saling sikut dan menyakiti. Jika semua manusia menyadari pentingnya saling menjaga dan menghormati maka hubungan dengan sesama akan menciptakan kedamaian. Paulus memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Hal ini didasari dengan ketulusan dan kemurnian yang berasal dari Allah-2 Kor.1:12.

Aplikasi : Menjalin hubungan yang baik akan menciptakan kedamaian baik dalam Pelayanan, Keluarga dan pekerjaan.

 

KESIMPULAN. Apabila kita menghendaki supaya pelayanan kita berhasil, marilah kita memperhatikan dua hal: hubungan kita kepada Allah dan hubungan kita dengan sesama. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 25 April 2017       Durasi: 20 Menit

Nats           : Ibrani 5:11-14

Tema         : Kedewasaan Rohani terlihat dari Identitas kita sebagai

                   murid Kristus

PENDAHULUAN. 

Selasa ini kita akan belajar point ketujuh: Kedewasaan Rohani dari Pilar IV: Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat.Mengukur kedewasaan fisik lebih mudah ketimbang mengukur kedewasaan rohani seseorang. Dari usia, bentuk tubuh, dan caranya berbicara saja mungkin kita bisa menilai kedewasaan seseorang.

Tetapi cara-cara seperti itu tidak berlaku untuk menilai kedewasaan rohani. Lamanya seseorang menjadi pengikut Tuhan, kefasihannya dalam berdoa panjang-panjang, kesibukannya dalam mengikuti kegiatan pelayanan, bahkan kemurahan hatinya dalam memberi bantuan bukanlah ukuran yang tepat. Mengapa? Mungkin juga melakukan dengan motivasi yang salah misalnya demi mengejar ambisi pribadi, pujian, atau mengurangi rasa bersalah dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana menilai kedewasaan rohani? Dengan menyatakan identitas diri kita yaitu murid Kristus.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Menilai Kedewasaan Rohani terlihat dari Identitas kita sebagai murid Kristus yaitu melalui:

  1. Kasih yang sejati kepada Yesus Kristus dan Kasih Kepada Sesama.
  • “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk.14:26).
  • Hal ini tidak berarti kita harus membenci dan berseteru dengan keluarga kita, tetapi ini berarti bahwa kasih kita kepada Kristus harus lebih agung dan mulia. Sebenarnya yang paling sulit di dalam tuntutan ini adalah “bahkan nyawanya sendiri”. Cinta diri sendiri adalah rintangan yang paling besar dalam menjadi murid.
  • “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh. 13:35; 1 Kor.13:4-7).

Aplikasi : Kedewasaan Rohani seseorang dapat dinilai melalui Kasihnya. Baik Kasih kepada Tuhan dan sesama.

 

  1. Meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia.
  • “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk.14:33). Hal ini juga berarti sama dengan menyangkali diri sendiri dan memikul salib-Mat.16:24.
  • Menyangkali dirinya berarti menaklukkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita tidak memunyai hak dan kuasa lagi atas diri sendiri. Dengan kata lain apa saja masih mengikat kita (hobi, harta kekayaan, handphone, hak dan lainnya) harus kita tanggalkan. Agar kita dapat bertumbuh dewasa secara rohani sehingga kita bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Aplikasi : Kedewasaan Rohani seseorang dapat dinilai melalui keberaniannya menyangkal diri dan memikul salib (meninggalkan segala seuatu bagi Tuhan atau tahan menderita bagi Tuhan)

 

  1. Berpegang teguh kepada perkataan Tuhan.
  • “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” (Yoh.8:31).
  • Untuk menjadi murid yang sesungguhnya, kita harus memiliki keteguhan hati. “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk.9:62). Kristus menghendaki supaya mereka yang mau mengikut Dia harus berada dalam ketaatan.

Aplikasi : Kedewasaan Rohani seseorang dapat dinilai melalui ketaatan dalam melakukan Firman Allah.

 

Kesimpulan. Kedewasaan Rohani Itu Bukan Dari Lamanya Menjadi Murid, Melainkan kerelaan untuk dibentuk menjadi murid Tuhan. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 11 April 2017       Durasi: 20 Menit

Nats           : Yesaya 33:15-16

Tema         : Karakteristik Orang Yang Hidup Dalam Kebenaran

PENDAHULUAN. 

          Melanjutkan materi minggu lalu. Selasa ini kita masih belajar Pilar IV: Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat. Point enam: Hidup dalam Kebenaran. Nast di atas  menyatakan “Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.”

Inilah gambaran berkat yang Tuhan sediakan bagi orang yang mau hidup dalam kebenaranNya. Di bawah ini kita akan mengenali karakteristik atau ciri orang yang hidup dalam kebenaran.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Karakteristik/ciri-ciri orang yang hidup dalam kebenaran ?

 

  1. Berpikir Benar
  • Hendaknya setiap hamba Tuhan memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman seperti dalam Kisah para rasul 6:4. Juga rasul Paulus menasehatkan “… semua yang benar … pikirkanlah semuanya itu” (Flp. 4:8). Pikiran kita apabila tidak dilatih membuat kita tersesat.
  • Mengapa kita harus berpikir benar ? Manusia seringkali mudah disesatkan oleh karena pikirannya yang tidak benar/tidak sehat. Contoh : Mat. 9:4, Ef. 2:3 manusia cenderung memikirkan hal-hal yang jahat ketimbang sebaliknya. Oleh sebab itu marilah kita menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus- 2 Kor10:5, dan miliki pikiran Kristus –I Kor.2:16 supaya : a). pikiran kita tidak tumpul 2Kor.3:14 b). Pikiran tidak buta akan kebenaran 2Kor.4:4, c). Pikiran tidak tersesat 2Kor.11:3.

Aplikasi : orang benar dapat dilihat dari pola pikir kita.

 

  1. Berkata benar
  • Berkata benar atau jujur artinya 1) dapat dipercaya dalam perkataan/cerita/omongannya karena selalu mengatakan kebenaran; 2) tidak suka berbohong ( tidak berbelit-belit dalam berbicara) atau mengatakan yang sebenarnya, 3). Terbuka:Orang yang jujur tidak menutup-nutupi kepribadiannya, dia tidak memanipulasi perkataan atau tindakannya.
  • Oleh sebab itu “… berkatalah benar seorang kepada yang lain …” (Ef. 4:25). Jadi, kejujuran adalah memegang kebenaran sehingga dapat dipercaya meskipun dengan melakukan hal ini akan dipermalukan, didiskreditkan, atau dirugikan- 5:6, Titus 1:10

Aplikasi : orang Kristen yang ingin hidup benar tidak boleh berkata-kata yang tidak jujur/ kebohongan / dusta.

 

  1. Bertindak benar
  • Kita perlu saling mengingatkan untuk hidup dalam kebenaran. Perbuatan/tindakan kita berbicara lebih nyaring dari pada perkataan kita. Rasul Yohanes menyatakan sukacitanya bagi orang-orang percaya yang menunjukkan kebenaran melalui perbuatan/tindakanya yang benar di sepanjang hidup- 3 Yoh.1:4.
  • Contoh: Daud – berani bertindak yang benar maka Tuhan menyertai dan meluputkannya dari tangan Saul-1 Sam.26:23.

 

Aplikasi : orang Kristen yang ingin hidup benar tidak boleh membenarkan perbuatan- perbuatan yang tidak jujur hanya untuk mendapatkan keuntungan.

 

Kesimpulan. Mari kita terus hidup sebagai angkatan orang benar. Sebab kebenaran telah menjadi barang langka pada zaman ini. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 4 April 2017                 Durasi: 20 Menit

Nats           : Yehezkiel 14:12-23

Tema         : Makna Hidup Dalam Kebenaran

PENDAHULUAN.  

Minggu ini kita akan belajar Pilar IV: Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat. Point ke enam: Hidup dalam Kebenaran.

Banyak orang mengaku ia adalah orang baik, namun sedikit yang berani berkata bahwa ia adalah orang benar. Orang yang benar adalah orang yang hidup dalam kebenaran. Nast di atas mengemukakan ada tiga tokoh yaitu Nuh, Daniel, dan Ayub yang hidup dalam kebenaran. Dan oleh kebenaran yang mereka hidupi itulah yang menyelamatkan nyawa mereka. Hal ini di ulang sampai tiga kali- Yeh.14:14, 16, & 18. Hidup benar adalah penting bagi kehidupan kita.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): memahami makna Hidup Dalam kebenaran:

  1. Nuh
  • Zaman Nuh adalah gambaran pada zaman sekarang-Kej. 6:5. Ditengah-tengah masyarakat yang hidup tidak benar. Kondisi moralitas masyarakat pada masa Nuh telah sangat rusak. Kej.6:5-6 menyatakan “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.”Namun Nuh adalah orang yang hidup bergaul dengan Allah-Ayub 6:9.
  • Ibrani 11:7 Orang yang benar adalah orang yang beriman, yang percaya. Dan karena imannya pada Tuhan, maka Nuh taat saja ketika Tuhan menyuruhnya membuat bahtera. Sebuah pekerjaan yang membutuhkan waktu lama, pekerjaan yang berat yang harus dilakukan sendiri oleh Nuh dan keluarganya, yang bagi orang sekitarnya hal itu dianggap sebagai sebuah kebodohan. Berilah ilustrasi!

Aplikasi : Orang yang benar adalah orang yang beriman.

 

  1. Daniel
  • Secara Jasmani : latar belakang Daniel adalah orang yang berkerja bagi Raja Darius (dunia politik/pemerintahan). Ia bertanggungjawab dan tidak merugikan Raja atau mencari keuntungan sendiri. Ia tidak berkompromi dengan musuh.
  • Secara rohani: Ia memilih untuk hidup benar dan konsisten berdoa, memuji dan menyembah Allah 3 kali sehari- Dan.6:11 bahkan Raja Darius pun mengakuinya- Dan. 6:21-23. Raja Darius percaya bahwa Allah yang disembah Daniel dengan tekun pasti menyelamatkannya-Dan. 6:16-29. Mujizat yang luar biasa pun terjadi saat Daniel melakukan kebenaran: banyak orang memuliakan Tuhan-Dan. 6:26-27.

 

Aplikasi : Orang yang benar adalah pribadi yang bisa menjaga manusia jasmani dan rohaninya benar dihadapan Tuhan.

 

  1. Ayub
  • Ayub adalah orang yang benar, bahkan orang yang paling benar hidupnya yang bisa ditemukan di seluruh bumi pada zamannya-Ayub 6:8, namun menurut Iblis, Ayub bersikap benar hanya demi mendapatkan berkat dari tangan Allah. Juga sahabat-sahabatnya berpendapat demikian.
  • Namun terbukti bahwa dipemandangan Allah, Ayub adalah seorang yang benar- Ayub 42:7. Bandingkan 2 Taw. 6: 23, Maz. 18:2.

 

Aplikasi: Orang yang benar adalah pribadi yang melakukan standard/kriteria kebenaran Allah.

 

KESIMPULAN. Belajar dari ketiga Tokoh Alkitab ini  kita bahwa mujizat dan pertolongan Tuhan disediakan hanya bagi orang benar. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 28 Maret 2017       Durasi: 20 Menit

Nats           : Mazmur 27:4

Tema         : Tetap Tinggal Dalam Hadirat Tuhan

PENDAHULUAN. 

Tuhan menginginkan kita tetap tinggal dalam hadiratNya, sebaliknya Iblis berusaha untuk menjauhkan kita dari hadirat Tuhan. Sampai hari ini Iblis tetap melakukanya seperti yang dia lakukan dengan menipu Hawa – 2 Kor. 11:3; Why 12:12. Ada beberapa hal yang bisa terjadi jika Iblis menipu orang percaya, antara lain : Menjauh Dari Hadirat Tuhan (Kej. 3:1-24, Yun. 1:3, 8). Iblis memiliki banyak cara untuk menjauhkan kita dari hadirat Tuhan, karena itu kita perlu mewaspadai jika pergaulan, pekerjaan, hobi, handphone membuat kita menjauh dari Tuhan.

Kita perlu hati-hati sebab menjauh dari hadirat Tuhan akan berakibat buruk bagi kehidupan kita. Yunus menjauh dari hadirat Tuhan dan mengalami banyak malapetaka tidak hanya dirinya tetapi juga orang-orang yang bersama dia mengalami malapapetaka. 

Nast di atas menggambarkan keinginan Daud untuk tetap tinggal dalam Hadirat Tuhan sehingga ia menikmati segala penyertaan dan perlindungan dari Tuhan.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Mengetahui cara agar kita tetap tinggal dalam hadirat Tuhan ?

 

  1. Membangun keintiman dengan Tuhan
  • Daud adalah pribadi yang suka membangun keintiman dengan Tuhan melalui Doa. Maz. 62:9 ia selalu mencurahkan isi hatinya kepada Allah. Perbaikilah Mezbah Doa kita, bangun kubu-kubu doa keluarga agar Hadirat Tuhan tetap tinggal dalam keluarga.

Aplikasi : Hubungan yang intim dengan Tuhan menghadirkan Hadirat Tuhan.

 

  1. Memfokuskan hati, roh, jiwa, dan tubuh kita (seluruh aspek hidup kita) kepada pimpinan Roh Kudus.
  • Daud sangat konsisten hidup dalam hadiratNya dimana ia menjaga hati roh, jiwa dan tubuhnya untuk tidak melakukan hal yang jahat di pemandangan Allah- Maz. 62:5, 11 bahkan ia sangat memfokuskan seluruh keberadaan hidupnya dengan memperhatikan apa yang Tuhan Firmankan untuknya baca Maz. 62:12. Ijinkan Roh Kudus memimpin dan menguasai hidup kita. Orang yang tinggal dalam hadirat Tuhan dengan benar akan menghasilkan buah Roh Kudus dari hidupnya

 

Aplikasi : Hadirat Tuhan hadir ketika menjaga kekudusan dalam seluruh keberadaan kita.

 

  1. Kesukaannya adalah Rumah Tuhan/Bait Tuhan.
  • Ada Cinta di hati Yesus terhadap rumah Allah. Cinta itu yang membuat Yesus memprioritaskan rumah Bapa-Nya. Daud berkata “Tuhan aku cinta pada rumah kediamanMu” Maz. 26:8; 69:10. Ada banyak orang tidak menaruh perhatian terhadap Bait Allah. Mereka hanya disibukan dengan hal-hal duniawi saja. Hari-hari mereka hanya diisi dengan kesibukan duniawi, tanpa pernah mau peduli dengan Bait Allah.
  • Bait Allah berbicara tentang dua hal : Tubuh (hidup) kita dan Rumah Allah (gereja). Hidup itu tidak hanya terdiri dari hal-hal yang lahiriah (jasmani) saja, tetapi ada juga yang batiniah (rohani). Kedua bagian ini harus diisi dengan seimbang.
  • Bait Allah juga berbicara tentang bangunan gereja secara fisik. Sebagai bagian dari jemaat Allah, kita juga harus punya perhatian terhadap gereja. Dimanapun kita berjemaat itu bukan karena kebetulan tetapi karena Allah menempatkan kita di sana, itu sebabnya Tuhan juga mau kita mempunyai kepedulian terhadap rumah Allah-1Taw 17:1-2. Atau dengan kata lain marilah kita tertanam dalam Gereja Lokal. Berilah ilustrasi!

 

Kesimpulan. Hendaknya Hadirat Tuhan menjadi kesenangan kita dan menyembah Tuhan merupakan kesukaan kita, sebab itulah yang terpenting dalam hidup ini. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 21 Maret 2017       Durasi: 20 Menit

Nats           : Mazmur 96:1-13

Tema         : Manfaat Hidup Dalam Hadirat Tuhan (Doa, Pujian

                   & Penyembahan) bagian 2.

PENDAHULUAN. 

Sebagai Imam kita jangan lepas/keluar dari kuasa Hadirat Tuhan. Beberapa orang telah begitu biasa akan hadirat Tuhan bahkan juga meremehkan kuasa hadirat Tuhan- Pengkhotbah 8:13.

Keluar dari hadirat Tuhan itu berarti lepas dari kasih, anugerah, kemurahan dan perlindungan-Nya. Orang-orang ini akan diterkam iblis 1Pet 5:8 sehingga diperhambakan lagi di dalam dosa, menjadi alat-alat iblis untuk berbuat kejahatan, sebagai kaki tangan iblis. Kalau ia bertobat, ia bisa kembali pada Allah-Yak 4:7-8. Apabila kita tidak keluar dari hadiratNya, dan memilih tetap tinggal dalam hadiratNya maka kita akan menikmati berkat Tuhan- Pengkhotbah 8:12.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Manfaat Hidup Dalam hadirat Tuhan (melalui Doa, Pujian dan Penyembahan)?

 

  1. Hadirat Tuhan memberikan kekuatan dan kelegaan.
  • Adakah hidup kita merasa ada sebuah beban yang membuat kita tidak mampu memberi yang terbaik kepada Tuhan ?
  • 11:28 saat kita ada dalam hadirat Tuhan Senangkanlah Tuhan lewat pujian dan penyembahan yang tulus, yang keluar dari dalam hati kita. Tidak ada alasan bagi setiap kita, untuk tidak menyenangkan hati Tuhan. Sebab segala sesuatu yang Tuhan perbuat bagi hidup kita adalah yang terbaik dan terindah. Jangan padamkan roh untuk terus melayani Tuhan pada segala waktu. Roma12:11.

Aplikasi : Hadirat Tuhan memberikan kekuatan dan kelegaan bagi kita.

 

  1. Hadirat Tuhan membuat kita mampu menghadapi serangan dari Iblis.
  • Tujuan iblis adalah berusaha menjatuhkan dengan tipu dayanya – Ef 6:11, menyesatkan -1 Tim.5:15, menjerat- 2 Tim. 2:26, 1Tim. 3:7, mencuri Firman -Mrk. 4:15, Luk 8:12; mencobai – Luk 4:13, 1Pet.5:8, dan pembunuh – Yoh. 8:44. Inilah beberapa usaha yang iblis lakukan agar manusia mengalami kehancuran.
  • Ayub adalah seorang yang membangun keintiman dengan Tuhan. Dia tinggal dalam hadirat Tuhan. Kehadiran Allah dan terang-Nya yang menaungi hidup Ayub sangat nyata.
  • Sebelum Ayub mengalami penderitaan akibat serangan iblis, dia hidup dalam keintiman dengan Allah. Ayub ada di bawah naungan hadirat Tuhan, dalam terang dan hikmat-Nya, hidup dengan mengenakan pikiran yang selaras dengan pikiran Allah. Hidupnya dibangun dan dirawat dalam pola yang sedemikian mengingini Tuhan dan mengalami pengalaman nyata bersama
  • Ketika Ayub harus menghadapi serangan iblis yang menghancurkan hidupnya, dia menang dan kehidupannya dipulihkan Tuhan dua kali lipat dari keadaan sebelumnya. Oleh sebab ia konsisten untuk tetap hidup dalam hadirat Tuhan. Ayub 1:1; 42:7-17.

 

Aplikasi:  Tinggal dalam Hadirat Tuhan merupakan tempat perlindungan yang aman ketika ada serangan dari iblis.

 

Kesimpulan. Di dalam hadirat Tuhan kita bisa mendapatkan segalanya dari Tuhan seperti kebahagiaan, kekuatan, kelegaan, jawaban atas pergumulan hidup, kemenangan, dll. Oleh sebab itu tinggal dalam hadirat Tuhan bukanlah hal yang membosankan dan bukan menjadi beban. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 14 Maret 2017       Durasi: 20 Menit

Nats           : Pengkhotbah 8:12

Tema         : Manfaat Hidup Dalam Hadirat Tuhan (Doa, Pujian

                   & Penyembahan) bagian 1.

PENDAHULUAN. 

Melanjutkan materi minggu lalu. Selasa ini kita masih belajar Pilar IV: Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat. Point kelima: Hidup dalam Hadirat Allah (Doa, pujian dan penyembahan).

Hadirat Tuhan berarti Tuhan hadir ditengah-tengah kita dengan segala manifestasiNya (Maha Hadir, Maha Tahu, dan seterusnya). Hadirat Tuhan itu ada di mana-mana, baik di Surga, di bumi diantara umatNya, di seluruh dunia –Maz 114:7; Maz 139:6-12. Dia ada di mana-mana – Maz.139:1-12. Hadirat Tuhan dapat kita alami apabila kita rajin bersekutu dengan Tuhan/berdoa, memuji dan mengenal Tuhan/pengabdian diri/penyembahan.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Manfaat Hidup Dalam Hadirat Tuhan (melalui Doa, Pujian & Penyembahan)?

 

  1. Menerima jawaban atas pergumulan hidup.
  • Habakuk 2:20 Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi! Di dalam bait-Nya yang kudus dan di dalam hadirat-Nya, di situlah Tuhan mendengar doa kita, mengajar dan melatih kita, memberikan ketenangan bahkan memberitahukan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
  • Contoh : Hana dalam pergumulannya/masalahnya (tidak mempunyai anak) ia berdoa di hadapan hadirat Tuhan. Hana adalah pribadi yang menghargai hadirat Tuhan sehingga ia dengan sungguh-sungguh berdoa, memuji dan menyembah Tuhan sehingga ia pun menerima jawaban atas pergumulan hidupnya-1 Sam.1:9-28. Hal ini juga berlaku bagi kita, apabila kita berada dalam hadirat Tuhan, Ia melihat kita selalu baik waktu menyanyi, memuji, berdoa dan mendengar Firman Tuhan, apa sungguh-sungguh atau bermain-main atau menghinakan hadirat Tuhan. Belajarlah untuk menghormati hadirat Tuhan maka berkat kita terima.

 

Aplikasi: Temukan Jawaban atas pergumulan kita dalam hadiratNya.

 

  1. Memiliki tujuan yang jelas yaitu dapat melakukan kehendak Allah
  • Tinggal dalam hadirat Tuhan adalah bagian yang sangat penting di dalam hidup kita setiap hari. Di dalam hadirat Tuhan kita mengalami aliran hidup yang dari Tuhan menjadi kekuatan kita dalam melakukan kehendak-Nya. Kemenangan kita dalam menghadapi tantangan kita raih di dalam hadirat-Nya. Dan orang yang tinggal dalam hadirat Tuhan dengan benar akan menghasilkan buah Roh Kudus dari hidupnya.
  • Ayub adalah contoh yang patut kita tiru sebagai orang yang diam dalam hadirat-Nya dan menghasilkan buah yang manis bagi orang yang ada di sekitarnya –Ayub 42:1-17. Dan sekalipun kondisi Ayub secara jasmani ia kehilangan segala-galanya namun secara rohani ia mengerti bahwa Tuhan mempunyai kehendak/rencana atas kehidupannya-Ayub 42:2.

 

Aplikasi: orang yang hidup dalam Hadirat Tuhan ia dapat mengetahui dan melakukan apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidupnya.

 

Kesimpulan. Mari selalu berada dalam hadirat Tuhan. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!


Royal Conference 2017
18 – 20 April

KKR 18 & 20 April 2017 at. KelIR House Solong
Seminar 19-20 April 2017 at. GBI KelIR Mall Lembuswana

Pembicara :
Pdt. King Anderonikus & Family
Pdt. Gilbert Lumindong
Drs. Triyono Sigit, MM (Founder & CEO SHI Consulting)
Yongky Susilo (Executive Director Nielsen Indonesia)
Djunaide Lie (Owner Paloma Retail Catalog – Salim Group)
Dr. Bambang Noorsena, SH.MA (Institute for Syriac Christian Studies – ISCS)

ROYAL CONFERENCE
GBI KELIR 2017 !!!
Website Royal Conference 2017.
www.royalconference.gbikelir.org

Bpk/ibu dapat melakukan pendaftaran online melalui link website ini.

http://registrasi.gbikelir.org/

ATAU

Info pendaftaran:
Umum – sdri Dewi (0812 9629 7542)
Pulau Jawa sekitar – sdri Siwi (0812 3337 4946)
Pulau Manado sekitar – ibu Henny Moniaga (0812 5050 8030)
Terima kasih. Tuhan memberkati.

Materi S2C  : Selasa, 7 Maret 2017                Durasi: 20 Menit

Nats           : Mazmur 84:10

Tema         : Memahami makna Hidup Dalam Hidirat Tuhan

                   (Doa, Pujian & Penyembahan).

PENDAHULUAN.  

Minggu ini kita akan belajar Pilar IV: Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat. Point kelima: Hidup dalam Hadirat Allah (Doa, pujian dan penyembahan). Maz84:10a “Lebih baik satu hari dipelataranMu Tuhan daripada seribu hari di tempat lain.” Inilah ungkapan Daud yang menggambarkan kesukaannya akan hadirat Allah (baik melalui doa, pujian dan penyembahan).

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): memahami makna Hidup Dalam Hadirat Tuhan (Doa, Pujian & Penyembahan)!

  1. Doa
  • Beberapa orang Kristen sulit untuk menyediakan waktu khusus buat Tuhan. Andaikan berdoa/bersaat teduh juga hanya singkat dan sekedarnya. Bahkan beberapa para pelayan/Hamba Tuhan yang lebih suka melayani daripada bersekutu dengan Tuhan.
  • Itu sebabnya jangan salahkan Tuhan bila hidup mereka mengalami kekalahan dan kekeringan (Mat.26:40-41). Itu sebabnya kita harus lebih suka bersekutu dengan Tuhan daripada kegiatan apapun.

Aplikasi : Pendoa berhenti menjadi Pendosa, Pendosa berhenti menjadi Pendoa yang artinya orang yang berdoa bisa menguasai diri sehingga ia berhenti dari dosa. Orang yang berdosa gagal kuasai diri, sehingga ia berhenti dari doa.

 

  1. Pujian
  • Pujian adalah ekspresi manusia berupa ungkapan hati yang ditujukan kepada Allah, sebagai tanggapan atas perbuatan-Nya dan juga atas diri pribadi Allah sendiri (Kel. 14-15).
  • Pujian kepada Allah lahir dari keputusan untuk bersedia memuji, yang berarti terlepas dari keadaan atau perasaan baik atau buruk, karena pada dasarnya pujian didasarkan atas kebesaran Allah. Pujian diberikan kepada Allah karena memang Allah layak dipuji (Mzm. 135).
  • Pujian adalah merupakan senjata yang Allah letakkan dalam diri setiap orang-orang percaya sejak mulai ada dalam dunia (Mat. 21:16) untuk mengalahkan kuasa kegelapan.

Aplikasi : Pujilah Allah di setiap waktu!

 

  1. Penyembahan
  • Penyembahan lahir dari pengenalan akan Allah. Penyembahan adalah tindakan yang dipenuhi pemujaan, rasa tunduk dan hormat kepada Tuhan (Mzm. 95:1-2; 96:1-3). Penyembahan dapat terjadi kapan saja. Penyembahan merupakan suatu bentuk respon yang tepat kepada Allah yang telah memberikan segala sesuatu, yang bertahta dalam kekekalan, kepada Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan.
  • Menyembah berarti bahwa umat Allah atau orang-orang percaya sedang menyambut Allah untuk berkuasa atas pribadi mereka, menyatukan sifat serta gambar diri-Nya dalam kehidupan mereka, sehingga dibawa kepada suatu tujuan yaitu menjadi serupa dengan Kristus.

Aplikasi: Kita akan menjadi seperti apa yang kita sembah!


KESIMPULAN. Hadirat Tuhan adalah tempat terindah di dunia ini. Kedudukan, popularitas, harta, kerabat, sahabat, pelayanan dan keluarga tidak bisa menjadi pengganti dari kepuasan hadirat Tuhan. Jadikan Doa, Pujian dan penyembahan sebagai gaya hidup kita, maka berkat – berkatNya menjadi bagian kita. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 28 Februari 2017       Durasi: 20 Menit

Nats           : Ibrani 13:15-16

Tema         : Panggilan Hidup seorang Imam Tuhan

                   adalah mempersembahkan Korban.

PENDAHULUAN. 

Sebagai Imam panggilan hidup kita, wajib mempersembahkan Korban / persembahan (Roma 12:1-2. Dalam bahasa Alkitabiah “korban” atau “persembahan” identik dengan membawa sesuatu kepada Allah atau tindakan membawa sesuatu ke dalam hadirat Allah.

Oleh sebab itu Tuhan berfirman : janganlah menghadap ke hadirat Tuhan dengan tangan yang hampa – Kel. 23:15; 34:20; Ul.16:16.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Bagaimana korban  persembahan yang berkenan kepada Tuhan?

  1. Ibrani 13: 15 Mempersembahkan Korban Syukur
  • 116:17; 107:22; 34:2 “Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN” Sudahkah kita bersyukur hari ini atas semua kebaikan Tuhan dalam hidup kita? Sudahkah kita memuji Tuhan atas penyertaanNya sepanjang hari ini? Bahkan dalam keadaan sulit sekalipun, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam Kristus seperti yang disebutkan dalam 1 Tes. 5:18
  • Mengapa kita perlu menaikkan Pujian Syukur? Salah satunya adalah menghadirkan kemuliaan Tuhan – 2 Taw. 5:13-14 apabila kemuliaan Tuhan ada itu merupakan tanda penyertaan Allah bagi umatNya. Demikian juga ketika Yunus mengucapkan syukur ia terlepas dari bahaya Yun. 2:9-10.

Aplikasi : Janganlah pernah lalai untuk mengucap syukur kepadaNya, dan itu berlaku dalam segala hal.

  1. Ibrani 13:16a – Berbuat Baik.
  • Berbuat baik disini artinya bahwa kasih kepada Tuhan itu harus dinyatakan dalam kasih kepada sesama. Kasih kepada sesama diwujudkan dalam hal menolong orang(Ibr.13:2), mem perhatikan orang yang diperlakukan tidak adil (Ibr.13:3), menguasai hawa nafsu khususnya dengan menjaga kekudusan dalam pernikahan (Ibr.13:4), menjauhkan diri dari ketamakan (Ibr.13:5) dan taat kepada pemimpin (Ibr. 13:17. Dengan kata lain, kita dipanggil untuk tidak hidup berorientasikan kepuasan diri sendiri.
  • Keegoisan, seks dan uang merupakan godaan dosa yang sering membuat anak-anak Tuhan jatuh! Selagi ada kesempatan marilah kita berbuat baik kepada semua orang.

Aplikasi : “Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik- 1 Pet. 3:13.

 

  1. Ibrani 13:16b – Memberi bantuan

·         Kata “memberi bantuan” dalam bahasa Yunaninya adalah “Koinonia”  yang berarti persekutuan, kebaikan hati, sumbangan, simpati, tanda persekutuan, keikutsertaan, relasi yang dekat, ikut ambil bagian, berpartisipasi, dan memberikan kontribusi sebagai wujud ikut ambil bagian.

·         Jemaat mula-mula bertekun dalam persekutuan, persekutuan tersebut telah menghasilkan mujizat dan tanda, bahkan disebutkan bahwa semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kis 2:42-47).

Aplikasi: Maukah kita menjadi mengambil bagian atau memberi kontribusi bagi yang memerlukan?

 

Kesimpulan. Berlomba – lombalah untuk mempersembahkan korban yang berkenan kepada Tuhan yaitu dengan mempersembahkan korban syukur, berbuat baik dan memberi bantuan. Hal ini bukan kekuatan kita namun Tuhan sudah memperlengkapi dan mengerjakan dalam hidup kita – Ibrani 13:21. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Loading...