Gembala Sidang Dan Seluruh Panitia Royal Conference 2018
Mengucapkan Terima Kasih kepada seluruh Jemaat yang telah berpartisipasi dan mendukung acara Royal Conference 2018 sehingga acara tersebut dapat terselenggara dengan baik.
Tuhan Yesus Memberkati
Diberitahukan kepada seluruh Jemaat bahwa Marketplace GBI KelIR berkerjasama dengan Honda Astra Motor akan mengadakan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk service murah dan pernjualan sparepart kendaraan roda dua dengan harga khusus, pada :
Hari : Minggu, 8 April 2018
Waktu : Pk. 08.00 – 13.00 Wita
Tempat : Pintu Gerbang KelIR House Jl. Gerilya.
Tuhan Yesus Memberkati
Diinformasikan bagi seluruh peserta Royal Conference :
Khusus dari kota Samarinda (Registrasi Daftar Ulang)
Hari : Senin, 9 April 2018
Waktu : Pk. 08.00 – 14.00 Wita
Tempat : GBI KelIR Lembuswana
Peserta luar kota Samarinda (Registrasi Daftar Ulang)
Hari : Selasa, 10 April 2018
Waktu : Pk. 08.00 – Pk. 15.00 wita
Tempat : GBI KelIR Lembuswana
Materi S2C : Selasa, 27 Maret 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : Lukas 16:10-13; Amsal 21:20
Tema : Dampak Pengelolaan Berkat Tuhan yang baik dan benar
PENDAHULUAN.
Berkat adalah topik yang paling menarik. Siapa pun tidak ada yang akan menolak berkat dari Tuhan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah berkata, “…sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” -Yoh.6:26. Banyak orang mencari Tuhan bukan karena Ia sumber berkat itu sendiri, namun karena mereka hanya mengejar berkat-berkatNya.
Berkat Tuhan itu sangat berkenaan dengan sikap hidup kita, kalau kita hidup dalam ketidaktaatan, malas berusaha dan bekerja, serta hidup menjauh dari Tuhan, berkat takkan pernah menghampiri hidup kita. Sebaliknya kalau kita hidup dalam kebenaran, bergaul karib dengan Tuhan dan bersungguh-sungguh dalam memaksimalkan potensi/talenta yang Tuhan beri, Tuhan pasti akan memberkati-Maz.1:3. Salah satu tujuan Tuhan memberkati kita adalah untuk memelihara kita. Namun, sebagai umat-Nya, Ia mau agar kita dapat mengelola berkat-Nya dengan benar, agar orang lain yang membutuhkan dapat merasakan kasih Tuhan melalui berkat yang diberikan kepada kita.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Dampak pengelolaan Berkat yang baik dan benar?
- Tuhan akan mempercayakan Berkat-berkatNya
Mat.25:21,23; 1Taw.29:11-12 segala sesuatu adalah sepenuhnya milik Tuhan, sementara kita hanya dipercaya Tuhan untuk mengelolanya. Tuhan adalah pemilik dan kita adalah pengelola-1Tim.6:10, Pkh.5:9. Kemampuan seseorang dalam mengelola berkat/harta yang dipercayakan Tuhan merupakan kekuatan untuk memperoleh berkat/harta itu sendiri.
Jadi saat kita mampu mengelola berkat (uang atau harta dan lainya) dengan baik, maka berkat Tuhan akan semakin dilimpahkan, sebab besarnya berkat Tuhan itu seiring dengan seberapa besar tanggung jawab kita terhadap harta yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Dengan kata lain Tuhan hanya akan mempercayakan hartaNya sesuai dengan kesetiaan kita dalam mengelola harta tersebut-Mat.25:28-29; Luk.16:10-11. Berikan ilustrasi!
- Diberikan karunia untuk menikmati Berkat Tuhan.
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran-Yak.1:17. Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? –Pkh.2:25-26. Dalam kitab 2 Kor.9:10-1; Mat.14:17-21 Kita dapat menikmati BerkatNya bergantung dari kemampuan kita untuk mengelola dan membedakan berkat Tuhan yang digambarkan sebagai roti, kita dapat nikmati dan akan habis dalam hari itu; atau sebagai benih yang digambarkan sebagai berkat yang Tuhan berikan bagi kita; harus dijadikan benih/taburan dalam hidup kita.
Kita semua dapat menjadi seorang dermawan, terlepas dari berapa pun penghasilan kita atau apa pun pekerjaan kita- Ef.4:28. Sebab Tuhan mengingatkan agar kita jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati-1 Tim.6:17; Mat. 7:7-10; Yer.17:7 17:5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia”.
Kesimpulan. Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita telah mengelola berkat yang Tuhan berikan kepada kita dengan benar dan bertanggung-jawab? Seseorang hanya bisa menerima berkat sebanyak kemampuannya mengelola dan akan menikmati berkat Tuhan, apabila kita dapat menempatkan berkat itu menjadi roti atau benih-Ibr.13:5; Luk. 12:15-21. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Jadwal Ibadah Jumat Agung 30 Maret 2018
KelIR House – Bukit Hermon – Jl. Geriliya Solong
Ibadah Raya 1 : Pukul 07.00 Wita
Ibadah Raya 2 : Pukul 10.00 Wita
Ibadah Raya 3 : Pukul 16.00 Wita
Ibadah Raya 4 : Pukul 18.30 Wita
KelIR’s Lembuswana – Komp. Mall Lembuswana
Ibadah Raya 1 : Pukul. 06.00 Wita
Ibadah Raya 2 : Pukul. 12.00 Wita
Ibadah Raya 3 : Pukul. 22.00 Wita
*SEMUA IBADAH DISERTAI DENGAN PERJAMUAN KUDUS*
Materi S2C : Selasa, 20 Maret 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : Titus 2:1-16
Tema : Bidang Kehidupan yang dapat dikelola
PENDAHULUAN.
Hidup memang harus dikelola dengan baik agar segala langkah kita terarah. Dalam dunia usaha, dikenal istilah manajemen. Agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik maka perlu adanya manajemen yang baik. Namun benarkah manajemen hanya untuk dunia usaha? Ternyata hidup seseorang pun perlu di manajemeni dengan baik-Ams.3:5. Oleh sebab itu bidang kehidupan yang dapat kita kelola sehingga kehidupan kita bermakna, berguna, menjadi berkat bagi orang lain!
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Bidang Kehidupan yang dapat dikelola?
- Keluarga
Pengelolaan keluarga seringkali dianggap sebagai hal yang sepele dan mungkin beberapa orang berpendapat hal itu hanya menjadi tugas kaum wanita sebagai pengurus rumah tangga, padahal pengelolaan/manajemen keluarga lebih dari itu. Pengelolaan keluarga merupakan kunci untuk mencapai kehidupan yang sukses menurut Allah; serta merupakan alat yang kuat untuk menciptakan generasi yang ilahi-Mal.2:14-16.
Berilah ilustrasi atau aplikasi : Apa yang diperlukan untuk menjadi suami yang baik? Mengasihi Istri seperti Kristus mengasihi jemaatNya dengan menyerahkan nyawaNya-Ef.5:23,25-29; Kol. 3:19; 1Kor. 11:3. Bagaimana wanita dapat berhasil sebagai istri ? dengan mengasihi Keluarga dan menghormati suami-Titus 2:4-5. Apa yang dituntut untuk menjadi orang tua yang baik ? mengajar/mendidik anak-Ul. 6:4-9. Bagaimana anak-anak dapat ikut membina keluarga yang bahagia? Dengan belajar taat, anak-anak akan membuat orang tua sangat bahagia-Ams23:22–25; Kol.3:20; Ef.6:1-3
- Komunitas
Perlu untuk mengelola suatu komunitas dalam hidup kita. bagaimana kita bergaul? Mazmur 26:4 bandingkan Maz.50:18; Ams. 13:20; 24:1; 1 Kor.5:11. Mengapa kita perlu bersekutu dan membangun relasi yang baik dengan saudara-saudara seiman di dalam Kristus? Pkh.4:12 Sebuah komunitas yang baik adalah kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, berjalan ke arah yang sama, mengalami pertumbuhan bersama-sama dan berisi orang-orang yang saling peduli satu sama lain dan tidak mementingkan diri sendiri serta diarahkan kepada tujuan-tujuan yang positif, baik dan membangun.
Jauhilah komunitas rohani yang ‘tidak sehat’ (kumpulan orang fasik), melainkan bangunlah komunitas yang ‘sehat’ (kumpulan orang yang benar dan adil)
- Pekerjaan
Pekerjaan kita merupakan suatu pelayanan. Hidup itu susah, namun lebih susah apabila kita tidak mau bekerja- Pkh 9:10. Memuliakan Allah dengan pekerjaan-Ef. 4:28. Dalam pandangan Alkitab tentang pekerjaan, mutu adalah salah satu aspek penting. Allah sendiri bekerja dengan sempurna. Tuhan memberi kita bakat dan kesanggupan, dan Ia ingin agar kita menggunakan kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita untuk tujuan yang baik-Kel. 35:30-35; 31:1-11.
Kol.3:23 bekerjalah dengan baik, sehingga membuat nama Tuhan dipermuliakan. Tingkatkan Mutu dan kerajinan kita dalam bekerja, sebab Allah akan senang melihat hasil kerja kita–Ams. 10:4; 22:29. Seimbangkan bekerja dengan kerohanian. Raja Salomo, yang bekerja keras dan menikmati semua kekayaan ”Takutlah akan Allah yang benar dan jalankanlah perintah-perintahnya. Sebab inilah seluruh kewajiban manusia.” Pkh 12:13. Lakukan Pekerjaan kita dengan Kasih-1Kor.16:13-14
Kesimpulan. Marilah kita mengelola keluarga, komunitas, dan pekerjaan kita yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Komisi WBI mengadakan Beauty Class Training berupa Make Up Class yang akan di latih langsung oleh Make Up Artis (MUA) Marisa, Acara ini akan diselenggarakan Pada :
| Hari | : | Rabu, 28 Maret 2018 |
| Waktu | : | 16.00 s/d selesai |
| Tempat | : | GBI Keluarga Imamat Rajani Lembuwana |
| Biaya Pendaftaran | : | Rp. 50.000 |
| Syarat | : | Membawa peralatan make up sendiri |
| Note | : | Make Up Class ini terbatas hanya untuk 30 orang. |
Untuk Informasi Pendaftaran Hubungi :
Ibu Atiek : 0813 5007 0331
Ibu Lina : 0812 5383 0519
Ibu Jeni : 0812 5892 889
Materi S2C : Selasa, 13 Maret 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : Ulangan 11:8-32
Tema : Syarat-syarat agar kita memperoleh Berkat
PENDAHULUAN.
Pemahaman kita tentang arti berkat minggu lalu: Berkat adalah kekuatan yang Tuhan berikan kepada kita dan berkat adalah pemberian Allah dalam bentuk berkat Rohani dan berkat jasmani. Berkat yang Allah berikan kepada umat-Nya, bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi juga dipakai untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai sarana untuk menyalurkan berkat Tuhan bagi orang lain. Maka perlu untuk diketahui apa syarat-syarat agar kita memperoleh Berkat.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Apa syarat-syarat agar kita memperoleh Berkat?
- Mengikat perjanjian dengan Allah- Ul. 11:18
Ul. 11:18 Kata mengikat disini adalah memiliki makna bersatu, mengikatkan diri dengan Allah. Sebagai contoh: Abraham diberi janji berkat. Dan untuk memperoleh berkat itu Abraham mengikat dirinya dengan Allah-Kej.12:1;17:8-9. Banyak tokoh-tokoh Alkitab yang menikmati berkat yang telah Allah janjikan kepada barangsiapa yang telah berpegang dengan janjinya.
Gal.3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah; Gal.3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Abraham mengikat janji dengan TUHAN, sehingga ia menerima apa saja yang dijanjikanNya-Kej.13:2. Diberkati yang mengikat janji dengan Tuhan menerima apa saja yang dijanjikan Ul.28:2-6. Tuhan tidak lalai, orang yang mengikat janji dengan Tuhan akan menerima apa saja yang dijanjikan Tuhan-2Ptr.3:9.
- Memperhatikan dan melakukan ketetapan/peraturan Tuhan.
Ul. 11:22,27; 28:1-14, berkat tidak dianugerahkan begitu saja, tetapi selalu disertai oleh syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh mereka yang menghendakinya. Perhatikanlah kata-kata ‘jika’ dan ‘apabila’ ini: Ul.28:1a; “… , jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: …” Ul.28:2b; “…, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” Ul.28:9b dan “…, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”
Apabila semua itu sudah dilakukan oleh kita, ‘maka’: “Segala berkat ini akan datang kepada kita dan menjadi bagian.” Termasuk di dalamnya: Berkat untuk segala sesuatu yang kita lakukan; berkat untuk keluarga, pekerjaan dan seluruh harta milik kita; berkat kemenangan atas lawan-lawan kita- Ul.28:1-1
Kesimpulan. Setiap berkat pasti ada syarat-syaratnya. Nast diatas mengingatkan, apabila kita bersedia untuk melakukannya/taat, sikap yang taat itulah yang menyebabkan berkat-berkat Tuhan dicurahkan kepada kita–Ams.3:16.Maka segala berkat yang dijanjikan Tuhan akan kita terima. Sebaliknya jika kita tidak memperhatikan, mengabaikan, cuek, masabodoh dan lainnya, maka kita tidak akan memperolehnya contoh nya seperti Esau – Baca : Kej. 25:31-32, 34; 27:36; Ibr.12:16-17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 06 Maret 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : Amsal 10:22
Tema : Arti Berkat menurut Alkitab
PENDAHULUAN.
Bulan Maret ini kita akan mempelajari intisari pilar VII Keluarga Imamat Rajani, yaitu menjadikan Jemaat yang memiliki Nilai-nilai Kerajaan Allah, point ketiga: Otoritas untuk mengelola berkat Tuhan. Amsal 10:22 “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” jika Tuhan telah menetapkan takaran berkat kepada kita, mau kita berusaha seperti apapun, berkat kita akan tetap sama saja, bagaimana dengan pemahaman kita tentang arti berkat.
Dalam mengartikan berkat Tuhan tidak sedikit orang yang mengartikan berkat itu sebagai kekayaan materiil yang berkelimpahan, ketika kita berdoa meminta berkat maka kita mendapatkan berkat yang berlimpah, ada pula pengajaran yang menyimpulkan bahwa jika seseorang dikenan Tuhan pasti diberkati dengan kekayaan yang melimpah. Sebaliknya, orang yang hidup menderita dianggap sedang didisiplin atau menerima kutuk dari Tuhan. Benarkah demikian? Mari kita mempelajari arti berkat yang benar!
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Apa Arti Berkat menurut Alkitab?
- Berkat adalah kekuatan yang Tuhan berikan bagi kita
Ayub1:10-11, Ayub adalah orang yang begitu diberkati Tuhan, karena ia orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Namun ketika Iblis diijinkan Tuhan mengambil semua kekayaannya dan membuat hidup Ayub menderita, apakah kita menyebutnya orang yang tidak lagi diberkati Tuhan? Dalam penderitaan yang dialaminya itu membawanya kepada pengenalan yang benar akan Allah. Ayub diberi kekuatan untuk memahami dan sekarang ia mengenal bukan kata orang, tetapi perjumpaan pribadinya dengan Tuhan, itu adalah berkat Tuhan-Ayub 42:5.
Berkat tak selalu berupa uang, emas, atau banyaknya investasi kita. Berkat adalah ketika kita tetap kuat dalam keadaan yang melemahkan, mampu bersyukur ketika tidak mempunyai apa-apa, mampu tersenyum saat diremehkan, dan tetap taat kepada Tuhan walaupun terpuruk.
Aplikasi : Berkat adalah ketika Tuhan memberikan kekuatan-Nya sehingga kita dimampukan untuk melewati semua penderitaan yang mungkin bisa melemahkan iman kita.
- Berkat adalah semua pemberian dari Allah
Pemberian dalam bentuk apa saja ? dalam bentuk berkat jasmani yaitu materi, talenta, kesehatan, kekayaan, dan lainnya–Ibr.6:7; 12:17; Ul.8:11-20; dan berkat rohani, yaitu kabar baik (Injil) Kristus – Roma 15:29; Ef.1:3 adalah semua karunia yang dijanjikan oleh Allah kepada kita melalui Kristus-Kpr.3:25; Luk.24:50.
Seringkali kekayaan materi dalam dunia ini diperoleh melalui kejahatan dan keserakahan sehingga dengan demikian tidak berasal dari Allah-Ams.10:1. Kekayaan sejati terdiri atas berkat yang berasal dari Tuhan. Dan jika berkat itu berasal dari Tuhan, maka dalam perolehan berkat itu tidak akan membuat manusia menjadi sulit atau susah karenanya-berilah ilustrasi!
Kesimpulan. Arti berkat yang sesungguhnya jika dipandang dari segi Alkitab adalah segala sesuatu yang Allah beri maupun yang Allah izinkan terjadi dalam kehidupan orang percaya. Suka maupun duka, kelimpahan atau kekurangan, semuanya adalah berkat dari Tuhan.
Berkat yang Allah berikan kepada umat-Nya, bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi juga dipakai untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai sarana untuk menyalurkan berkat Tuhan bagi orang lain. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!





