Untuk mempermudah informasi persepuluhan, pembangunan, misi, syukur dll. maka seluruh Jemaat diwajibkan untuk mengisi identitas yang tertera di amplop persepuluhan berupa Nama / Inisial, Kode PIN, dan No.Telp/ HP  sebagai persyaratan akses data persepuluhan melalui Komputer di lobby.

Mari menabur untuk korban bencana Palu, Dongala dan sekitarnya.

Total bantuan dana yang terkumpul hingga tanggal 25 Oktober 2018 sebesar Rp.7.901.000-

Diinformasikan kepada seluruh Jemaat bahwa mulai minggu ketiga bulan November 2018, ibadah Raya KelIR House 2 (pk.10.00 Wita) akan dimajukan jam pelaksanaannya menjadi pk.09.00 Wita .

Panitia HUT GBI KelIR mengucapkan terima kasih kepada seluruh Jemaat yang telah berpartisipasi mendukung dalam Doa dan Dana sehingga acara Malam Budaya dan KKR HUT GBI KelIR ke-25 dapat terlaksana dengan baik. Tuhan Yesus memberkati

Materi S2C  : Selasa, 06 November 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Matius 21:43; Filipi 1:22a

Tema         : Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 5- Menghasilkan Buah bagi Kerajaan Allah.

PENDAHULUAN.

    Bagi Paulus kematian merupakan suatu keuntungan karena setelah kematian, ia akan langsung bertemu dengan Yesus, bukankah itu sebuah keuntungan? Kalau mati adalah sebuah keuntungan, maka bagi Paulus hidup adalah bekerja dan memberi buah –Fil.1:22. Paulus menasehati kita agar menghasilkan buah Roh yang nyata dalam hidup kita.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 5- Menghasilkan Buah bagi Kerajaan Allah:

g. Ketujuh, kesetiaan

Kata Yunaninya adalah Pistis (biasa dipercaya, teguh dengan perjanjian). Bisa dipercaya artinya tidak akan berkhianat. Setia juga berarti tekun dan loyal. Setia adalah sifat Allah –Ul.7:9. Jika kita anak Allah, maka sifat Allah itu juga harus ada dalam kita. Setia kepada Yesus-Hos. 6:6. Keselamatan adalah setia pada Yesus sampai Akhir hidup-Why.2:10b. jangan menjadi Kristen yang agamawi. Apabila kita bergaul dengan Roh Kudus, mustahil kita akan menjadi murtad. Cth: Buah kesetiaan dari Paulus-2Tim.4:7-8.

Setia pada sesama – Rut 1:16-17. Beberapa orang tak setia pada sahabatnya, pada pasangan hidupnya, pada orang tuanya, pada pimpinannya dan lain sebagainya. Mari jauhkan diri dari perbuatan khianat- Mal. 2:15-16.

Setia pada tanggung jawab – Mat. 25:21. Bagaimana bisa sukses dalam apapun yang kita kerjakan ? setialah melakukannya, meski menghadapi kegagalan berulang. Inilah yang disebut ketekunan (setia pada tanggungjawab). Jangan putus asa dan lepaskan tanggung jawab kita. Adakah saat ini kita bertanggung jawab merawat sesama, menjalankan tugas kerja, menggembalakan S2C, melakukan doa syafaat, mempelajari Alkitab? Tekuni itu, meskipun belum nampak hasilnya! Cth: Daniel pasal 6, Ia tetap setia berdoa tiga kali sehari meskipun hadapi tantangan. Hasil dari kesetiaannya pada tanggung jawabnya adalah pengakuan seluruh kerajaan bahwa Allahnya adalah Tuhan Sejati. Setia sebagai jemaat s2c, lalu dipercaya menjadi gembala S2C, lalu dipercaya sebagai Gembala Sektor.

 Jika orang tak setia pada tanggung jawabnya dan sesamanya pastilah pada akhirnya ia tak setia pada Tuhan sebab pada hakekatnya ia tak punya karakter kesetiaan. Jika orang setia kepada Yesus sebagai wujud kasihnya pada Tuhan, maka pastilah karakter itu tercermin dari kesetiaanNya pada sesama dan tanggung jawab.

 h. Kedelapan, kelemahlembutan

Kelemahlembutan dalam kata Yunaninya adalah Prautes (bisa mengendalikan kemarahan). Jika kita mau mematikan perbuatan daging (misalnya kebiasaan marah) dengan bantuan Roh Kudus, maka kita akan hidup-Rom. 8:13. Kelemahlembutan tak bisa didapatkan dalam semalam, bahkan menyalahkan Tuhan kenapa tidak memberikan kelembutan pada kita. Kelemahlembutan didapat jika kita mau melatih diri dengan tekun-1 Petrus 4:7; Ams.15:1

 i. Kesembilan, penguasaan diri

Dalam kata Yunaninya Egkrateia (mengendalikan keinginan dan nafsu). Orang dapat menguasai dirinya adalah orang yang lebih hebat dari penakluk kota-Ams.16:32b. orang yang tidak dapat menguasai dirinya adalah seperti kota yang roboh temboknya-Ams.25:28. Jika kita bisa menyangkal diri-Luk.9:23, mendisiplin diri-1Tes. 5:14, maka kita akan bisa menguasi diri-1Kor9:27.

 

Kesimpulan. Musuh terbesar adalah diri sendiri. Kita tidak mungkin kalah oleh dunia dan iblis, jika belum kalah oleh diri kita. Kenapa Adam dan Hawa bisa jatuh dalam dosa? Yak.1:14. Setan hanya menggoda, diri merekalah yang menguasai-1Ptr. 1:14. Bukti kita bergaul dengan Roh Allah adalah karakter kita serupa dengan Dia. Ada Sembilan buah Roh yang menjadi buktinya ! Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 30 Oktober 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Matius 21:43; Roma 14:17-18

Tema         : Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 4- Menghasilkan Buah bagi Kerajaan Allah.

  PENDAHULUAN.

Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Orang Percaya yang benar-benar sudah menjadi warga negara Kerajaan Allah, akan terlihat dari ekspresi dan cara hidupnya sehari-hari, yaitu: Kebenaran; Damai sejahtera, dan Sukacita karena pekerjaan Roh Kudus dalam hidupnya bukan karena materi (makanan; minuman; uang atau harta kekayaan yang banyak).

Sesungguhnya Kerajaan Allah adalah pemerintahan, kekuasaan Allah, bukan wilayah. Kerajaan Allah adalah tempat dimana Allah bertahta dan menjadi Raja. Kerajaan Allah ada di : 1). Sorga, 2). Taman Eden, 3). Orang-orang pilihan dalam Perjanjian Lama, 4). Bangsa Israel, 5). Bangsa-bangsa yang dipakai sebagai alatNya untuk memerintah bumi, 6). Yesus Kristus, 7). Gereja, 8) Kerajaan Yesus 100 tahun di bumi, 9). Kekekalan. Saat ini Kerajaan Allah yang paling nyata adalah Gereja/ Jemaat- 1Kor.3:16. Jika kita menjadikan Yesus sebagai Raja atau tuan, jika kita mau dipimpin kehendaknya, sesungguhnya Kerajaan Allah di dalam kita.

Orang percaya diminta untuk mengklaim manfaat dari menjalani hidup oleh kuasa Roh Kudus-Gal. 5:16-21. Sama seperti benih kebenaran Allah bertumbuh di hati kita, Roh pun meningkatkan kemampuan kita untuk mengekspresikan “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri”-Gal.5:22-23.

Setelah kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus, kita seharusnya tidak dikendalikan lagi oleh kecenderungan kita yang egois –Gal.5:24. Seiring waktu, Roh Kudus dapat mengubah pikiran, sikap, dan tindakan kita. Buah Roh mengubah kita sehingga kita dapat mempengaruhi kehidupan orang-orang di sekitar kita.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 4:

 

  1. Kelima, Kemurahan

Dalam kata Yunaninya adalah Chrestotes (tak mau menyakiti dan membuat orang lain menderita). Kemurahan adalah sifat ingin menolong dan memberi, tak mementingkan diri, tidak kikir, dan lainnya. Murah hati = berbuat baik bagi diri sendiri-Ams.11:17. Murah hati berbeda dengan boros. Memang kita harus bijak mengatur pengeluaran, namun janganlah kikir. Murah hati kepada sesama-Ams.19:17. Menaruh belaskasihan kepada yang lemah. Murah hati kepada Allah-Mrk.12:41-44 tidak menghitung untung dan rugi pada Allah. Berilah ilustrasi!

 

  1. Keenam,

Kata Yunaninya Agathosune (senang kebenaran, keadilan dan benci kejahatan). Mencintai kebenaran-Ul. 6:18. Tinggalkan tahyul atau dusta dan dosa. Mencintai keadilan-Mikha 6:8. Jika mencari keuntungan diri sendiri biasanya mengakibatkan kita tidak adil. Membenci kejahatan-Ams.8:13. Setiap dosa adalah kejahatan. Roh Kudus akan menuntun kita untuk membenci kejahatan. Mengijinkan Roh Kudus tinggal dalam hidup kita, maka kita punyai benih atau tabiat Ilahi, dengan sendirinya kita muak, bosan, benci akan dosa/kejahatan. Yusuf benci melakukan dosa yang besar dimata Tuhan, berbeda dengan simson yang terperdaya oleh dosa.

 

Kesimpulan. Jadi hasilkanlah buah Roh: Kemurahan & Kebaikan. Bagi yang tidak berbuah, konsekwensinya jelas, dalam perumpamaan Tuhan Yesus: akan ditebang dan dilempar api –Luk.13:7; Yoh.15:2.  Yohanes Pembaptis pun mengatakan juga dalam Lukas 3: 9, Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” ! Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 23 Oktober 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Matius 21:43; Yohanes 15:9-17

Tema         : Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 3- Menghasilkan Buah bagi Kerajaan Allah

PENDAHULUAN.

         Ketika kita bertobat, mengaku percaya kepada Kristus dan dibaptis, maka Allah telah mencurahkan Roh Kudus bagi kita, Allah telah mengurapi kita menjadi Imamat Rajani, anak Raja dan anak Allah Yang Maha Kuasa. Hanya dengan kuasa Roh Kuduslah kita mampu menjadi pemberita kabar baik, saksi Kristus, dan melakukan perbuatan-perbuatan dan perubahan besar dalam dunia ini. Allah ingin GerejaNya dan umatNya mendemonstrasikan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Allah ingin GerejaNya menjadi gereja yang kuat, yang penuh kuasa Roh Kudus. Allah ingin umatNya memiliki mentalitas “pemenang”, mentalitas penakluk, dan mentalitas perang sebagai laskar Kristus yang siap menginjak-injak “kalajengking, ular-ular dan singa-singa” yang melawan Kerajaan Allah dan Gereja Tuhan di bumi ini. Kita harus memiliki “mentalitas kerajaan” ini.

        Pertobatan tidak hanya dapat diketahui oleh dirinya sendiri, tetapi orang lain juga dapat melihat buah-buah pertobatannya- Roma 6:20-22; Mat.7:19. Jika kita memperlihatkan buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri-Gal.5:22-23, maka itu berarti bahwa perubahan kualitas telah terjadi di dalam hidup kita.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 3- Menghasilkan Buah bagi Kerajaan Allah!

  1. Ketiga Damai Sejahtera.

Dalam bahasa Yunani adalah Eirine (ketenangan hati sebab di dalam Tuhan segala sesuatu baik keadaannya). Apabila Roh Kudus berdiam dalam hidup kita merupakan sumber sejahtera, ketenangan dan kedamaian- Rom.8:6; Yoh, 14:26-27. Adakah kita tetap stress, takut, kuatir, hampa dan lainnya? Lalu kita memakai cara dunia untuk mengatasi kekalutan pikiran kita? mencari ketenangan sementara dan damai yang palsu? Kita dapatkan damai sebab bergaul dengan Roh Allah. Berilah ilustrasi!

 

  1. Keempat,

Dalam bahasa Yunani adalah Makrothumia (tabah, tahan sabar, tak mudah marah dan putus asa). Kesabaran adalah hasil dari ketaatan kita pada pimpinan Roh. Jika kita bergaul dengan Roh Kudus, hidup kita akan diubahkan jadi penyabar.

Sabar terhadap waktu-Pkh 3:11. Pekerjaan yang paling tidak disukai adalah menanti. Tapi jika kita peka dan taat terhadap Roh, kita mau menantikan saatNya. Kita bisa tahan untuk tidak terburu ingin mencapainya. Orang yang tergesa akan salah langkah-1 Sam 13. Berilah ilustrasi!

Sabar terhadap sesama – Ams 27:17. Tanpa nasehat Roh Kudus, kita akan gampang meledakkan marah terhadap sesama. Beruntunglah kita yang bisa bergaul dengan Roh, Ia akan memberikan akal budi atau hikmat sehingga kita tak bertindak bodoh-Ams.19:11

Sabar terhadap keadaan – Kol. 1:11. Ada yang kerja puluhan tahun dan tetap belum kaya, akhirnya ia tak sabar dan berbuat haram agar cepat kaya. Ada yang melayani beratahun-tahun belum terlihat hasilnya, akhirnya ia berhenti melayani. Mungkin juga mengalami sakit penyakit yang menahun, sebab tak sabar suka mengeluh, bahkan bunuh diri. Kita harus bisa mendengar penghiburan Roh Kudus agar tetap sabar dan tabah menghadapi berbagai keadaan. Berilah ilustrasi!

 

Kesimpulan. “Dipilih dan ditetapkan untuk apa?“Supaya kita pergi dan menghasilkan buah- Yoh 15:9-17.” Buah yang seperti apa? Yaitu buah yang tetap, yang tidak gampang busuk sehingga akhirnya harus dibuang. Kehadiran kita di tengah-tengah Keluarga, gereja, dan dimana saja sungguh berdampak, tidak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga memiliki dampak bagi banyak orang! Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 09 Oktober 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Matius 21:43; Galatia 5:22-23

Tema         : Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 2

PENDAHULUAN.

Prinsip adalah hal yang sangat mendasar yang dipakai sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak. Di dunia ini terdapat banyak prinsip hidup namun prinsip yang sangat kokoh melebihi segala prinsip di dunia adalah Firman Allah. Kalau kita hidup dengan prinsip Firman Allah, kita tidak akan goyah.

Firman Tuhan lebih kokoh dari perkataan para filsuf. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”- Mat 24:35. Firman Tuhan dapat kita jadikan acuan karena Firman Tuhan [tidak dapat digoyahkan oleh situasi apapun yang terjadi di dunia ini.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 2!

  1. Menghasilkan Buah bagi Kerajaan Allah

Menghasilkan buah memiliki makna yaitu mengalami perubahan hidup. Buah adalah hal yang dikehendaki oleh AllahYoh.15:8, 16. Berbuah memiliki makna dalam Alkitab yaitu: Perubahan hidup yang berbuah Roh Kudus-Gal.5:22-23a (buah yang tetap). “Buah” Roh yang dipakai di sini berbentuk tunggal, artinya adalah 9 cita rasa ini adalah satu kesatuan yang  harus dimiliki oleh orang yang percaya. Buah Roh yang dihasilkan di dalam kita bukanlah “sembilan buah yang berbeda”, tapi satu “buah” tunggal diwujudkan dalam sembilan kualitas yang berbeda. Ini mengingatkan kita bahwa Roh Kudus menghasilkan buah-Nya dalam diri kita secara keseluruhan.

 

Buah Roh tersebut adalah:

  1. Satu, Kasih

Jika kita bergaul dengan Roh Kudus, hidup kita akan berbuah kasih Ilahi. Kasih yang Tuhan perintahkan pada kita adalah Kasih Agape (Kasih Ilahi, Kasih yang berkorban, yang tak mengharapkan imbalan atau keuntungan, yang bukan untuk kepuasan sendiri). Kasih Fileo (karena persahabatan), kasih eros (karena hawa nafsu), kasih storge (karena keluarga) adalah kasih kebanyakan ada dalam hidup manusia normal.

Tetapi Tuhan perintahkan kita untuk mengasihi Dia dan sesama dengan kasih yang murni/agape- Luk. 6:32, 35. Roh Kudus membuat kita bisa mengasihi-1 Yoh.4:19. Roh Kudus yang ada dalam kita menjelaskan pada kita betapa besarnya Allah mengasihi kita. Jika kita tekun bergaul dengan Roh Kudus, Kasih ilahi akan mewarnai kita. Berilah Ilustrasi!

 

  1. Dua, sukacita

Dalam bahasa Yunani adalah Chara (Perasaan senang yang berlandaskan kasih). Acapkali kita bersukacita jika kita sehat, kaya, lulus, pekerjaan sukses, luput dari bahaya. Tetapi jika musibah, sakit, masalah terjadi pada kita, kita akan bersungut, sedih, stress.

Tuhan perintahkan kita untuk senantiasa sukacita, di tiap saat, disetiap tempat dan disetiap keadaan-1Tes.5:16. Jika kita manunggal dengan Roh Kudus, sehingga pikiran, perasaan dan kehendak Tuhan menguasai kita, maka secara wajar akan muncul dari hidup kita suatu sukacita sejati yang ilahi. Berilah Ilustrasi!

 

Kesimpulan. Perubahan hidup kita dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hidup orang beriman. Buah Kerajaan Allah adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Buah Roh yang harus dihasilkan oleh orang-orang percaya, yaitu yang menjadi warga Kerajaan Allah, juga harus menghasilkan buah jiwa-jiwa baru yang dibawa menjadi warga Kerajaan Allah-Mat. 28:18-20. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C: Selasa, 02 Oktober 2018      Durasi: 20 Menit

Nats           : Matius 6:33; 28:18-20

Tema         : Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 1

PENDAHULUAN.

Mengubah mentalitas pengemis menjadi mentalitas Kerajaan Allah. Mentalitas kerajaan berbicara mengenai kerajaan. Kita bukan sekedar menjadi orang Kristen, tetapi kita adalah anak-anak Kerajaan. Sejak awal Allah menciptakan manusia seturut dengan rupa Allah dengan satu tujuan, yaitu untuk membangun KerajaanNya di muka bumi ini-Kej. 1:28.

Tuhan menciptakan dan menempatkan kita di dunia ini, untuk tujuan yang mulia yaitu menjadikan bumi sebagai manifestasi kerajaan Allah yang sesungguhnya. Di dalamnya terdapat pemerintahan, kuasa, kebenaran, kemuliaan, berkat, yang bersumber dari Allah sendiri dan kitalah yang melakukan semuanya itu. Semuanya itu sudah ada di dalam kita, namun tidak semua orang bisa mempergunakannya. Kolose 3:10 mengatakan bahwa sebagai manusia yang baru kita terus menerus diperbaharui. Oleh karena itu mentalitas kita pun terus diproses oleh Tuhan agar kita pada akhirnya memiliki mentalitas Kerajaan Tuhan. Sudah seharusnya dan sepantasnyalah sebagai seorang warga kerajaan Surga kita memiliki mentalitas yang berbeda dengan warga dunia. Seperti apakah mentalitas kerajaan Tuhan?

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah bagian 1!

  1. Mentalitas miskin menjadi mentalitas kaya dalam Iman.

Matius 6:33. Konteks nats di atas adalah perkataan Tuhan Yesus mengenai kekhawatiran. Tuhan mengajarkan agar orang percaya tidak boleh memiliki kekhawatiran negatif sehingga usaha memenuhi kebutuhan jasmani mengalahkan atau melampaui panggilan untuk mengumpulkan harta di surga, mempertajam pengertian mengenal kebenaran dan mengabdi kepada Tuhan -Matius 6:19-24.

Jika masalah hal makan dan minum lebih diutamakan, maka banyak orang mengabaikan panggilan yang penting yang memiliki dampak kekal tersebut sehingga mereka digolongkan sebagai orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ini berarti kita harus dalam kesadaran penuh mendahulukan kerajaaan Allah dengan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Seseorang yang hidupnya dalam pimpinan Roh Kudus akan terlihat jelas dalam gaya hidupnya yang dapat mematikan segala keinginan dagingnya, seluruh keinginannya hanya mengingini apa yang Tuhan ingini. Kalau Tuhan berkata “carilah” artinya ada suatu perjuangan dengan keras untuk memperoleh sesuatu. Sesuatu itu adalah Kerajaan Allah dan kebenarannya.

 

  1. Hidup dengan Kuasa Allah

Jikalau kita hidup dalam kerajaan Allah (nilai-nilai, karakter, prinsip-prinsip,) maka nilai-nilai Kerajaan Allah (kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan) akan membuat kita berdampak. Ada perlindungan dan penyertaan dan kuasa yang menaungi. Matius menuliskan bahwa Yesus Kristus mengusir roh-roh jahat dan penyakit-Mat.12:28. Tuhan Yesus-lah yang memiliki kuasa di sorga dan di bumi dan kuasa itu diberikan kepada orang percaya yang mau pergi untuk memberitakan Injil Kerajaan-Mat. 28:18; 10:1. Memberitakan Kerajaan Allah dapat dilakukan dengan mendemonstrasikan kuasa Kerajaan Allah atas kuasa kegelapan dan roh-roh jahat -Mat 10:8. Orang beriman yang telah masuk dalam Kerajaan Allah dapat mengusir iblis dan roh-roh jahat dalam nama Tuhan Yesus Kristus

 

Kesimpulan. Prinsip Mentalitas Kerajaan Allah adalah mentalitas yang Kaya Iman dan Hidup dengan kuasa Allah yang diperoleh dengan hidup dipimpin Oleh Roh Kudus. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C  : Selasa, 25 September 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Amsal 11:24

Tema         : Revolusi Mental

 PENDAHULUAN.

Arti dari ‘Revolusi’ adalah sebuah perubahan yang dilakukan dengan cepat dan biasanya menuju kearah lebih baik. Beda dengan evolusi, yang mana perubahannya berlangsung lambat.

‘Mental’ memiliki arti yang berhubungan dengan watak dan batin manusia. Adapun istilah mentalitas menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bermakna aktivitas jiwa, cara berpikir, dan berperasaan. Mental atau mentalitas adalah cara berpikir atau kemampuan berpikir, belajar dan merespons terhadap situasi atau kondisi.

Amsal 11:24 “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Orang bermental miskin dan diberkati terletak pada cara mereka memperlakukan uang. Orang bermental miskin selalu ingin meminta dan menyimpan, sedangkan mereka yang bermental diberkati, selalu ingin memberi dan berbagi. Miskin harta tidak boleh menjadi alasan untuk meminta-minta. Peminta-minta adalah penyakit mental yang menganggap dirinya selalu kekurangan. Penyakit ini semakin parah jika sudah terbentuk kesimpulan bahwa orang lain harus bertanggung jawab pada kemiskinannya. Sebagai bentuk tanggung jawabnya maka orang lain harus selalu memberi setiap dia meminta.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Teladan Revolusi Mental!

  1. Simon Petrus- Mat. 17:24-27

Ketika Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya ditagih oleh pemungut bea Bait Allah, sesungguhnya Ia berhak untuk menolak pungutan tersebut. Argumennya adalah karena Yesus dan murid-murid-Nya adalah warga dari Kerajaan Allah. Mereka seharusnya dibebaskan dari pungutan tersebut.

Sekalipun Tuhan Yesus bisa berargumen untuk mengelak membayar pajak tersebut, Ia menyadari bahwa tindakan tersebut dapat menjadi batu sandungan- Mat.17:27. Jadi, Yesus mengajarkan pada Petrus untuk bersedia membayar bea Bait Allah untuk diri-Nya dan murid-murid-Nya. Petrus mengalami revolusi mental dari “tidak mau membayar” (merasa tidak mampu, tidak wajib) menjadi “mau membayar” (bekerja, berusaha)-Mat. 17:24-27.

Petrus tidak perlu kuatir, petrus hanya perlu bekerja dan berusaha untuk membayar seperti yang di perintahkan Yesus “Pergilah memancing ke danau”  – Mat. 17:27. Bayarlah apa yang menjadi kewajiban kita sekalipun kita merasa dirugikan, hal itu tidak membuat kita miskin. Jauhilah mental miskin! Orang Kristen perlu menjalankan kewajibannya dan tidak mangkir atau lari dari tanggungjawab serta tetap berusaha atau bekerja.

 

  1. Janda Miskin- Lukas 21:1-4

Janda ini menyadari bahwa dia bukan orang miskin. Apa buktinya? Dilihat dari responsnya memperlakukan uang. Firman Tuhan katakan meski si janda itu hanya memiliki uang dua peser, dia tidak takut MEMBERI seluruh nafkahnya-Luk.21:4.

Mental yang baik adalah keharusan bagi semua orang. Bayangkan saja, seseorang yang tidak punya memiliki iman dalam hidupnya, bagaimana ia akan hidup? Sedang kehidupan ini menyuguhkan kita dengan beraneka ragam permasalahan. Namun, bagi seseorang yang memiliki sikap “Kaya Mental” setiap kali menghadapi situasi tersebut tidak akan menyerah. Sebaliknya, mereka yang memiliki sikap “Miskin Mental”, saat menghadapi situasi yang mudah pun, akan melihatnya teramat sulit.

 

Kesimpulan.  Buanglah mental miskin. Merasa kita selalu kekurangan. Lebih memilih berharap pada belas kasihan manusia ketimbang belas kasihan Tuhan. Mari kita gantikan mental pengemis dengan mental Kerajaan Allah. Hidup menjadi berkat dan  bukan menjadi batu sandungaan bagi orang.  Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi.

Loading...