Materi S2C : Selasa, 21 Februari 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Petrus 3:9; Roma 12:14 & 1 Korintus 4:12
Tema : Panggilan Hidup seorang Imam Tuhan
adalah Memberkati.
PENDAHULUAN.
Sebagai Imam panggilan hidup kita, selain membawa damai namun juga harus bisa memberkati. Alkitab mengajarkan bahwa kita sebagai orang percaya dipanggil untuk memberkati 1 Pet. 3:9. Apa artinya memberkati ? Mari kita melihat apa artinya memberkati
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): arti memberkati bagi kita sebagai Imam Tuhan?
- Memberkati artinya adalah kita berdoa meminta berkat bagi orang lain.
- Kitab Yakobus mengatakan dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Kitab Yakobus mengajarkan bahwa mulut yang mengeluarkan perkataan tidak benar adalah dosa. Jadi kita harus memakai mulut kita untuk memberkati bukan mengutuk. Memberkati juga dapat berarti kita berdoa meminta berkat kepada Tuhan bagi orang lain.
- Tuhan Yesus mengajarkan yaitu :”Kasihilah musuhmu dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu”. Dalam hal ini hidup Tuhan Yesus memberikan contoh yang sempurna. Ketika orang-orang menyalibkan Dia dan membenci Dia, Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa di sorga bagi mereka supaya dosa mereka diampuni.
Aplikasi: Berdoa meminta berkat bagi orang lain adalah cara kita memberkati.
- Memberkati artinya adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
- “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” (Rom.12:14) “kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;” (1 Kor.4:12) “Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.” (1 Pet.3:9)
Aplikasi : Marilah kita memberkati dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
- Memberkati artinya kita menjadi saluran berkat bagi orang lain
- Hidup Kristus menjadi berkat bagi banyak orang. Kristus mati supaya orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal dan hidup yang berkelimpahan. Demikian juga kita harus menjadi saluran berkat, jadi garam dan terang dunia sehingga orang sekitar kita mengenal Allah (Mat.5:16).
- Kita dipanggil untuk menjadi berkat baik bagi orang percaya maupun bagi orang yang belum percaya Tuhan. Dan terutama kita harus memberikan berkat kepada saudara-saudara seiman kita. Ketika kita hidup saling mengasihi, saling rukun dan saling memberkati satu sama lain diantara saudara seiman, disanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan Maz.133.
- Hidup Kristus menjadi berkat bagi banyak orang. Kristus mati supaya orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal dan hidup yang berkelimpahan.
Aplikasi: Maukah kita menjadi saluran berkat bagi orang lain?
Kesimpulan. Dalam pembelajaran hari ini kita telah berbicara tentang tugas seorang imam adalah memberkati. Kita bisa memberkati dengan cara : 1) berdoa meminta berkat bagi orang lain, 2) tidak membalas kejahatan & 3) rela menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Marilah kita memakai momentum ini untuk membenahi hidup kita, membenahi sifat, sikap, tindakan dan perkataan kita, suka memberkati dan menjauhkan diri dari sifat suka mengutuk.Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 14 Februari 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Matius 5:9; 2 Korintus 5:18-19
Tema : Panggilan Hidup seorang Imam Tuhan
adalah Pendamai atau pembawa damai.
PENDAHULUAN.
Minggu lalu telah kita kita pahami bahwa Tuhanlah yang menetapkan kita sebagai imam-imamNya. Sebagai Imam ada tugas yang tidak boleh kita abaikan salah satunya yakni membawa damai. Dalam perjanjian Lama tugas seorang imam adalah menjadi pendamai, antara manusia dengan Allah (Im. 16:6, 34; 19:22). Dalam perjanjian Baru “Orang yang membawa damai disebut anak-anak Allah” Mat.5:9.
Orang-orang yang membawa damai dikatakan sebagai orang yang berani mengambil resiko dalam mencampuri perselisihan dengan maksud untuk mendamaikan, untuk memulihkan hubungan yang retak, dan bahkan untuk melakukan perbaikan bila perlu. Dan mereka juga memperhatikan langkah-langkah pencegahan supaya damai sejahtera tetap tercapai. “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran manusia” (2 Kor.5:19).
Oleh karena itu, kita orang percaya juga dipanggil untuk melaksanakan perdamaian yang telah terlebih dahulu dikerjakan oleh Allah bagi dunia ini- Rom.5:11; 2 Kor.5:18.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): bagaimana caranya agar kita bisa menjadi Imam yang pendamai atau pembawa damai?
- Zakharia 8:16 Berkata yang benar dengan kasih.
- Berkata yang benar bukan saja terlihat dalam tindakan, namun juga harus keluar dari hati- baca Yer. 9:8.
- Mengapa kita harus berkata-kata yang baik dan benar dengan kasih ? Ams 15:1; 18:4. Ketika berhadapan dengan kemarahan, jawaban yang lemah lembut akan mendorong untuk rukun kembali dan berdamai (1Sam 25:31-34), sedangkan kata-kata yang keras akan meningkatkan kemarahan dan permusuhan (Kol 4:5-6).
Aplikasi: Hendaklah kita selalu berkata yang benar dengan kasih, hal itu mendatangkan kedamaian.
- Zakharia 8:19 Panggilan kita sebagai imam yang mencintai damai.
- Hanya orang yang mempunyai panggilan (Mat.5:9) dan kita bisa menjadi pendamai atau pembawa damai di tengah lingkungan yang penuh dengan konflik apabila kita cinta damai.
- Paulus mencintai kedamaian. Kol.3:13 Paulus menasehatkan bahwa orang Kristen adalah seseorang yang pemaaf bukan pendendam. Orang Kristen dikenal sebagai pembawa damai meski dirinya berada di tengah-tengah konflik. Dan sekali lagi Paulus mendasarkan tindakan orang Kristen ini berdasar karya pengampunan Tuhan Yesus di kayu salib.
- Menjadi pendamai atau pembawa damai, tidak menjamin kita akan terbebas dari konflik atau gesekan dengan sesama, namun yang harus diperhatikan bukannya seberapa besar konflik itu, melainkan bagaimanakah sikap kita dalam menyikapi konflik tersebut? Apakah kita tetap mampu menjawab panggilan kita sebagai pembawa damai atau tidak?
Aplikasi: Hidupilah panggilan kita sebagai pembawa damai dan pendamai di tengah dunia yang miskin kasih dan membenci damai.
Kesimpulan. Sebagai Imam yang ditetapkan dan diurapi oleh Tuhan, hendaknya kita memahami panggilan kita sebagai pendamai dan bukan pembuat masalah. Dengan cara : perkataan kita selalu baik dan benar dengan penuh kasih dan kita menjadi pribadi yang suka atau cinta damai supaya tercipta damai dimanapun kita berada. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 7 Februari 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Petrus 2:1-10
Tema : Kita dipanggil, dipilih, ditetapkan dan diurapi sebagai
Imam-imam Tuhan.
PENDAHULUAN.
Memasuki bulan Februari sampai April kita akan belajar tentang Pilar IV: Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat.Point pertama: kita dipanggil, dipilih, ditetapkan dan diurapi. Sebagai Imamat yang Rajani (1 Petrus 2:9) kita semua yakin bahwa Allah tidak membeda-bedakan dalam hal panggilan, pemilihan, penetapan dan pengurapanNya.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Dari ayat nast di atas ada beberapa poin yang dapat kita pelajari antara lain:
- Bangsa yang terpilih, Imamat yang Rajani.
- Panggilan dan pilihan merupakan hak sepenuh dari Allah yang tidak dapat dipengaruhi oleh siapa pun-(BACA :1 Sam. 16: 6-13). Terbukti banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih (Mat. 22:14).
APLIKASI : Bila kita saat ini masuk dalam bilangan yang dipanggil dan dipilih, ini hanya karena kemurahan-Nya kepada kita, dicangkokkan kepada cabang yang asli (Israel Ul 10:15). Waspada, kalau kita tidak menghargai kemurahan-Nya, kita pasti akan terpotong (Rom. 11:19-22).
- Bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah
- Seorang imam harus hidup dalam kekudusan (Im. 19:2). Kudus/suci (bahasa Yunani: Hagios) arti “terpisah dan suci dari lingkungan atau yang mengikat; memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan; sesuatu yang layak atau terhormat; sebagai sarana yang dipersembahkan dengan tak bercacat. Sedangkan kudus (bahasa Ibrani: Qadosy) berarti: dikhususkan; terlepasnya seseorang dari sesuatu benda supaya dapat dipakai Tuhan. Tanpa kekudusan tak seorang pun akan melihat Tuhan (Ibr. 12:14b) dan tujuan akhir dari gereja Tuhan ialah menjadi jemaat tanpa cacat cela atau sempurna (Ef. 5:27). Sarana apa yang disediakan Tuhan untuk menguduskan imam-imam yang melayani? Firman-Nya (Yoh. 15:3); darah-Nya (Ibr. 10:14); hajaran-Nya (Ibr. 12:10) dan pengharapan akan kedatangan-Nya (2 Ptr. 3:11,14).
APLIKASI : Tuhan Yesus menjadi teladan sempurna dengan menyerahkan diri-Nya untuk Menguduskan kita (Tit. 2:14).
- Memberitakan perbuatan besar dari Allah
- Tugas utama dari imam yang dipanggil & dipilih oleh Allah adalah memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia terkait dengan keselamatan (Kis. 4:12; Yoh. 14:6; Mrk 16:15, Mat. 28:19). Allah Tuhan tidak mungkin mengurapi tanpa tujuan. Imam, Nabi dan Raja dipilih untuk menjadi wakil Tuhan melayani umatNya. Itulah mandat yang diemban oleh orang yang diurapi. Yesus (Yang Diurapi) datang untuk menjalankan misi Allah, misi penyelamatan manusia berdosa. Ia menggenapi seluruh jabatan-jabatan di dalam PL.
- Demikian juga kita orang-orang percaya yang diurapi, dipilih untuk menjalankan amanat agung. Itu sebabnya Petrus berkata, kamu adalah imamat yang rajani. Orang yang dikhususkan melayani bagi kerajaan Allah. Kepada kita sudah dicurahkan Roh Kudus bahkan diberikan kuasa untuk memberitakan Injil Kis.1:8).
APLIKASI: Kita adalah orang-orang yang sudah diurapi untuk tugas yang mulia bagi kepentingan kerajaan Allah. Maukah kita menjalankan kehendakNya sungguh-sungguh?
KESIMPULAN. Marilah kita menghargai panggilan Tuhan sebagai imam yang telah dikuduskan untuk memberitakan kabar keselamatan bagi semua orang. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 31 Januari 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Lukas 6:37-42; Yohanes 17:23
Tema : Arti Kesempurnaan
PENDAHULUAN.
Nats di atas menyatakan bahwa orang buta tidak bisa menuntun orang buta -Luk. 6:39. Untuk menuju kesempurnaan kita perlu belajar kepada Yesus. Luk. 6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya, sedangkan terjemahan lain “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya. Akan tetapi, setiap orang yang sudah terlatih akan menjadi seperti guru mereka”.
Kata “tamat” dalam bahasa Yunani mengandung arti sempurna, menyempurnakan, terjemahan lain mengatakan “terlatih”. Setiap kita perlu belajar. Binatang hidup melalui insting, berbeda dengan manusia, untuk berhasil manusia perlu belajar. Jika kita mau disempurnakan perlu belajar. Mari belajar kepada Yesus yaitu melalui FirmanNya.
Seorang olahragawan perlu pelatih. Seorang pelatih berfungsi baik karena ia dapat melihat kekurangan yang ada pada olahragawan (pemain sepak bola, petinju, dll) dan kemudian melatihnya.
Yesus sudah terlatih, sebab ia telah dilatih oleh BapaNya, contoh: pada waktu Yesus diperhadapkan dengan pilihan antara nyawanya dengan kehendak BapaNya, Yesus tetap berpegang pada Bapanya. Demikian kita, Tuhan melatih kita untuk merubah kelemahan kita. Untuk mendapatkan kesempurnaan perlu belajar, dilatih. Orang yang terlatih menuju kesempurnaan Yoh17:23.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): mengapa kita harus menuju kesempurnaan atau terlatih?
- 1 Tesalonika 3:10 apa gunanya kita terlatih/sempurna: Menambahkan apa yang masih kurang pada iman.
- Kata menambahkan iman kita artinya sempurna –Ibr.12 :2 dari iman menuju Iman sampai menjadi sempurna.
- Sudahkah kita menambahkan iman dalam kita? Apabila kita menumbuhkan iman dalam hidupnya maka kesempurnaan dalam hidup kita. Iman bisa membuktikan sesuatu yang mustahil menjadi yang mustahil. Apa yang muncul dari hati itu keinginan, jika kita ingin merubah hidup kita itu cita-cita. Jadi apa itu Iman? Iman itu apa saja yang kita lakukan tujuannya supaya Tuhan dimuliakan itulah iman.
Aplikasi : orang yang sempurna hidup kita menambahkan iman bagi dirinya dan orang lain serta membuat iman orang lain bertumbuh.
- Efesus 4:12; Ibrani 13:21 apa gunanya kita terlatih/sempurna: mampu melengkapi orang lain.
- 4:12; Ibr. 13:21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. “Segala hal yang baik” mengandung arti hidup yang berguna bagi orang lain. Tanpa melihat kekurangannya.
Aplikasi : orang yang sempurna melengkapi/hidup berguna bagi orang lain tanpa menghakimi kelemahan orang lain.
- Galatia 6:1 apa gunanya kita terlatih/sempurna: memimpin orang ke jalan yang benar.
- 6:1 Ingin menjadi sempurna maka ketika berjalan dalam kebenaran – Yoh. 14:6. Kita perlu tahu tentang jalan kebenaran. Kebenaran itu adalah Firman yang menuntun ke jalan benar.
Aplikasi : orang yang sempurna menuntun kepada kebenaran.
Kesimpulan. Orang yang sempurna adalah ia yang bersedia : 1). Bersedia membangkitkan iman, menunbuhkankannya untuk orang lain,2). Melengkapi orang lain tanpa melihat kekurangan / kelemahan, dan 3). Hidup dalam jalan kebenaran. Jangan merusak kesempurnaan Tuhan apabila kita memimpin ke arah jalan yang salah. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 24 Januari 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Matius 5:17 dan 48
Tema : The Perfection (Kesempurnaan) Bag-2
PENDAHULUAN.
Minggu lalu telah kita pahami arti kesempurnaan bahwa Yesus datang untuk menyempurnakan bukan meniadakan rencana BapaNya dan Yesus bisa sempurna karena ia melakukan kehendak Bapa, bukan kehendak dirinya. Ia taat kepada Bapanya itulah kesempurnaan- Luk. 22:42. Jika yang sempurna datang, maka yang tidak sempurna akan hilang-1kor 13:10. Mari kita belajar dari Yesus arti kesempurnaan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Yesus mengajarkan arti kesempurnaan:
- Kesempurnaan itu membawa kesabaran, kerendahan hati, dan melakukan hal-hal yang sopan/pantas .
- 1Kor 13:4 – Kesempurnaan itu membawa kesabaran . Sabar itu mengandung janji, murah hati, serta tidak ada rasa dengki.
- Mengapa kita harus sabar? Kesempurnaan itu perlu proses, seperti seorang petani yang dengan tekun dan sabar ia menunggu musim panen. Demikian Umat Tuhan yang sempurna (untuk menerima berkat, janji Tuhan) perlu kesabaran.
Aplikasi: orang yang disempurnakan adalah pribadi yang sabar. Suami sabar terhadap istri, demikian sebaliknya. Orangtua sabar terhadap anaknya demikian sebaliknya.
- 1 Kor. 13:4 – Kesempurnaan itu membuat kita bisa rendah hati.
- Mengapa kita harus rendah hati? Kerendahan hati membawa kepada berkat-berkat Tuhan – Ul. 8:3, 16; Maz22:27 makan dan kenyang; Maz 25:9 Tuhan membimbing dan mengajarkan jalanNya; Maz 37: 11 mengalami kesejahteraan yang berlimpah-limpah; Maz 149:4 mengalami keselamatan; Ams 3:34 dikasihi Allah. Ams 18:21, 22:4 mendapat kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
- Lawan kata dari rendah hati ialah kesombongan. Sombong itu sifat (dari dalam), Megah diri perkataan (dari luar/mulut besar). Apabila kita tidak mau disempurnakan maka kita bisa menjadi sombong Lawan orang yang sombong adalah Tuhan sendiri.2 Sam. 22:28; 1 Pet 5:5.
Aplikasi : Orang yang disempurnakan maka ia tidak sombong dapat menerima yang kelemahan orang lain. Kesempurnaan itu artinya kesombongan diganti dengan sifat yang rendah hati.
- 1 Kor 13:5 Kesempurnaan itu memberi kesanggupan untuk melakukan hal-hal yang sopan/pantas.
- Orang yang sopan adalah ia bekerja dengan tangannya sendiri dan tidak menjadi beban bagi orang lain dan melakukan apa yang kudus 1 Tes 4:7-8, 11-12; Roma 13:11-14.
Aplikasi : Orang yang sempurna ia tidak melakukan yang tidak pantas bagi Allah.
Kesimpulan. Maukah kita di tahun ini disempurnakan oleh Allah? jika kita mau sempurna maka ada kesabaran, kerendahan hati dan dengan lebih bersungguh-sungguh lagi melakukan hal-hal yang sopan/pantas baik bagi Tuhan dan orang lain. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 17 Januari 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Matius 5:17 dan 48
Tema : The Perfection (Kesempurnaan) Bag-1
PENDAHULUAN.
Apabila kita ditahun yang lalu mengalami kepenuhan Allah, dimana kita memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus Ef.3: 17-19 maka ditahun 2017 ini semakin kita disempurnakan pengenalan kita akan Allah didalam Yesus Kristus.
Bapak Gembala Dr. King AR menyampaikan pesan Tuhan dalam ibadah Tutup Tahun 2016 bahwa kita memasuki tahun 2017 Tema tahunan GBI KelIR yaitu The Perfection (Kesempurnaan).
Kesempurnaan bukan berbicara tentang diri kita, namun berbicara tentang Bapa kita yang sempurna-Mat 5:48. Yesus datang merupakan utusan yang benar. Ia tidak meniadakan hukum Taurat, tetapi menggenapi (bahasa Yunani “Pleroo” artinya sempurna)-Mat 5:17. Apa yang dikerjakan Yesus adalah sebuah kebenaran. Berikut ini kita akan memahami arti dari kesempurnaan melalui kedatangan Yesus di muka bumi ini.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Apa yang arti dari kesempurnaan itu?
- 5:17 Kesempurnaan itu adalah Yesus Datang sebagai Manusia itu adalah penggenapan.
- Yesus datang sebagai manusia itulah kebenaran dari penggenapan dari nubuat para nabi-nabi. Jika Allah tidak menjelma menjadi manusia bukan kebenaran. Kej. 1:27 Manusia dicipta segambar dengan Allah.
- Yoh 8:42-44 Yesus datang dari Allah dan keluar dari Allah. dan Yesus adalah Allah itu sendiri. Berbicara Ayah, ibu dan anak itulah prinsip manusia yang sebut sebuah keluarga. Allah kita tidak tiga tetapi mempunyai tugas 3, yaitu Allah sebagai Bapa, Allah sebagai Anak, dan Allah sebagai Roh Kudus.
- 1:27 Manusia diciptakan segambar dengan Allah. Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yoh 1:14 Firman itu telah menjadi Manusia dan diam bersama kita. Allah itu serupa dengan manusia. Yesus datang sebagai manusia. Allah itu gambar manusia. Yesus datang sebagai manusia adalah sebuah kebenaran (merupakan penggenapan / kesempurnaan).
APLIKASI : Agar Dasar Iman kepada Yesus tidak tergoyahkan!
- Mat 5:48 Kesempurnaan itu adalah Yesus datang untuk melakukan kehendak BapaNya.
- Mat 5:48. Bapa kita sempurna. Tugas bapa berbicara tentang kesempurnaan. Yesus mengajarkan kita supaya kita melakukan kehendak Bapa.
- Yoh 14:28 Yesus tidak menyebut dirinya Allah, sebab itu sebagai Anak Yesus berkata bahwa Bapa itu lebih besar dari Yesus, ia tidak berkata bahwa Allah lebih besar dari Yesus.
- Jika kita menjadikan Bapa sebagai Tuhan maka kita harus paham bahwa Yesus datang dari Bapa dan keluar dari Bapa. Yesus menggenapi (menyempurnakan) ketika ia berkata “sudah selesai” Yoh 19:30 Anak yang menjadikan sempurna, sehingga kita menjadi sempurna.
APLIKASI: kita bisa menuju kesempurnaan, apabila kita percaya kepada Yesus dan melakukan pekerjaan Bapa (Mat. 5:17-18, Mat 7:21, Yoh 14:10).
KESIMPULAN. Untuk menuju kesempurnaan: Tahun 2017 kita memahami bahwa Yesus datang untuk menggenapi pekerjaan BapaNya. Kita akan disempurnakan apabila Tuhan ada di dalam kita. Maka Bapa percaya kepada kita, dan menunjukkan Rencana/kehendakNya yang sempurna untuk kita lakukan atau kerjakan baik bagi keluarga, pelayanan, pekerjaan, gereja, bangsa dan negara. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Nats : Matius 5:17 dan 48
Tema 2017 : The Perfection (Kesempurnaan)
Apabila kita ditahun yang lalu mengalami kepenuhan Allah, dimana kita memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus Ef.3: 17-19 maka ditahun 2017 ini semakin kita disempurnakan pengenalan kita akan Allah didalam Yesus Kristus.
Bapak Gembala Dr. King AR menyampaikan pesan Tuhan dalam ibadah Tutup Tahun 2016 bahwa kita memasuki tahun 2017 Tema tahunan GBI KelIR yaitu The Perfection (Kesempurnaan).
Kesempurnaan bukan berbicara tentang diri kita, namun berbicara tentang Bapa kita yang sempurna-Mat 5:48. Yesus datang merupakan utusan yang benar. Ia tidak meniadakan hukum Taurat, tetapi menggenapi (bahasa Yunani “Pleroo” artinya sempurna)-Mat 5:17. Apa yang dikerjakan Yesus adalah sebuah kebenaran. Berikut ini kita akan memahami arti dari kesempurnaan melalui kedatangan Yesus di muka bumi ini.
Apa yang arti dari kesempurnaan itu?
1. 5:17 Kesempurnaan itu adalah Yesus Datang sebagai Manusia itu adalah penggenapan.
- Yesus datang sebagai manusia itulah kebenaran dari penggenapan dari nubuat para nabi-nabi. Jika Allah tidak menjelma menjadi manusia bukan kebenaran. Kej. 1:27 Manusia dicipta segambar dengan Allah.
- Yoh 8:42-44 Yesus datang dari Allah dan keluar dari Allah. dan Yesus adalah Allah itu sendiri. Berbicara Ayah, ibu dan anak itulah prinsip manusia yang sebut sebuah keluarga. Allah kita tidak tiga tetapi mempunyai tugas 3, yaitu Allah sebagai Bapa, Allah sebagai Anak, dan Allah sebagai Roh Kudus.
- 1:27 Manusia diciptakan segambar dengan Allah. Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yoh 1:14 Firman itu telah menjadi Manusia dan diam bersama kita. Allah itu serupa dengan manusia. Yesus datang sebagai manusia. Allah itu gambar manusia. Yesus datang sebagai manusia adalah sebuah kebenaran (merupakan penggenapan / kesempurnaan).
APLIKASI : Agar Dasar Iman kepada Yesus tidak tergoyahkan!
2. Mat 5:48 Kesempurnaan itu adalah Yesus datang untuk melakukan kehendak BapaNya.
- Mat 5:48. Bapa kita sempurna. Tugas bapa berbicara tentang kesempurnaan. Yesus mengajarkan kita supaya kita melakukan kehendak Bapa.
- Yoh 14:28 Yesus tidak menyebut dirinya Allah, sebab itu sebagai Anak Yesus berkata bahwa Bapa itu lebih besar dari Yesus, ia tidak berkata bahwa Allah lebih besar dari Yesus.
- Jika kita menjadikan Bapa sebagai Tuhan maka kita harus paham bahwa Yesus datang dari Bapa dan keluar dari Bapa. Yesus menggenapi (menyempurnakan) ketika ia berkata “sudah selesai” Yoh 19:30 Anak yang menjadikan sempurna, sehingga kita menjadi sempurna.
APLIKASI: Kita bisa menuju kesempurnaan, apabila kita percaya kepada Yesus dan melakukan pekerjaan Bapa (Mat. 5:17-18, Mat 7:21, Yoh 14:10).
3. Kesempurnaan itu membawa kesabaran, kerendahan hati, dan melakukan hal-hal yang sopan/pantas .
a) 1Kor 13:4 – Kesempurnaan itu membawa kesabaran . Sabar itu mengandung janji, murah hati, serta tidak ada rasa dengki.
• Mengapa kita harus sabar? Kesempurnaan itu perlu proses, seperti seorang petani yang dengan tekun dan sabar ia menunggu musim panen. Demikian Umat Tuhan yang sempurna (untuk menerima berkat, janji Tuhan) perlu kesabaran.
Aplikasi: orang yang disempurnakan adalah pribadi yang sabar. Suami sabar terhadap istri, demikian sebaliknya. Orangtua sabar terhadap anaknya demikian sebaliknya.
b) 1 Kor. 13:4 – Kesempurnaan itu membuat kita bisa rendah hati.
• Mengapa kita harus rendah hati? Kerendahan hati membawa kepada berkat-berkat Tuhan – Ul. 8:3, 16; Maz22:27 makan dan kenyang; Maz 25:9 Tuhan membimbing dan mengajarkan jalanNya; Maz 37: 11 mengalami kesejahteraan yang berlimpah-limpah; Maz 149:4 mengalami keselamatan; Ams 3:34 dikasihi Allah. Ams 18:21, 22:4 mendapat kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
• Lawan kata dari rendah hati ialah kesombongan. Sombong itu sifat (dari dalam), Megah diri perkataan (dari luar/mulut besar). Apabila kita tidak mau disempurnakan maka kita bisa menjadi sombong Lawan orang yang sombong adalah Tuhan sendiri.2 Sam. 22:28; 1 Pet 5:5.
Aplikasi : Orang yang disempurnakan maka ia tidak sombong dapat menerima yang kelemahan orang lain. Kesempurnaan itu artinya kesombongan diganti dengan sifat yang rendah hati.
c) 1 Kor 13:5 Kesempurnaan itu memberi kesanggupan untuk melakukan hal-hal yang sopan/pantas.
• Orang yang sopan adalah ia bekerja dengan tangannya sendiri dan tidak menjadi beban bagi orang lain dan melakukan apa yang kudus 1 Tes 4:7-8, 11-12; Roma 13:11-14.
Aplikasi : Orang yang sempurna ia tidak melakukan yang tidak pantas bagi Allah.
Kesimpulan. Maukah kita di tahun ini disempurnakan oleh Allah? jika kita mau sempurna maka ada kesabaran, kerendahan hati dan dengan lebih bersungguh-sungguh lagi melakukan hal-hal yang sopan/pantas baik bagi Tuhan dan orang lain. Amin.
Materi S2C : Selasa, 28 Juni 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Timotius 3:8-13
Tema : Kepribadian Pelayan Tuhan
PENDAHULUAN.
Jika kemarin kita belajar tentang arti melayani dan memahami prinsip-primsip dalam melayani Tuhan dan Materi penutup pembelajaran pilar ke dua bagaimana sikap kita dalam melayani. Melayani Tuhan tidak lepas dari kepribadian pelayan Tuhan itu sendiri. Nats diatas menjelaskan keistimewaan kepribadian seorang pelayan Tuhan. Lebih banyak orang melayani pekerjaan Tuhan memang lebih mulia, tetapi hendaklah kita memperhatikan segala syarat Firman Tuhan dibawah ini yang harus dipenuhi tiap-tiap pelayan Tuhan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Kepribadian Pelayan Tuhan!
- Seorang yang sopan
- Seorang yang sopan ialah orang yang hidup dalam batas hidup kesopanan. Pakaiannya, perkataannya, kelakuannya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ia tidak menjadi duri dalam rumah tangganya, dalam tempat pekerjaannya, dan di tengah – tengah masyarakat
- Bagi orang yang sopan, nama baik dan suasana hidup yang tentram adalah lebih mulia dan agung daripada menjalankan hawa nafsu dunia yang membuat cemar. Ams. 22:1
- Seorang yang tidak bercabang lidah
- Lidah bercabang artinya selalu mengucapkan perkataan-perkataan yang tidak benar dengan maksud untuk mengacaukan.
- Lidah yang bercabang dapat merusakkan persekutuan ilahi dalam gereja Tuhan. Ia perusak nyawa orang Ams 15:4. Ia adalah seorang yang pembawa celaka dan pembunuh Yak 3:3-12. Tetapi lidah pelayan Tuhan yang sejati selalu membawa kebenaran dan berkat Allah.
- Seorang yang bukan pecandu Anggur
- Anggur itulah suatu minuman yang mengandung gaya untuk menawan orang. Minuman sedikit dalam perjamuan suci akan membawa berkat. Tetapi minuman banyak oleh karena hawa nafsu mabuk, ia akan menawarkan dan mengikat jiwa kita.
- Sekali tertawan oleh anggur atau minuman keras maka perbuatan-perbuatan-perbuatan dosa yang lain akan mengikuti. Iblis akan merajalela dalam hidup kita dan membawa dalam kebinasaan. Sama halnya dengan merokok yang juga mempunyai gaya penawan jiwa manusia.
- Ambilah komitmen untuk melepaskan ikatan dosa dengan hidup dipimpin Roh kudus. Setiap pelayan Tuhan tentu ia akan dipenuhi Roh kudus – 1Kor 6:19-20. Ia memelihara tubuhnya yang adalah bait Allah dimana Roh Allah berdiam didalam hidupnya.
- Seorang yang tidak mencari laba yang keji
- Laba atau untung yang keji, tidak boleh menjadi usaha penghidupan anak Tuhan. Ams 11:1; 20:23.
- Janganlah seorang pelayan Tuhan mencari keuntungan di meja judi, di tempat percabulan dan kemabukan, dan lainnya. Takutlah akan Tuhan, karena di dalam Tuhan kita tidak akan kekurangan yang baik Maz. 34:10-11.
Kesimpulan. Dalam 2 Korintus 5:17 sesungguh kita adalah ciptaan baru. Dialah yang menciptakan kepribadian kita. Sifatnya dan karakter Allah dalam hidup kita. Kita mempunyai kepribadian Kristus, itu sebabnya kita melayani Dia dengan kasih. Amin Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 21 Juni 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Petrus 5:1-6
Tema : Prinsip dalam Melayani bagian 2
PENDAHULUAN.
Selasa yang lalu telah kita pelajari prinsip dalam melayani : melayani dengan kerelaan hati kita dan melayani dengan sikap yang rendah hati. Selanjutnya kita akan belajar tiga dan keempat prinsip dalam melayani.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip dalam melayani !
- Prinsip Ketiga: Melayani dengan pengabdian diri – 1 Pet.5:2c
- Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi atau mengabdikan. Seorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya biasanya berpedoman hidup: “Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan imbalan apa-apa.”
- Pengabdian Berarti Berbuat Sesuatu Bagi Orang Lain Tanpa Menuntut Imbalan Jasa. Pengabdian bukan perbudakan, sebab perbudakan selalu disertai dengan paksaan dan ketakutan, yang akhirnya menimbulkan pemberontakan. Tidak ada perbudakan yang menghasilkan kebahagiaan karena akan berakhir pada kehancuran.
- Hamba yang tidak mau mengabdikan diri mempunyai kecenderungan untuk mengkritik dan menuduh tuannya bertindak sewenang-wenang. Mat.25: 24-25 Hamba tersebut mengkritik dan menuduh tuannya sebagai orang kejam. Dari dua ayat ini kita dapat menyaksikan bahwa permasalahannya bukan jumlah. Hamba itu tidak rela mengabdi. Ia merasa diperas dan diperalat tuannya.
- Seorang hamba baru bisa dikatakan mengabdi jika ia berbuat sesuatu bagi tuannya tanpa mengharapkan balas jasa. Matius 25:14-30 menggambarkan dengan jelas arti pengabdian. Hamba yang menjalankan modal tuannya sehingga mendapat untung bagi tuannya, disebut sebagai hamba yang baik dan setia. Tetapi hamba yang tidak mau mengabdi dipecat dari jabatannya.
- Demikian pula orang yang mengabdi kepada sesama. Ia akan bertindak dan berkorban bagi sesama tanpa mengharapkan imbalan jasa. Dalam hal ini, kita dapat melihat para donor darah. Mereka menyumbangkan darahnya bagi mereka yang memerlukan, tanpa menuntut imbalan apa pun, sebab tujuannya adalah mengabdi kepada sesamanya.
- Bagi pengikut Kristus sejati, pengabdiannya adalah seumur hidup dan terus-menerus.
- Prinsip Keempat : Melayani layak menerima upah/reward-penghargaan – 1 Pet 5:4
- Menjalani hidup yang melayani Tuhan ditutup dengan prinsip yang penting, ada upah, ada reward yang diberikan Tuhan kepada kita. Alkitab tidak bicara secara jelas tetapi Alkitab memakai kata “mahkota.” Mahkota kehidupan, mahkota kebenaran, mahkota abadi, mahkota yang tidak dapat layu, itu kata yang dipakai menunjukkan satu penghargaan yang diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang melayaniNya. Alkitab memberitahu dengan jelas pasti ada reward dari Tuhan.
- Walaupun motivasi kita melayani bukan karena upah, akan tetapi Allah menyediakan upah bagi yang melayani Dia dengan sungguh-sungguh. Dalam 1 Korintus 3:8; 15:58, Why 22:12 ayat-ayat ini senantiasa mengingatkan kita tidak ada yang hilang dari apa yang kita kerjakan dan lakukan bagi Tuhan.
- Reward itu tidak pernah berkaitan dengan kuantitas, reward itu berkaitan dengan kualitas- Matius 10:42. Bila mengerjakan bagi Tuhan, upahnya tidak akan lalu daripadanya.
Kesimpulan. Menjalani hidup yang melayani Tuhan kiranya boleh menjadi panggilanNya kepada kita pada hari ini. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 14 Juni 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Petrus 5:1-6
Tema : Prinsip dalam Melayani bagian 1
PENDAHULUAN.
Pilar ke 2 point kedua bagaimana sikap kita dalam melayani. Kita tidak perlu lagi sebenarnya bertanya kenapa kita harus melayani; kita tidak perlu lagi berkata apa yang Tuhan sudah berikan bagiku sehingga aku harus melayani Dia; kita tidak perlu merasa minder merasa tidak ada hal yang bisa kita kerjakan di dalam pelayanan; kita juga tidak boleh berkata tidak ada yang bisa kita beri sebab kita tidak punya.
Satu fondasi yang penting dalam sikap melayani: karena hidup kita itu sudah mendapatkan terlalu banyak hal, kita sudah menikmati setiap anugerah dari Tuhan, terlebih lagi kita sudah ditebus oleh Yesus Kristus dan digembalakan olehNya.
Kata ini penting sekali: pelayanan Tuhan Yesus sebagai seorang gembala. Gembala berarti apapun yang Dia kerjakan dan lakukan adalah bagaimana perhatianNya kepada umatNya. Biar kata itu mengingatkan kita betapa besar cinta kasih pengorbanan Tuhan bagi setiap kita di dalam Dia melayani kita.
Rasul Petrus mengingatkan hal yang paling penting dalam melayani adalah bagaimana sikap, hati dan motivasi kita di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya Petrus meletakkan empat hal yang paling penting di dalam hati setiap kita yang mau melayani Tuhan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Prinsip dalam melayani !
- Prinsip pertama: melayani sesuai dengan kerelaan hati
- 1Petrus 5:2- Sukarela berarti kita tidak melakukannya karena terpaksa. Sukarela berarti kita boleh memaksa.
- Sukarela itu keluar dari jiwa yang tahu apa yang ada padanya adalah sesuatu yang sudah diberi terlebih dahulu.
- Sukarela berarti kita tahu apa yang kita lakukan ini bukanlah suatu jasa yang kita harus dipuji oleh orang lain tetapi sesuatu yang memang ada dan mengalir keluar limpah di dalam hidup setiap kita.
- Sukarela memberikan satu kesadaran tidak ada sesuatu yang kita rasa berat pada waktu itu mengalir dengan sukarela. Tetapi jikalau hati kita tidak ada sukarela, sesuatu yang ringan pun tidak akan bisa bergerak dalam hidup kita sebab kita rasa terlalu berat untuk kita tanggung.
- Contoh : Rasul Paulus rela untuk melayani baik dalam keadaan yang tidak enak sekalipun – Kis 21:13.
- Prinsip kedua : melayani identik dengan kerendahan hati – Kis 20:19
- Kerendahan hati penting dan perlu karena di tengah jabatan dan kedudukan kita sebagai seorang yang melayani Tuhan terlalu gampang dan mudah kita rasa kita layak dan congkak. Rendah hati selalu membawa hati mawas diri.
- Ada satu kesadaran kita ingin terus-menerus menolong orang tanpa peduli bagaimana sikap dan respons orang itu menghargai dan berterimakasih atas pelayanan kita atau tidak, itu boleh menjadi salah satu tolok ukur berapa rendah hatinya kita. Tetapi pada waktu kita sudah menolong orang lalu kita mendapat respons yang tidak sepadan dari orang itu lalu kemudian itu membuat kita marah dan kehilangan sukacita, di situ mungkin kita perlu belajar bisa jadi “kerendahan hati” kita menolong orang lain dengan satu tujuan supaya kita dipuji oleh orang itu. Tidak gampang dan tidak mudah, tetapi itulah natur kerendahan hati.
Kesimpulan. Dua prinsip dalam melayani : melayani dengan kerelaan hati kita dan melayani dengan sikap yang rendah hati. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!