Materi S2C : Selasa, 08 Mei 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : Maleakhi 2:10-16
Tema : Tujuan keluarga sesuai Firman Tuhan
PENDAHULUAN.
Berkorban berarti menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; menjadi korban; menderita (rugi dan sebagainya). Setiap anggota keluarga rela berkorban demi keluarganya, seperti orang tua bekerja mencari nafkah, mendidik dan mengasuh anak. Anak berbakti dan membantu orang tua tanpa pamrih, dan sebagainya. Rela berkorban semata-mata berarti ”mengorbankan kepentingan, kebahagiaan, serta keinginan, demi tugas atau kesejahteraan orang lain”.
Pernikahan dan keluarga Kristen mempunyai tujuan yang jelas karena memang untuk maksud itulah Allah menciptakan lembaga pernikahan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Tujuan keluarga sesuai Firman Tuhan?
- Tujuan Sebuah Keluarga adalah menjadi gambaran dari Perjanjian Allah
Pernikahan melibatkan satu perjanjian dihadapan Tuhan. Pernikahan juga merupakan kesatuan yang tercipta dari suatu komitmen dari janji-janji yang timbal balik. Komitmen ini tersirat dari sejak mulanya di dalam konsep meninggalkan orangtua dan bersatu dengan istrinya– Mal.2:14; Ams 2:17. Dan Allah adalah saksi atas suatu pernikahan. Dialah yang mengadakan pernikahan dan menjadi saksi atas janji-janji tersebut–Mat 19:6. Kepada Tuhanlah kedua mempelai mengucap janji untuk sehidup semati, berjanji untuk setia, dan mengasihi Tuhan.
Hal ini penting karena tujuan agar manusia dapat memegang perjanjiannya, seperti Allah tetap setia dengan perjanjianNya-Ul.7:9; Kej.17:9. Berilah ilustrasi!
- Tujuan sebuah keluarga adalah menghasilkan karakter ilahi
Sesungguhnya, keluarga adalah alat Tuhan untuk menggenapi misi Allah. Dan apabila keluarga “tidak memiliki” misi Allah menghasilkan karakter Ilahi, kita pasti akan mengalami masalah dalam keluarga, tidak dapat mengalami berkat-berkat Tuhan, dan tidak dapat memberi dampak kepada dunia. Ada beberapa hal yang ingin Tuhan bangun di dalam sebuah keluarga, yaitu Karakter Ilahi (iman Kepada Allah)-II Tim.1:5. Betapa pentingnya kita memiliki standar Ilahi di dalam kehidupan keluarga. Standar Ilahi yang kita tetapkan saat ini, akan diwariskan kepada anak-anak kita dan kepada generasi berikutnya secara turun-temurun. Berilah ilustrasi!
- Tujuan sebuah Keluarga adalah dasar untuk membangun hubungan & persekutuan yang berpusatkan kepada Tuhan.
Ul.6:4-9 – Di dalam keluarga-lah, prinsip & dasar hubungan dengan Tuhan dan sesama diletakkan. Sebagai contoh, bagaimana seorang anak akan melayani Tuhan ataupun berinteraksi dengan sesama setelah ia dewasa tidak terlepas dari bagaimana pola asuh yang ia terima dari keluarganya dan sangat terpengaruh oleh prinsip-prinsip yang telah ditanamkan sejak masa kecilnya.
Melalui pernikahan dan keluarga Kristen manusia dipersiapkan untuk betul-betul menjadi manusia yang seutuhnya. Melalui keluarga kita seharusnya memahami kehendak Allah-Ul.30:11-14, 4:7-8.
Panggilan kepada semua Keluarga Kristen adalah untuk mewujudkan kehendak Allah di dalam kehidupan mereka supaya dapat memancarkan kasih Allah di tengah–tengah masyarakat sekitar. Di dalam keluarga kristen orang tua dan anak saling hidup di dalam kasih. Tanpa kasih suasana Keluarga akan terasa hambar. Jadi arti Keluarga Kristen adalah tempat pelaksanaan kasih, pelayanan, dan pendidikan secara nyata bagi anggota–anggotanya.
Kesimpulan. Tujuan Keluarga yang sesuai Firman Tuhan menjadi gambaran dari Perjanjian Allah, menghasilkan karakter Ilahi dan dasar untuk membangun hubungan & persekutuan yang berpusatkan kepada Tuhan. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 01 Mei 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Yohanes 3:14-16
Tema : Arti korban dan mengorbankan
PENDAHULUAN.
Bulan Mei ini kita akan mempelajari intisari pilar VIII (8) Keluarga Imamat Rajani, yaitu menjadikan Jemaat yang berotoritas dengan Prinsip Keluarga, point ke-satu:Tidak mengorbankan keluarga demi mencapai tujuan. Pilar 8 adalah penerapan prinsip keluarga dalam pengelolaan hidup yang berotoritas kerajaan Allah. Fokus dalam bagian ini ditujukan kepada setiap orang percaya untuk tidak mengorbankan keluarga dan nilai-nilai kekeluargaan dalam mencapai tujuan maupun kekuasaan dalam bidang apapun. Otoritas adalah wewenang, hak atau kuasa untuk mewajibkan kepatuhan. Dari segi iman Kristen, Allah mempunyai hak dan kuasa tertinggi untuk menuntut kepatuhan, karena Dialah sang Pencipta dan Tuhan segala bangsa. Otoritas itu penting karena otoritas akan mengendalikan hidup seseorang: 1) Mempengaruhi perilaku kita (baik atau buruk); 2) Mempengaruhi keputusan-keputusan kita (benar atau salah); 3) Mempengaruhi pilihan-pilihan kita (ya atau tidak).
Secara umum, akhir-akhir ini ada krisis otoritas yang menyebar luas dalam masyarakat, dan satu-satunya otoritas yang diterima oleh banyak orang adalah otoritas yang secara sadar dipilih oleh dirinya sendiri. Ukuran untuk baik dan buruk, benar dan salah, ya dan tidak, diukur oleh diri sendiri tanpa alat (indikator) yang jelas. Memang kitalah yang mengambil keputusan dari sekian banyak pilihan hanya saja atas dasar (otoritas) apa kita mengambil keputusan tersebut? Sebagai anak-anak Raja, kita memiliki kuasa untuk mengelola berkat Tuhan yang dipercayakan selama kita hidup di dunia ini, namun kuasa itu adalah dari Raja segala raja, dari Tuhan Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri dan mati karena kasihNya bagi kita. Hendaknya dalam kehidupan ini, setiap anak-anak Tuhan berpadanan pada Yesus, yang hidup bagi misi Allah Bapa dan kasihNya kepada mempelaiNya yaitu gereja Tuhan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):Arti korban dan mengorbankan?
- Persembahan nyawa
Ini merupakan ungkapan kasih yang lebih besar dari umat percaya, apabila seseorang yang mengorbankan nyawa untuk kemuliaan Kristus maupun untuk saudara-saudara atau sesama-1Yoh.3:16, keluarga kita dan lain sebagainya-Mat.10:39; Luk.14:26; Yoh.15:13; Kis.15:26.
Sebagi contoh: Kisah dari Stefanus, martir pertama yang dibunuh oleh kaum Farisi dengan melemparinya dengan batu-Kis.7:54-60. Aplikasinya: Kesediaan berkorban dan menderita bagi orang lain dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri, itulah makna dari persembahan nyawa tersebut.
- Persembahan tubuh
Persembahan tubuh, yakni memelihara kekudusan hidup dengan menjauhkan diri dari perbuatan najis dan dosa yang tidak berkenan kepada Tuhan-Rom.12:1; Yak.1:27. Aplikasi : setiap anggota keluarga wajib menjaga kekudusan hidup, supaya persembahan kita berkenan kepada Allah & merupakan ibadah yang sejati.
- Persembahan hati dan mulut, dengan menaikkan puji-pujian dan bibir yang memuliakan Allah dengan ucapan syukur – Ibr.13:15;Maz.28:7; 30:4; 51:19; Ef.5:1-20.
“Di segala tempat dan situasi kita tidak boleh menggunakan lidah dan mulut kita untuk hal-hal yang menyakitkan hati Allah dan orang lain, tetapi justru dipakai untuk memuliakan Dia-Yak3:5. Aplikasi : Keluarga yang senantiasa mengucapkan syukur sebagai korban kepada Allah, akan mendatangkan berkat Tuhan.
Kesimpulan. Tidak mengorbankan keluarga demi mencapai tujuan dapat terwujud apabila kita memahami arti korban dan mengorbankan dari Teladan Yesus, dimana Ia persembahan nyawa, persembahan tubuh serta persembahan hati dan mulut. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 24 April 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : 2 Tawarikh 7:14
Tema : Dampak dari ‘kendali’ Kerajaan Allah
PENDAHULUAN.
Menghasilkan pribadi yang membawa dampak yang positif bagi lingkungannya
Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka- 2 Taw.7:14
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Dampak dari ‘kendali’ Kerajaan Allah?
- Raja Kemuliaan berkenan tinggal
Waktu Allah hadir, kemuliaan Allah Tuhan turun. Waktu kemuliaan Allah turun banyak terjadi mujizat. Ada banyak pemimpin/raja di Alkitab waktu datang mencari wajah Tuhan walau musuh dua kali lipat. Raja Asa, Tuhan yang berperang- 2 Taw.14:8. Raja Asa datang dengan kerendahan hati; ia mencari Allah. Selama Ia masih berkenan carilah Dia, masih ada kasih karunia Tuhan. Selama kita mencari Tuhan, semua persoalan akan diatasi.
2 Taw.14:14-15 Mereka mengalahkan semua kota di sekeliling Gerar, karena ketakutan yg dari Tuhan menimpa penduduknya. Mereka menjarahi semua kota itu, karena jarahan yang besar terdapat disitu. Ketika Raja Kemuliaan yaitu Tuhan sendiri berkenan tinggal dikota dimana kita ada, maka Ia memberikan keamanan dari segala penjuru – 2 Taw.15:12-15 Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari Tuhan, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa-2 Taw.3-7. Carilah Tuhan dan kekuatanNya!
- Perkenan Tuhan untuk pemulihan Bangsa
Seringkali kita lupa bahwa berdoa untuk bangsa dan negara adalah suatu yang berkenan di hati Allah-1 Tim.2: 1-3. Kalau setiap kita mendoakan bangsa ini, maka ada sesuatu yang bisa kita harapkan atas negara kita. Sebab apapun yang dilakukan oleh bangsa ini bagi pemulihannya, tidak akan mungkin terjadi tanpa campur tangan Allah. Itulah sebabnya kita terdorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara kita, baik bagi pemimpin dan juga masyarakat yang ada di dalamnya sehingga Allah melawat mereka dan memakai mereka sebagai alat di tangan-Nya untuk memulihkan bangsa kita.
- Kita hidup tenang dan tenteram
Bisa tidaknya kita hidup tenang dan tenteram, itu tergantung dari bagaimana keadaan bangsa dan negara kita sendiri. Kepedulian kita merupakan sebuah hal yang wajib. “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” 1Tim.2: 3-4. Tuhan tidak ingin satupun dari manusia ciptaanNya untuk binasa. Dia telah menjadikan segala sesuatu itu amat sangat baik sejak semula. Tidak satupun bagian dunia ini yang sengaja Dia ciptakan untuk mengalami kehancuran. Dia tidak pernah bersenang hati melihat runtuhnya sebuah negara dan bangsa.
Kuasa doa itu sesungguhnya amat besar, apalagi jika dilakukan oleh orang yang benar-Yak.5:16b. Ketenangan dan ketenteraman hanya akan dapat kita miliki di negara kita ini, apabila kita mengandalkan Tuhan di dalamnya-1 Tim.2: 2. Kalau bukan Tuhan yang melawat kota dan bangsa kita, maka mustahil kita akan mendapatkan ketenangan di tengah-tengah bangsa dan negara ini-Maz.127:1b.
Kesimpulan. Itulah sebabnya setiap kita harus menjadi perantara di antara Allah dan bangsa ini. Jadilah orang percaya seperti Daniel yang peduli. Ingatlah bahwa kita diselamatkan untuk menjadi berkat buat orang lain-Ef.2:10 dan ini termasuk bangsa dan negara kita. Jangan biarkan negara kita pada akhirnya mengalami nasib seperti Sodom. Teladani Daniel, hari ini marilah kita mengambil waktu khusus untuk mendoakan negeri kita dengan sungguh-sungguh.Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 17 April 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : Kejadian 18:16-33; 19:27-29
Tema : Manfaat dari pengendalian kota secara rohani
PENDAHULUAN.
Apabila kita bersedia menjadi pendoa syafaat dan menjalankan peran kita sebagai umat dari suatu negeri yang kita diami. Seperti Abraham menjadi pendoa syafaat bagi kota Sodom dan Gomora; Musa dibantu Harun dan Hur menjadi team pendoa syafaat yang menentukan kemenangan dalam peperangan bangsa Israel; Daniel menjadi pendoa syafaat bagi orang-orang Yahudi yang ada di dalam pembuangan di Babel; Nehemia menjadi pendoa syafaat bagi kota Yerusalem yang hancur; Ester menjadi pendoa syafaat bagi seluruh bangsa Yahudi di pembuangan, dan seterusnya.
Doa syafaat selalu terjadi atas kehendak Tuhan 1 Tim.2:1-3, yang berarti berdoa dengan tekun mengenai orang-orang, tempat-tempat, atau keadaan-keadaan tertentu. Doa syafaat adalah anugerah bagi mereka yang meresponi panggilan-Nya, dan hal ini akan membawa dampak yang baik.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Manfaat dari pengendalian kota secara rohani?
- Tuhan memberi Keselamatan bagi kota kita
Yeh. 22:30-31 dalam ayat ini tersirat, andaikata ada seorang saja yang menjadi pendoa syafaat, memohonkan keselamatan bagi negeri itu, Allah bisa saja mengurungkan niat untuk menghukum.
Kota Sodom dan Gomora yang hendak dimusnahkan karena “orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.”Kej.13:13. Abraham bersyafaat untuk kota itu, sehingga sampai pada kesepakatan bahwa Lot dan keluarganya saja diselamatkan-Kej.18:20-33; 19:1-29. Hal ini menujukkan bahwa Allah sangat menghargai seorang Pendoa Syafaat, walaupun Sodom dan Gomora akhirnya dihancur leburkan oleh Allah karena disana orang benar kurang dari 10 orang. Allah sebelumnya membuka rahasia rencanaNya untuk memusnahkan kedua kota tersebut kepada Abraham (pendoa syafaat)-Kej.18:17, menjadi pendoa syafaat yang berkenan kepada Tuhan, Ia pasti akan memberikan atau memberitahukan rahasia-rahasia rencanaNya.
Pada saat Abraham berdoa syafaat agar Allah membatalkan penghukuman bagi kota ini, hasil doa syafaat Abraham telah menyelamatkan Lot dan keluarganya Kej.19:29. Kisah nabi Yunus, yang diutus Tuhan untuk memperingatkan penduduk Niniwe yang kejahatannya sampai kepada Tuhan. Dan ketika penduduk Niniwe bertobat karena pemberitaan Yunus, tidak jadi dihukum Tuhan-Yun.4:11. Berilah ilustrasi!
- Membawa hasil kesejahteraan bagi kota kita
Keadilan Tuhan ternyata bukan diukur dari baik tidaknya orang percaya yang tinggal dalam satu bangsa, tetapi sejauh mana mereka peduli terhadap keselamatan bangsanya. Kesejahteraan penduduk tergantung kepada kemakmuran bangsa, termasuk pula di dalamnya umat Tuhan sendiri. TUHAN berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka” Kej.18:26. Ternyata tidak ada 50/40/30/20 orang pun yang benar disana. Bayangkan 10 orang benar saja pun sudah tidak ada-Kej.18: 32. Padahal jika ada 10 orang saja, 10 orang benar, orang peduli dan tidak apatis, tidak berpangku tangan, orang yang taat dan takut akan Tuhan dan peduli terhadap bangsanya sendiri, Tuhan akan mengampuni orang-orang yang tinggal di Sodom.
Doa syafaat juga bermanfaat “meredakan” murka Allah, inilah hasil seorang pendoa syafaat dalam mengendalikan kota yang baik. Dimana ada orang benar, ia pasti akan mengusahakan kesejahteraan bangsanya – Neh.2:10; 5:14-19.
Kesimpulan. Manfaat dari pengendalian kota secara rohani akan nampak pada keselamatan seluruh kota dan membawa kesejahteraan kota dimana kita tinggal- Yer.29:7 Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 03 April 2018 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Timotius 2:1-7
Tema : Cara memegang kendali atas kota secara rohani
PENDAHULUAN.
Bulan April ini kita akan mempelajari intisari pilar VII Keluarga Imamat Rajani, yaitu menjadikan Jemaat yang memiliki Nilai-nilai Kerajaan Allah, point keempat: Otoritas untuk memegang kendali pemerintahan atas kota atau daerah oleh Roh Kudus.
Dalam pilar VII Keluarga Imamat Rajani setiap orang percaya kembali pada sistem atau nilai-nilai Kerajaan Allah dalam mengelola kehidupannya, sehingga kehidupan yang penuh dengan kuasa dan otoritas menjadi bagian kita. Mengelola berkat yang dipercayakan kepadanya dari Allah dan sebagai wakil atau duta Allah dalam menentukan berbagai hal yang terjadi disekitarnya.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Cara memegang kendali atas kota secara rohani?
- Bersedia menjadi Pendoa Syafaat
Setiap kita dipanggil untuk menjadi pendoa-pendoa syafaat (Fungsi Imam). Doa Syafaat adalah doa kepada Allah secara individual/pribadi atau kolektif/berkelompok, mewakili seorang atau beberapa orang lain yang benar-benar memerlukan campur tangan Allah.Tokoh Alkitab yang menjadi pendoa syafaat : Musa – Kel. 32:31-24; Abraham – Kej.18:16-33; 19:1-29, Nehemia – Neh.1:4-11 bahkan Tuhan Yesus sendiri -Yoh.17:9.
Doa syafaat berarti berdoa bukan terkait kebutuhan kita pribadi, namun mencakup kebutuhan orang lain atau kebutuhan yang lebih luas, seperti: lingkungan, gereja, kota, negara bahkan situasi dunia. Pendoa syafaat adalah seseorang yang datang mendekat dan berdoa di hadapan Allah untuk menggantikan posisi orang lain.
Walaupun menjadi pendoa-pendoa syafaat sering dilupakan oleh orang karena perannya di ‘belakang layar’ namun seorang pendoa syafaat sebenarnya adalah kawan sekerja Allah. Tuhan ingin bekerja sama dengan kita untuk mencapai tujuan-Nya agar setiap manusia bahkan dunia ini dapat diselamatkan-Yoh 3:16; dan Tuhan memberitahukan rencana/rahasiaNya-Dan.8:19; 2:18, 28-29; Mat.13:11; Mrk.4:11. Berilah ilustrasi!
- Menjalankan peran atau tugas kita sebagai umat dari suatu negeri/kota yang kita diami.
Peran/tugas kita dapat meneladani Daniel dengan melihat cara pandangnya. Daniel menyadari keadaan bangsanya (menerima hukuman Allah karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan). Namun Daniel tidak bersikap apatis, tidak juga menyalahkan bangsanya, mengutuki atau bahkan menghakimi. Itu bisa saja dilakukan, mengingat ia bukanlah termasuk salah satu dari orang yang berbuat kejahatan.
Daniel hidup kudus dan taat, tidak berbuat apapun yang salah baik kepada Tuhan maupun dalam segala hal-Dan.6:23. Bahkan Daniel mengambil waktu untuk berdoa, bukan difokuskan untuk dirinya sendiri tetapi secara khusus untuk bangsanya-Dan.9:1-19.
Kepedulian kita akan sangat menentukan bagaimana masa depan bangsa kita. Jika kita bersepakat berdoa bagi bangsa, menaikkan permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang termasuk bagi pemimpin-pemimpin kita dan juga untuk bangsa dan negara kita. Hormati dan tunduklah pada pemimpin kita, jangan hanya mengeluh dan membuat segalanya semakin sulit- Ibr.13:17, tunduk kepada pemerintah demi nama Allah-1 Ptr.2:13. Itulah peranan/tugas kita. Seperti yang telah dilakukan dan diajarkan Tuhan sebagai teladan, agar kita pun melaksanakan perbuatan sesuai dengan semua perbuatan dan ajaran-Nya-Rom.13:7; Mat.22:21;Mrk.12:17.
Kesimpulan. Peganglah kendali atas kota secara rohani dengan kesediaan kita menjadi pendoa syafaat atau menjadi pengantara antara bangsa/kota ini kepada Tuhan dan menjalankan tugas/peranan kita sebagai warga yang baik. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Komisi Wanita Bethel Indonesia (WBI) akan mengadakan bazaar murah pada 9 Juni 2018 dan memberi kesempatan bagi seluruh Jemaat untuk berpartisipasi dengan memberikan pakaian layak pakai, Tas, Sepatu serta sembako. Untuk infomasi dapat menghubungi Ibu Atiek atau sdri. Alethea di secretariat gereja.

SAP (Sekolah Alkitab Penuai) membuka pendaftaran baru untuk kelas “Keluarga” angkatan ke 38, Pendaftaran di buka sampai 27 Juli 2018. Untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi
– Pdp. Hesekiel Siregar, S.Pd. K, M.Th (0813844778348)
– Pdp. Alethea Medina Panjaitan, M.Th (082159815152)

Ibadah Raya memperiganti Kenaikan Yesus Kristus pada tanggal 10 Mei 2018 diatur pelaksanaannya sebagai berikut :
Ibadah Raya di Gedung KelIR House – Jl. Gerilya :
– Ibadah Raya 1 : Pk. 07.00 Wita
– Ibadah Raya 2 : Pukul 10.00 Wita
– Ibadah Raya 3 : Pukul 16.00 Wita
– Ibadah Raya 3 : Pukul 18.30 Wita
Ibadah Raya KelIR’s Lembuswana – Komp. Mall Lembuswana Blok F-23 :
– Ibadah Raya 1 : Pk. 06.00 Wita
– Ibadah Raya 2 : Pk. 12.00 Wita
– Ibadah Raya 3 : Pk. 22.00 Wita

Mengundang seluruh Jemaat untuk hadir dalam Ibadah Penghiburan Keluarga Besar Alm. Bpk. Luther Kombong yang di laksanakan pada :
Hari/Tanggal : Rabu, 25 April 2018
Waktu : Pk. 18.00 Wita
Tempat : Km. 9 Loajanan (Jln. Poros Samarinda – Balikpapan)

Mengundang seluruh Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Bethel Samarinda (S1, S2 dan S3) serta Alumni STTBS untuk hadir dalam Paskah STTBS tahun 2018 yang dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Senin, 23 April 2018
Waktu : Pukul. 19.00 Wita – Selesai
Tempat : KelIR Lembuswana Lt.3
Tuhan Yesus Memberkati