Nilai GBI Jemaat Keluarga Imamat Rajani

Tata Nilai Ideal

1. Berpola Keluarga

2. Berprinsip Imamat

3. Berotoritas Kerajaan Allah

Tata Nilai Incremental

1. Kejujuran

2. Integritas

3. Kerja Team

4. Kekeluargaan

Tata Nilai Operasional

1. Tanggap

2. Cepat

3. Akurat

4. Tuntas

5. Tanggung Jawab

Gaya GBI Jemaat Keluarga Imamat Rajani

1. Kekeluargaan

2. Memiliki Hati Hamba

3. Bermental Kerajaan

3. Saling Membuat Orang Lain Berhasil

Strategi Gereja Bethel Indonesia Jemaat Keluarga Imamat Rajani

(DAPAT DISESUAIKAN DENGAN LINGKUNGAN ATAU KEBUTUHAN STAKEHOLDERS /JEMAAT YANG DILAYANI)

1. Disampaikan lewat kegiatan khotbah

* Ibadah Raya Umum

* Ibadah Sekolah Minggu

* Ibadah Pemuda

* Ibadah Senior Club

* Ibadah MK

* Ibadah Remaja

* Ibadah WBI

* Dsb

2. Disampaikan lewat training-training atau pelatihan-pelatihan

* EC (Exellent Couple)

* Faldin (Family Dinner)

* Melalui kelas-kelas kepribadian

* Dsb

3. Disampaikan lewat MK (Mezbah Keluarga)

* Dijadikan materi khotbah

* Disampaikan melalui simulasi-simulasi

* Dsb

4. Klinik

* Kesehatan ibu dan anak

* Membantu seminar mengenai Gizi

* Membantu menemukan potensi melalui test ?CBC?

* Dsb

5. Melalui Pendidikan

* SMTK (Sekolah Menengah Teologi Kristen)

* STTBS (Sekolah Tinggi Teologi Bethel Samarinda)

* Pelatihan-pelatihan

* Seminar-seminar

* SOM ?KelIR?

* Dsb

6. Melalui Marketplace

* Mengajarkan manajemen keuangan keluarga

* Pelatihan-pelatihan keuangan dalam pekerjaan

* Pelatihan manajemen kepemimpinan

* Pelatihan manajemen marketing

* Membantu dalam menempatkan SDM

* Dsb

Visi GBI Jemaat Keluarga Imamat Rajani

“MENJADI KELUARGA IMAMAT RAJANI PADA TAHUN 2027”

Menjadi Keluarga Imamat Rajani, mengandung pengertian bahwa kelak :

1. Seluruh jemaat memiliki keluarga (orang tua, anak, mertua, menantu, pembantu rumah tangga, baby sitter dan seisi keluarga lainnya) yang dipulihkan oleh Tuhan Yesus Kristus

2. Seluruh anggota jemaat dan anggota keluarganya menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang memahami arti dan hidup dalam pelayanan imam

3. Jemaat dan keluarganya hidup dalam berkat Tuhan dan menjadi berkat dimanapun mereka berada, sehingga membawa kemuliaan bagi nama Tuahan kita Yesus Kristus.

” Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, Imamat yang Rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2:9)

 

Misi GBI Jemaat Keluarga Imamat Rajani

Misi GBI “KelIR” terangkum dalam 9 Pilar Besar GBI “KelIR” :

Pilar I : Menjadikan Jemaat, Keluarga yang Berpola Keluarga Allah

* Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus

* Therapeia (saling memelihara dan memperhatikan)

* Saling mengasihi

* Saling menghormati

* Saling menjaga dan melindungi

* Tunduk terhadap otoritas diatasnya

* Memiliki relation yang erat

* Saling membantu/melayani dan kerjasama

* Saling terbuka

* Saling menerima kelemahan dan kelebihan masing-masing

* Saling memberi dukungan positif.

Pilar II : Menjadikan Keluarga yang Memiliki Prisip Imam 

* Keluarga yang hidup dalam kekudusan

* Keluarga yang melayani dan bukan dilayani

* Keluarga yang suka berkorban dan bukan mencari korban

* Keluarga yang hidup dalam firman Tuhan dan cakap mengajar firman Tuhan.

Peran Suami Dalam Pelayanan Keimamatan

? Menguduskan keluarganya (I Kor 7:14; Ay 1:5)

? Memberkati keluarganya (Bil 6:23-26)

? Mempersembahkan korban

? Mengajar keluarga untuk hidup dalam firman Tuhan (Ul 6:6-7)

? Membawa keluarga untuk melayani Tuhan (Yos 24:15)

Peran Istri Dalam Pelayanan Keimamatan

? Menguduskan keluarganya (I Kor 7:14)

? Pendoa Syafaat (I Sam 1:27; Hak 13)

? Berkorban (contoh : perempuan Sunem)

? Melayani keluarga

? Mengajar firman Allah

Peran Istri Dalam Pelayanan Keimamatan

? Hidup dalam kekudusan (Rm 12:1)

? Taat melakukan firman Allah (Maz 119:9)

? Melayani Tuhan (I Sam 2:18)

Pilar III : Menjadikan Keluarga yang Memiliki Prinsip Kerajaan Allah

OTORITAS RAJA DALAM KELUARGA TERLETAK PADA SEORANG BAPA

* Kesalahan Adam ? mendatangkan dosa, sedangkan Hawa dipandang sekedar berbuat kesalahan Kej 1:9 ? Allah mencari Adam

* Dosa masuk ke dunia karena dosa satu orang, padahal yang melakukan pelanggaran 2 orang (Adam & Hawa) Rm 5

* Nazar seorang wanita akan sah jika disetujui ayahnya (Bagi yang belum menikah) dan suaminya (Bagi yang menikah).

Jadi berkat dan kutuk, akibat hidup dalam kebenaran atau sebaliknya dalam keluarga diukur dari kepala keluarga (Seorang Bapa).

Jadi Keluarga Dengan Prinsip Kerajaan Allah

? Keluarga yang mengijinkan Kerajaan Allah memerintah keluarganya

? Keluarga yang memiliki gambar Allah (Kej 1:26)

? Keluarga yang mensejahterahkan

? Keluarga yang Memberi rasa aman

? Keluarga yang tampil sebagai pemenang.

Peran suami dalam keluarga yang memiliki otoritas Raja adalah :

? Memimpin & membawa keluarganya hidup sesuai firman Tuhan.

? Bapa yang bertanggung jawab mensejahterahkan keluarganya

? Menjadi pribadi yang mengasihi dan memberi rasa aman

? Menjadi pengambil keputusan dengan menyertakan hikmat Tuhan

? Melahirkan/mencetak generasi yang berkualitas (unggul).

Peran istri dalam keluarga yang memiliki otoritas Raja adalah :

? Sebagai Penolong bagi suaminya

? Mengajar anak-anak dalam kebenaran (Ul 6)

? Menjadi pengelola yang cakap dan bijaksana

? Memberi rasa aman

? Memiliki pribadi yang menarik

? Melahirkan generasi yang berkualitas/unggul.

Peran anak dalam keluarga yang memiliki otoritas Raja adalah :

? Hormat dan taat kepada orangtua

? Menjaga nama baik

? Hidup dalam kebenaran

? Mengerti dan melakukan hak serta kewajibannya

? Mempersiapkan diri untuk menjadi pewaris.

Seorang Anak dengan otoritas raja akan menjadi pribadi yang:
Dewasa (Huios) Kedewasaan seseorang tidak ditentukan oleh usia, Tetapi oleh tanggungjawabnya Contoh: Samuel, Daud – Ketika masih kecil secara usia, tapi memiliki tanggung jawab Kebalikannya ? Dewasa (Teknon) ? Tidak bertanggungjawab Contoh : Anak yang hilang (Luk 15:11-32)

Pilar IV : Menjadikan Jemaat, Menjadi Imam yang Berimamat

Pengertian Imam dalam kamus Alkitab adalah suatu jabatan dalam umat Israel yang penting peranannya. Salah satu tugasnya adalah: mempersembahkan korban, mengadakan doa syafaat dan memberi berkat.
Dalam kamus bahasa Indonesia, imam adalah seorang wakil manusia dalam urusan-urusan mengenali Allah.

Mengingat kembali prinsip imam dalam Alkitab:

Prinsip Keimamatan :

* Dipanggil, dipilih, ditetapkan dan diurapi

* Pendamai

* Memberkati umat

* Mempersembahkan korban

* Pendoa syafaat

* Hidup dalam kekudusan

* Hidup dalam kerendahan hati (hati Hamba)

* Hidup dalam hadirat Tuhan (doa, praise & worship)

* Hidup dalam Firman Allah

* Hidup dalam kebenaran

* Hidup dalam kedewasaan rohani

* Hidup dalam panggilan Allah

* Hidup dalam dimensi kekekalan

Pilar V : Menjadikan Imamat yang Memiliki Prinsip Keluarga

* Pelayanan dalam hal hubungan

* Pelayanan dalam hal tugas & tanggung jawab

* Pelayanan dalam hal etika

* Pelayanan dalam hal bimbingan dan memberi nasihat

* Pelayanan dalam hal memperhatikan

Pilar VI : Menjadikan Imamat yang Memiliki Prinsip Kerajaan Allah

* Memiliki kemampuan memimpin dengan Kharisma (adam, Lot,Samuel, anak-anak Skewa)

* Perkataannya berkuasa (Elia, Musa, Tuhan Yesus)

* Mendatangkan dan membagikan berkat (Yusuf, Tuhan Yesus)

* Menentukan kehidupan orang yang ada di bawahnya (nasib)

* Menentukan tujuan/arah orang yang ada di bawahnya

Pilar VII : Menjadikan Jemaat yang Memiliki Nilai-Nilai Kerajaan Allah

“ IA MENAKLUKAN BANGSA-BANGSA DI BAWAH KUASA KITA, SUKU-SUKU BANGSA KE BAWAH KAKI KITA ” (MZM 47:4)

“ TETAPI KAMU AKAN MENERIMA KUASA, KALAU ROH KUDUS TURUN KE ATAS KAMU, DAN KAMU AKAN MENJADI SAKSI-KU, DI YERUSALEM DAN DI SELURUH YUDEA, DAN SAMARIA, DAN SAMPAI KE UJUNG BUMI ” (KIS 1:8)

Karakteristik Raja:

? Berpengaruh (Raja Daud, Tuhan Yesus) Mazmur 76:13

? Berwibawa dan konsisten (Mzm 96:10; Ams 19:12)

? Ahli Perang (Mzm 24:8)

? Memiliki kekayaan (diberkati) – Mzm 93:1; Ams 14:28

? Berhikmat (Ams 25:2-3)

Menjadikan jemaat dengan nilai-nilai berikut :

? Memiliki kemampuan memimpin dengan karisma

? Perkataannya berkuasa

? Mendatangkan dan membagikan berkat

? Menentukan kehidupan orang-orang yang dipimpinnya

? Menentukan tujuan/ arah orang-orang yang dipimpinya

? Hidup Prinsip Kerajaan Allah (Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus) Roma 14:17

? Hidup dalam kebenaran berarti hidup dalam garis berkat Abraham, Ishak dan Yakub. Hidup dalam berkat Allah

? Hidup dalam kebenaran untuk menarik berkat Tuhan tercurah dan bebas dari kutuk dalam bentuk apapun

? Hidup dalam kebenaran untuk terus mengalami damai sejahtera yang melimpah-limpah (Yesaya 32:17)

? Hidup dalam otoritas raja untuk mengelola berkat Tuhan sehingga mampu menjadi generasi yang mensejahterahkan wilayah dimanapun kita ditempatkan

? Dengan otoritas raja untuk memegang ´kendali´ pemerintahan atas wilayah/daerah melalui kuasa Roh Kudus, sehingga gereja membawa pengaruh yang positif bagi systemkeamanan, pemerintah yang bersih dan masyarakat yang mengerti dan taat hukum.

Pilar VIII : Memiliki Otoritas Raja yang Mengutamakan Prinsip Keluarga

* Tidak mengorbankan keluarga untuk mencapai tujuan

* ?Kebesaran? dari keteladanan

* Kerendahan hati mendahului kemuliaan

* Otoritas dari hasil melayani dengan kasih

* Otoritas dari hasil penundukkan diri

Pilar IX : Menggunakan Otoritas Raja yang Bertujun untuk Keimamatan

* Otoritas untuk mensejahterahkan

* Otoritas untuk mengubah mental pengemis

* Otoritas untuk melindungi

* Otoritas untuk membawa damai

* Otoritas untuk membangun

* Otoritas yang digunakan untuk membawa orang percaya kepada Tuhan Yesus dan semakin
mengasihiNya

Sejarah GBI Jemaat Keluarga Imamat Rajani Samarinda

Gereja Bethel Indonesia Jemaat Keluarga Imamat Rajani Samarinda dimulai melalui sebuah persekutuan doa dengan jumlah anggota sekitar 7 (tujuh) orang pada tahun 1992. Tahun 1993 Pemerintah mengeluaran SK dari Bimas Kristen tentang izin sebagai Gereja Lokal yang bernaung di bawah Sinode Gereja Bethel Indonesia yang berpusat di Jakarta, dan juga sebagai anak Cabang dari GBI Jemaat Bethany Pusat di Surabaya.

Adapun perjalanan tempat yang digunakan untuk sekretariat maupun tempat ibadah berpindah-pindah, dari satu tempat ke tempat yang lain, dikarenakan belum memiliki Gedung sendiri. Hampir semua gedung atau aula dan hotel di Samarinda telah digunakan sebagai tempat ibadah, termasuk Aula RSU. A.W. Syahrani Samarinda. Atas tuntunan Tuhan maka pada tahun 2000, Yayasan Bethany Samarinda yang didirikan oleh Gereja membeli 2 (dua) ruko pada awalnya, di Komp. Mall Lembuswana Samarinda, kemudian bertambah menjadi 8 (delapan) ruko, hingga akhirnya menjadi 12 Ruko, yang direnovasi menjadi tempat Ibadah dan juga sekretariat Gereja hingga saat ini.

Pada tahun 1995 Tuhan memberikan jalan untuk membeli sebidang tanah yang rencananya akan dibangun Gedung Gereja permanen, yang berada di Jl. Gerilya Solong. tahun 1997 kami mengajukan permohonan Ijin mendirikan Gereja kepada Pemerintah, namun selama bertahun-tahun ijin tersebut tidak kami peroleh. Keadaan ini kami pandangan sebagai sekolah iman yang harus kami lalui agar iman umat Tuhan meningkat dari waktu ke waktu. Awalnya kami beriman bahwa gedung itu hanya untuk 5 ribu sheet, dan selanjutnya meningkat menjadi 10.000 sheet.

Tahun 2004 musibah kebakaran menimpa tempat ibadah kami yang selama ini kami gunakan di Ruko Mall. Lembuswana. Kejadian ini cukup membuat kami berduka, namun Tuhan punya rencana lain. Setelah kejadian itu, kami sadar bahwa iblis sedang berusaha melakukan sesuatu untuk menghambat pekerjaanNya. Iman dari Bapak Gembala (Pdt. King) dan seluruh Jemaat, meminta apa yang telah dicuri iblis diganti tujuh kali lipat. Akhirnya kami sepakat bahwa Gedung itu tidak lagi menampung 10.000 sheet tetapi meningkat menjadi 30.000 sheet. Iman dan Doa kami tidak sia-sia, dengan doa dan puasa selama 7 hari sejak peristiwa kebakaran itu, ijin Gereja kami terima dari Pemerintah kota Samarinda, yaitu Bapak H. Achmad Amin Walikota Samarinda.

Sebelumnya Tuhan meneguhkan tentang pekerjaan Tuhan ini dengan memberi FirmanNya di II Taw 2:5, yaitu: Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah. Kuasa Tuhanlah yang melakukan semuanya itu. Peletakkan batu pertama dimulai pada tahun 2006. Sekolah Iman pun terus berjalan. Tanggal 07 Desember 2009, pembangunan Gedung Gereja dilaksanakan, selangkah demi selangkah, hingga akhirnya pada tanggal 25 Desember 2009 (hanya selama 17 Hari), Pembangunan Gedung Gereja tahap I (1/5 dari Luas Bangunan yang akan dibangun) selesai dibangun.

Pada tanggal 25 Desember 2009 diadakan ibadah perdana sekaligus Christmas Celebration dan Ibadah Ucapan Syukur di tempat itu. Semua itu hanya ada karena anugerah dan Kuasa Tuhan Yesus semata. Visi Tuhan semakin lengkap dengan lahirnya Visi Keluarga Imamat Rajani, yaitu Visi yang Tuhan berikan sebagai acuan bagi Gereja Tuhan di tempat kami untuk membangun JemaatNya. Visi yang berfokus pada pemulihan keluarga, pemulihan pelayanan Imam dan juga pulihnya Otoritas Kerajaan Allah bagi setiap orang percaya, sehingga kehidupan pribadi, keluarga dan Gereja Tuhan dapat tampil menjadi jawaban di segala bidang kehidupan di akhir zaman ini.

Untuk memperlengkapi hamba-hamba Tuhan, Tuhan memberikan jalan bagi kami untuk membuka pendidikan Theologi pada tahun 2003 yang sekarang dikenal sebagai Sekolah Tinggi Teologi Bethel Samarinda (STTBS) untuk program SI (S.Th) dan S2 (MA). Banyak hal yang harus dihadapi, terutama tantangan dari pihak-pihak yang belum mengerti Visi Tuhan. Tetapi puji Tuhan, hanya karena anugerahNya semua dapat dilewati dengan penuh kemenangan karena Tuhan yang membela pekerjaanNya.

Dan tahun ini (2012) GBI Keluarga Imamat Rajani telah berusia 19 Tahun. Sekali lagi semua hanya kasih karunia Tuhan. Ada begitu banyak janji Tuhan yang telah di teguhkan oleh beberapa orang hamba Tuhan yang pernah datang melayani di Samarinda, di antaranya adalah Rev. Nancy Coen (USA), Tom Victor World Prayer Assambly (USA), Tony Amarebgu (Nigeria), Pst. Amos Jayarathnam (Singapore), Pst. GMM. Mutu, dll.

Doa dan harapan kami, biarlah Gereja Tuhan ini menjadi Gereja yang dewasa, kokoh berakar di dalam Tuhan, dipersiapkan untuk memiliki kapasitas rohani yang besar untuk menerima sesuatu yang dahsyat dari Tuhan, dan terus bergerak bersama Roh Kudus untuk membawa jiwa berlaksa-laksa kepada Tuhan. karena kami percaya tuaian akan sangat banyak, itulah sebabnya Tuhan memerintahkan kami untuk membangun tempat yang besar juga, sehingga saat panen itu tiba, Gereja Tuhan siap dengan segalanya, baik tempat, pekerja-pekerja maupun makanan rohani yang sehat dan berkualitas dari Roh Kudus, dan akhirnya mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan. Pemulihan itu pasti terjadi, lawatan Tuhan yang dahsyat sedang bekerja dan akan terus bekerja dengan dahsyatnya, melawat setiap hati dan jiwa, dari pribadi lepas pribadi, kepada setiap pernikahan dan keluarga, hingga sampai bidang usaha bahkan system pemerintahan dan setiap aparat pemerintah, semuanya tidak akan luput dari lawatan Tuhan, sampai seluruh bumi penuh kemuliaanNya. Amin.

Apa Saja yang Diperbuatnya BerhasilMazmur 1:3
“Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Ayat ini tentu saja akan menjadi ayat favorit bagi siapa saja, dan tentu saja karena setiap orang ingin berhasil. Namun, terkadang kita cuma hanya tertarik dengan ayat ini saja, tanpa memperhatikan ayat sebelumnya.

Mazmur 1: 2-3

“tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Lewat ayat ini, Tuhan membukakan banyak hal dipikiran kita. Terkadang kita ingin dan rindu segala sesuatu yang kita rencanakan dapat berhasil terlaksanakan, rindu melihat orang-orang yang kita bina bisa semakin bertumbuh, rindu setiap anggota komunitas sel juga bisa semakin bertumbuh, rindu setiap pekerjaan dan tanggung jawab bisa terselesaikan dengan baik,dll. Namun, ternyata semua yang kita rindukan itu terkadang ada yang tidak berhasil terwujud, bahkan apa yang telah kita bangun malah seakan-akan “diruntuhkan” oleh Tuhan dan kita harus memulainya dari awal lagi.

Di kondisi seperti ini, membuat kita menjadi “sangat kelelahan” dan merasa tidak ada pengharapan lagi. Namun, dengan ayat ini, Tuhan memberikan kita kunci emas untuk bisa bangkit lagi, yaitu dengan menyukai dan merenungkan FirmanNya siang dan malam. Kenapa ini menjadi kunci emasnya? Karena, saat kita menyukai dan merenungkan firmanNya siang dan malam, kita akan mengerti apa yang menjadi kehendak Bapa di hidup kita. Setiap jawaban atau solusi untuk masalah atau pergumulan yang kita alami atau bahkan yang akan kita alami ada di dalam Alkitab. Karena SEMUA hal sudah diajarkan Tuhan kepada kita lewat Firman-Nya.

Saat kita mengerti kehendak Bapa di setiap aspek kehidupan kita, maka apapun yang kita lakukan pasti akan berhasil karena Bapa yang sangat mengerti dan mengenali setiap pribadi kita. Saat kita serius untuk mau mengenal Tuhan lebih lagi dan saat kita semakin mencintai-Nya, di saat itulah apapun yang terjadi di hidup kita, kita dapat selalu bisa berkata Tuhan sangat baik.

Mencintai dan merenungkan FirmanNya siang dan malam butuh ketaatan dan kesetiaan untuk melakukannya. Kita taat dan setia karena Tuhan sangat mengasihi hidup kita dan rindu apapun yang kita lakukan tidak hanya berhasil di mata manusia, tetapi yang terpenting berhasil di mata Tuhan.

Sumber : HTcom

Berbahagialah Orang yang Suka akan Firman TuhanApakah yang dapat membuat kita berbahagia di hidup ini? Yang dapat membuat kita berbahagia adalah ketika kebenaran Firman Tuhan hidup dan kita lakukan dalam kehidupan kita.

Mazmur 112:1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

Banyak orang malah mengejar apa yang ditawarkan dunia sebagai orientasi mereka untuk hidup bahagia. Uang, harta kekayaan, ketenaran, cinta asmara adalah hal-hal yang tidak dapat memberikan kebahagiaan yang sebenarnya. Akibatnya bukan kebahagiaan yang diterima, malah kesedihan dan penyesalan di akhirnya.

Mengapa kita hanya dapat berbahagia ketika menghidupi kebenaran Firman Tuhan? Sebab kita diciptakan melaui Firman Tuhan, kita hanya dapat benar-benar hidup jika Firman Tuhan hidup di dalam kita.

Mengapa kebenaran Firman Tuhan dapat membuat kita berbahagia?

  1. Firman membuat apa yang kita lakukan berhasil dan beruntung
    Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

    Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

  2. Firman membuat hidup kita terus bersih atau terjaga di hadapanNya
    Mazmur 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
  3. Firman membuat kita mengerti harus melangkah ke mana
    Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
  4. Firman membuat kita dapat menerima apa saja yang kita minta
    Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
  5. Firman membuat kita semakin mencintai Tuhan dan menjadi peka mendengar suaraNya
    Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.

Firman Tuhan itu ajaib, bahkan hidup kita akan dibuat ajaib ketika Firman Tuhan hidup di dalam kita. Dan ada sukacita yang melimpah ketika kita telah melakukan kebenaran.

Sumber : HTcom

Kantong Anggur yang Baru di dalam KeluargaLukas 5:37-38 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.

Sesuatu yang baru pasti akan diberikan kepada kita. Namun, pertanyaannya adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri kita ketika sesuatu yang baru itu diberikan. Jika kita tidak siap, bisa dipastikan sesuatu yang baru itu akan terbuang dan terlewat begitu saja. Sebenarnya Tuhan sangat rindu memberikan sesuatu yang baru dalam hidup kita karena sesuatu yang baru akan membuat kita semakin antusias dan semangat dalam menjalankan kehidupan. Namun, Dia terlebih rindu kita juga mempersiapkan sesuatu yang baru di dalam diri kita untuk menyambut sesuatu yang baru yang akan diberikanNya kepada kita. Kita tidak akan menerima atau menikmati “anggur” yang baru jika kita masih saja memakai “kantong anggur” yang lama.

Demikian juga dalam kehidupan keluarga kita. Untuk mengalami terobosan baru atau pemulihan dalam keluarga, kita harus menyiapkan “kantong anggur” yang baru pula, supaya kita siap menerima dan menyimpannya dan tidak melewatinya begitu saja. Apa saja kantong anggur baru yang perlu kita siapkan?

  1. Utamakan Tuhan
    Terkadang kita akan banyak menghadapi situasi yang akan menguji apakah kita lebih mengutamakan apa yang Tuhan mau atau mengutamakan keluarga. Tuhan Yesus banyak membahas bagaimana sikap kita terhadap keluarga dan mungkin terdengar agak keras (Luk 12:52-53; Mat 10:37; Luk 9:61-62; Mat 19:29; Mrk 6:4). Namun, setiap perkataan “keras” dari Yesus tentu saja beralasan dan tidak dapat ditafsirkan secara harafiah.

    Banyak orang terlebih konsen dengan keluarganya, tetapi mengabaikan dan mengorbankan apa yang sedang Tuhan persiapkan untuk pertumbuhan imannya. Dengan kata lain, banyak orang lebih takut kehilangan keluarga daripada kehilangan panggilan Tuhan buat hidupnya. Banyak orang rindu keluarganya dipulihkan, tetapi enggan menyediakan kantong anggur yang baru, enggan mempersiapkan dirinya bagi Tuhan.

    Satu tindakan iman akan mengerjakan terobosan baru dalam keluarga kita. Serahkanlah diri kita kepada Tuhan, biarkan Tuhan yang memperlengkapi hidup kita, dan ijinkan Tuhan yang mengambil alih kehidupan keluarga kita. Pertumbuhan iman kita akan mempengaruhi pemulihan yang akan terjadi di dalam keluarga kita.

  2. Terima keluarga apa adanya
    Keluarga sebenarnya menggambarkan hubungan Allah Tritunggal, supaya kita dapat belajar mengenal dan mengalami Allah dengan benar. Namun, iblis mencoba menghancurkan gambaran tersebut dengan menghancurkan hubungan di dalam keluarga kita. Kebanyakan kejahatan yang terjadi di dunia ini terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena hubungan keluarga yang hancur/abnormal.

    Kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan. Bagaimanapun keadaan keluarga kita, terimalah apa adanya. Tidak ada yang kebetulan dengan apa yang sudah direncanakan Tuhan. Jangan terus-menerus menghakimi papa, mama, ataupun saudara kita karena itu hanya akan menghambat pemulihan di dalam keluarga kita, bahkan kita malah akan bertumbuh menjadi sama dengan apa yang kita hakimi.

    Tunduk dan respeklah orang tua kita karena otoritas mereka diberikan oleh Tuhan. Ketika kita menerima keluarga kita apa adanya, itu artinya kita setuju dengan rencana Allah yang akan terjadi di tengah-tengah keluarga kita.

  3. Doakan keluarga
    Yeremia 24:7
    Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.

    Berdoalah untuk keluarga kita, mungkin kita sudah bertahun-tahun berdoa untuk pemulihan terjadi di tengah keluarga kita dan belum melihat hal itu terjadi, jangan menyerah, tetaplah percaya kepada Tuhan. Tuhan memiliki waktu yang indah untuk memulihkan keluarga kita. Janganlah jemu-jemu berdoa untuk keluarga kita.

  4. Praktekkan kasih Kristus di dalam keluarga
    Kebenaran yang kita lakukan harus diselubungi dengan kasih. Kebenaran dan kasih harus berjalan berdampingan. Kita harus lebih fokus mempraktekkan kasih Kristus kepada keluarga. Keluarga kita baru akan menerima Kristus saat mereka melihat sungguh Kristus hidup di dalam kita. Tindakan kasih kita setiap hari akan membuat seseorang melihat Kristus di dalam hidup kita. Kebenaran harus kita lakukan, tetapi jangan menghilangkan kasih di dalamnya. Jangan terlalu banyak berdebat dengan keluarga, fokus saja mempraktekan kasih buat mereka.

Sumber : HTcom

Aku Gagal LaluKetika kita mengalami kegagalan lalu apakah yang akan kita lakukan kemudian? Penyebab-penyebab kegagalan di antaranya karena kecerobohan/kelalaian, melakukan kesalahan, tidak ada persiapan, ketidakdisiplinan, ketidaksengajaan, dicurangi, atau gagal karena memang harus gagal.

Banyak orang merasa kecewa dan langsung menyerah ketika mengalami kegagalan. Hal itu disebabkan karena banyak orang tidak memiliki pandangan yang benar mengenai kegagalan. Kita akan meresponi setiap kegagalan yang terjadi dalam hidup kita dengan sikap yang benar jika kita memiliki pandangan yang benar mengenai kegagalan.

 

  1. Kegagalan menyadarkan kita pentingnya membangun dasar hidup yang kokoh
    Dasar hidup yang kokoh adalah Firman Tuhan. Kegagalan menuntun kita untuk terus berpegangan kepada Firman Tuhan. Banyak orang terus-menerus gagal karena tidak menyadari pentingnya menghidupi Firman Tuhan dalam kehidupannya (Maz 1:1-3). Firman Tuhan berkata orang yang menghidupi Firman Tuhan akan berhasil dalam setiap apaun yang diperbuat. Jadi baca dan hidupi kebenaran Firman Tuhan setiap hari supaya kita memiliki dasar hidup yang kokoh, sehingga tidak mudah digoyahkan.

  2. Kegagalan menguji kita apakah kita masih tetap setia memegang kebenaran atau menyangkalnya
    Apakah kita masih percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan akan tetap membela kita saat kita mengalami kegagalan? Apakah kita masih dapat percaya kepada Tuhan saat seolah-olah Allah tidak membela kita ketika kita mengalami kegagalan. Tuhan ingin kita tetap mempercayaiNya sekalipun kita tidak merasakannya, itulah tingkat persahabatan terdalam.

    Tuhan mencari orang-orang yang setia memegang firmanNya, bukan orang yang merasa dirinya mampu. Jangan sampai ketika kita gagal, kita malah menyangkal kebenaran dan malah melakukan ketidaktaatan, atau bahkan dosa.

    Ketika kita jatuh dalam dosa sekalipun, jangan sampai kita juga menyangkal kebenaran dengan cara menyembunyikan dosa dan tidak mau mengakuinya. Tuhan tahu bahwa kita ini masih daging. Dia mau memproses hidup kita. Bahkan saat kita jatuh dalam dosa sekalipun, Dia masih rindu supaya kita bangkit dari dosa sebab Dia telah lunas menebus dosa kita. Karena itu, ketika kita jatuh segeralah bangkit lagi. Setidaknya ketika kita jatuh, kita dapat merasakan kuasa kebangkitan saat kita mau mengakui dan bertobat.

    Tetaplah setia memegang kebenaran sekalipun kita mengalami kegagalan, sebab Tuhan akan mengangkat hidup kita atau mempromosikan kita kepada tanggung jawab yang lebih besar lagi.

  3. Kegagalan terjadi supaya kita tidak fokus dengan hasil, melainkan proses
    Kegagalan bukanlah suatu akhir atau kehancuran. Banyak orang tidak pernah menerima terobosan baru atau kemenangan karena setelah mereka gagal, mereka langsung menyerah dan tidak mau bangkit lagi. Pandanglah kegagalan sebagai salah satu serangkaian proses yang akan menuntun kita kepada keberhasilan dan kemenangan. Pandanglah kegagalan sebagai hal yang akan memperlengkapi kita dan membawa kita kepada keberhasilan dan kemenangan.

    Banyak orang lebih memilih untuk menyerah ketika mengalami kegagalan, akibatnya mereka tidak menemukan kemenangan dan janji-janji Tuhan. Kegagalan terkadang memang diijinkan terjadi dalam hidup kita supaya kita beranjak untuk mencari dan mendekati Tuhan.

    Maz 34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
    Yer 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Kegagalan kita tidak membuat keberhargaan kita berkurang di hadapan Tuhan, atau bahkan menggagalkan rencana Tuhan. Namun, banyak orang menyerah setelah mereka gagal, karena saat mereka gagal yang dipandang adalah manusia, dan yang didengar adalah perkataan dunia. Jangan pernah menyerah sebab Tuhan Yesus juga tidak pernah menyerah untuk hidup kita.

Sumber : HTcom

bangkit dan keluarBanyak hal di dalam diri kita yang harus dipulihkan. Dan Tuhan mau memulihkan kita. Namun, mengapa banyak orang telah menjadi orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi hidupnya tidak bertumbuh, tidak berubah, terus jatuh dalam dosa, selalu berputar-putar terus dengan pergumulan yang sama, dan tidak dapat bangkit?

Hal itu disebabkan karena banyak orang masih tetap berdiam di dalam “kuburan” rohani. Mereka tidak mau bangkit dan keluar. Dan yang menyebabkan mereka tidak dapat bangkit dan keluar dari kuburan rohaninya adalah karena masih ada batu penghalang yang menutup kuburannya. Walaupun mereka sadar harus bangkit, tetapi mereka tidak dapat keluar karena batu penghalang yang menutup kuburan rohaninya belum disingkirkan.

Ibarat orang-orang yang hidup menyediakan hidangan makanan kepada orang-orang mati di kuburan. Seenak apapun hidangan yang disajikan, orang-orang yang berada di dalam kuburan tersebut tidak akan pernah bisa menikmati hidangan tersebut. Sama seperti orang-orang yang masih berdiam dalam kuburan rohani. Mungkin mereka masih ke gereja, mereka masih membaca firman, masih berdoa, tetapi mereka tidak bisa merasakan kuasa dan kasih Tuhan bekerja dalam hidup mereka.

Yesus tidak ingin membiarkan kita terus terkurung dalam kuburan rohani yang selama ini menjadi tempat yang membuat kita tidak bertumbuh, tidak berbuah, dan bahkan terpuruk. Dia ingin kita menikmati kasih dan kuasaNya secara sempurna. Supaya kita bisa bangkit dari kuburan rohani, mula-mula kita harus menggulingkan batu penghalang yang menutup kuburan itu. Apakah yang menjadi batu penghalang yang menghambat kita untuk keluar dari kuburan rohani kita?

Pikiran negatif, kekecewaan, kekuatiran, ketakutan, kepahitan, kemalasan, berhala hidup (terikat game, film), pergaulan yang buruk, kebiasaan buruk, ataukah dosa yang masih disembunyikan. Itulah batu penghalang yang menyebabkan kita tidak bisa bangkit dan keluar dari kuburan rohani. Mari ambil tindakan untuk menyingkirkan dan menggulingkan batu penghalang itu, supaya kita dapat mendengarkan suara Yesus yang memanggil kita untuk bangkit dan keluar dari kuburan rohani. Sama seperti Lazarus ketika mendengar suara Yesus, dia mengambil keputusan untuk bangkit dan keluar, walaupun sulit bergerak, tetapi dia mau tetap mengambil langkah untuk bangkit dan keluar.

Mungkin ada yang berkata : “Wah aku tidak bisa menggulingkan batu penghalang itu! Batu penghalang itu terlalu berat! Kuburan itu sudah berbau busuk.”

Yesus bukan hanya telah membangkitkan Lazarus. Yesus sendiri juga telah bangkit dari kubur. Itu artinya kita sudah dimerdekakan dan beroleh kekuatan untuk bangkit juga. Jangan tertipu oleh iblis yang berkata kita tidak bisa bangkit. Tinggal di kuburan rohani hanya akan menguburkan potensi besar yang ada di dalam kita. Mari bangkit dan keluar dari kuburan rohani kita!

Sumber : HTcom

komselApa itu komunitas sel (komsel) ? Secara umum definisi komsel adalah suatu komunitas kecil yang terdiri dari orang-orang yang ingin sama-sama saling mendukung untuk bertumbuh dalam Kristus. Komsel biasanya terdiri dari 5-20 orang.
Namun sebenarnya, komsel memiliki pengertian yang lebih dalam, yaitu :

Komsel adalah keluarga
Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah
Komsel adalah tempat belajar mempraktekan hubungan kekeluargaan berupa kepedulian satu sama lain, kasih persaudaraan, rasa saling memiliki, rasa saling menjaga satu sama lain. Perlakuan kita di dalam komsel sangat menentukan bagaimana perlakuan kita di keluarga yang akan kita bangun nanti.

Komsel adalah gaya hidup (Pengkotabh 4:9-12)
Gaya hidup seperti apa? Gaya hidup kebersamaan dalam komunitas yang benar. Kebersamaan dalam bertumbuh dalam Kristus, kebersamaan dalam membangun karakter, kebersamaan dalam melayani, kebersamaan dalam berjalan dalam rencana Tuhan.

Apa Tujuan Komsel ?
– Untuk bertumbuh dan mengalami Kristus (Matius 18:20)
– Agar karakter semakin dewasa (Amsal 27:17)
– Menemukan dan memaksimalkan potensi/talenta
– Menjawab kebutuhan sesama
– Menjadi berkat di dalam maupun di luar komsel

Apa yang Harus Ada dalam sebuah Komsel ?
– Ada Kristus yang memerintah (Firman Tuhan)
– Ada kesatuan hati (Filipi 2:2)
– Adanya perubahan karakter yang semakin baik
– Ada proses “saling”
Saling mengasihi, saling membangun, saling memperhatikan, saling peduli, saling mengampuni, saling percaya, saling menegur, saling melayani. Namun, biasanya kekecewaan akan timbul jika semuanya itu tidak diterapkan secara dua arah.
Filipi 2:3-4 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Komsel tidak hanya berbicara tentang apa saja yang kita terima, tetapi juga apa yang telah kita berikan buat komsel dan bagaimana kita memperhatikan kepentingan orang lain.

Komsel sangat penting buat kehidupan kita, karena melalui komsel kita sama-sama saling membangun, mendukung, dan menjaga untuk terus hidup dan bertumbuh dalam Kristus dan kebenaran Firman Tuhan. Jadi apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan komsel. Milikilah pengharapan buat komsel kita agar komsel kita dapat semakin bertumbuh dan memberkati banyak orang.

Sumber : HTcom

Loading...