[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]

Materi S2C : Selasa, 09 Februari 2016       Durasi: 20 Menit

Nats          : Roma 8:18-30

Tema         : Memahami Kualitas Hidup Akibat memiliki Figur/Teladan Bapa

PENDAHULUAN.

9 febSelasa lalu telah kita pelajari pilar 1 point ke satu dimana kita mengenal peran Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Berikut kita akan memahami pentingnya figur Bapa. Peran Bapa salah satunya adalah membuat perencanaan. Dalam Alkitab menjelaskan pentingnya fungsi, peran dan teladan seorang Bapa yang dapat menghasilkan kualitas hidup bagi generasi berikutnya. Bapa yang baik ia dapat menjalankan fungsi, perannya dengan sebaik-baiknya. Pribadi yang mendapat figur/teladan bapa yang baik akan menghasilkan Kualitas hidup yang baik juga.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Kualitas hidup akibat memiliki figur/Teladan Bapa antara lain :

  1. Kualitas hidup dari Raja Yosia yaitu rendah diri dihadapan Tuhan 2Taw. 34:1-7; 2Raja22:1-2; 23:21-24, 25; Yer.ps 25-26.
  • Sekalipun ia seorang raja, tidak menjadikan kedudukan sebagai sesuatu yang dibanggakan/disombongkan. Bahkan ia memberikan harta miliknya untuk persembahan kepada Tuhan 2Taw. 35:7. Hal ini terjadi karena ia meniru/meneladankan bapa leluhurnya yaitu Raja Daud yang hidup rendah diri dihadapan Tuhan.
  • Pentingnya memiliki sikap rendah diri dihadapan Tuhan: Bapak Gembala King Anderonikus menyampaikan pernyataan bahwa jika kita berhadapan dengan Tuhan, hendaknya kita memiliki sikap rendah diri: artinya kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan, diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa Yoh 15:5. Namun dihadapan manusia kita harus rendah hati, artinya tidak boleh menyombongkan diri Fil. 2:3 Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.
  • Hiduplah rendah diri hanya dihadapan Tuhan, dan hendaklah kita memiliki sikap rendah hati satu sama lain.

 

  1. Kualitas hidup dari Yesus yaitu mempunyai tujuan hidup yang jelas 8:26-30.
  • Beberapa orang telah memahami arti tujuan hidupnya, namun tidak sedikit juga kurang memahami tujuan hidupnya. Belajar dari pribadi Yesus yang telah mendapatkan firgur Bapa di Sorga, sehingga ia mengetahui tujuan hidup di dunia ini Yoh.8:18; 10:11-18, 25-30, 37-38. Yesus memahami tujuan hidupnya karena Ia menerima ajaran/figure dari BapaNya Yoh. 8:26-30.
  • Pentingnya memahami tujuan hidup kita salah satunya kita akan hidup secara maksimal, seperti Yesus menyelesaikan segala sesuatu yang diajarkan oleh BapaNya, seperti Rasul Paulus memahami arti hidupnya – 2 Tim. 4:5-8. Berilah ilustrasi.

 

  1. Kualitas Hidup dari Timotius yaitu Kesetiaannya teruji Fil. 2:19-24; 2 Tim. 3:10-17; Kis.16:1-3; 2Tim1:5.
  • Kesetiaan dan ketaatan adalah sifat yang sulit ditemukan di era modern ini. Akan tetapi sifat / karakter/kualitas hidup yang demikianlah yang Tuhan cari hari-hari ini. Sifat setia dan taat ini dimiliki oleh seorang muda yang bernama Timotius. Hal diakui oleh bapa rohaninya yaitu Paulus – 1 Tim 1:18-19; Fil. 19-22.
  • Pentingnya kesetiaan Why 2: 10 ada upah yang menanti. Dan yang akan bersama-sama Kristus adalah pribadi yang setia. Why 17:14. Sifat yang Tuhan inginkan adalah kesetiaan II Tes 3:3; Ibr. 10:23, Ams. 19:22. Orang yang setia sudah pasti ia taat. Hendaklah kita setia sampai akhir Why. 2:10b.

 

Kesimpulan. Syukur kepada Allah yang mengangkat kita menjadi Anak-anakNya Yoh.1:12; Rom 8:19. Dan melayakkan kita memanggil Dia Bapa Roma 8:15, Gal 4:6. Sehingga kita memiliki kualitas hidup yang baik. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]

Materi S2C : Selasa, 02 Februari 2016            Durasi: 20 Menit

Nats          : Efesus1:1-14

Tema         : Mengenal Peran Allah Bapa, Anak & Roh Kudus

PENDAHULUAN.

2 feb          Memasuki Bulan Februari kita akan belajar tentang Pilar 1 – Keluarga yang berpola keluarga Allah (Membawa setiap keluarga untuk mengenal Allah Bapa secara pribadi Keluarga (berbicara setiap pribadi dalam keluarga, baik itu ayah, ibu (wanita), anak kecil, dan pemuda).

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Mengenal Peran Allah Bapa, Anak & Roh kudus:

  1. Peran Allah Bapa Yaitu Perencana/Perancang Ef. 1:3-6
  • Bapa di Sorga telah memilih dan menentukan kita untuk menerima Yesus sebagai “segala berkat rohani di dalam sorga,” dengan tujuan: supaya kita yang tidak kudus menjadi kudus dan yang bercacat cela dalam segala hal menjadi tidak bercacat, untuk menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya.
  • Berkat rohani di dalam Sorga menunjuk kepada Kristus. Bapa memilih kita dan menganugerahkan Anak-Nya sebagai penebusan dosa-dosa kita, lebih dari sekedar menggunakan kedaulatan-Nya, tetapi dengan kerelaan-Nya. Hanya dengan kerelaan kehendak-Nya, Bapa bisa mengorbankan Anak Tunggal yang paling dikasihi-Nya -Roma 8:32.
  • Setelah dipilih, kita harus ditebus. Bukan dengan darah domba yang harus berkali-kali dilakukan, tetapi dengan darah Anak Domba Allah, yaitu Anak Allah yang harus menjadi manusia di dalam Yesus Kristus – Ibrani 9:14.

 

  1. Peran Anak Dalam Kristus Yesus yaitu Pelaksana rencana Allah Bapa Ef. 1:7-12
  • Peran Sang Anak adalah menjalankan rencana kerelaan Sang Bapa, untuk mengasihi menusia yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Bapa, dan untuk itu rela menjadi manusia, rela untuk disiksa, dihina, dicemoohkan, disalibkan, dan pada hari yang ketiga Dia bangkit dari antara orang mati.
  • Tujuan penebusan adalah mempersatukan kita dengan Kristus sebagai kepala, yaitu sebagai gereja dengan jemaat-Nya, selama masih di dunia, maupun dipersatukan sebagai warga Kerajaan Allah dan keluarga Allah baik di bumi & Sorga, menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya, melalui kesaksian hidup kita yang berkenan di hadapan Allah. Tetapi, penebusan yang dilakukan Sang Anak perlu diteguhkan. Kita harus mati di dalam Kristus (materi Selasa yang lalu) dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus.

 

3 Peran Roh Kudus Yaitu Memeteraikan/pendukung Ef. 1:13-14

  • Setelah dipilih oleh Bapa, dan ditebus oleh Anak, kita pun harus dimeteraikan oleh Roh Kudus agar tak satupun yang bisa menggagalkan rencana kerelaan Allah untuk memilih, menebus, dan menjadikan kita sebagai anak-anak Allah.
  • Roma 8: 33-35 .. tak satupun bisa memisahkan kita dari Kasih Kristus. Bahkan dinyatakan bahwa tak satupun akan menggugat kita sebagai orang-orang pilihan Allah, termasuk: Bapa juga tidak akan menggugat kita sebagai orang-orang pilihan Allah, karena Dia yang telah membenarkan kita. Kristus Yesus pun tidak akan menghukum kita, supaya kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya tidak sia-sia. Malah Dia, yang duduk di sebelah kanan Allah (mendapat kuasa untuk menghukum), telah menjadi pembela kita. Baca Yoh.14:15-26.

 

KESIMPULAN. Kenali peran Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Sehingga kita memahami betapa kayanya kita, kekayaan yang sering tidak kita sadari atau kalaupun kita tahu, sering kita abaikan hanya karena kita terpaku kepada materi dan harta kekayaan dunia ini. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]

Materi S2C : Selasa, 26 Januari 2016       Durasi: 20 Menit

Nats          : Roma 8:18-30

Tema         : Menerima Kepenuhan Allah – Belajar dari Yesus

PENDAHULUAN.

Kepenuhan Allah ada dalam Yesus – Ibrani 1:1-4 Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.

Dalam Roma 8:29-30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Setiap orang percaya yang rindu mengalami kepenuhan Allah. Dimana jubahNya Allah dikenakan dalam hidup kita, menerima apa yang dijanjikan Allah dan mewarisi janji-janjiNya- Roma 8:17. Pada zaman akhir ini semua mahkluk/ciptaan Allah menantikan anak-anak Allah dinyatakan.

 

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Yesus mengalami kepenuhan Allah, agar kita juga mengalami hal yang sama maka ada beberapa hal perlu untuk dilakukan:

  1. Siap untuk memperbaharui manusia baru kita secara terus menerus – Ef 4:23-24; Kol. 3:10; Kej.1:26.
  • Mengenakan manusia baru kita, yang terus menerus diperbaharui artinya menanggalkan kehidupan masa lalu. Yesus berpesan pada perempuan yang kedapatan berzinah Yoh 8:11. Dosa yang disembunyikan menghambat berkat Tuhan-Ams 28:13. Terlalu sibuk mengurus dosa orang, lupa akan membereskan dosa pribadi.
  • Pentingnya manusia baru yang terus menerus diperbarui. Setiap anggur yang baru pasti simpan dikantong yang baru- 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya”

 

  1. Siap bertumbuh dan berbuah.
  • Yang diperlukan untuk pertumbuhan secara rohani adalah Firman Tuhan – Mat.4:4; Luk 4:4; Ul.8:3 Roti yang berfungsi sebagai makanan yang segar, dibutuhkan sehari-hari. Sudahkah kita merenungkan dan melakukan Firman Tuhan? Sehingga terbentuk karakter-karakter ilahi dalam hidup kita?
  • Mengapa kita tidak dapat bertumbuh ? Karena imannya terkandas – 1 Tim 1:19. Imannya tidak berkembang/bertumbuh karena ia tidak menganggap Firman Allah sebagai sesuatu yang patut kita hargai/hormati lebih berbahaya lagi jika ia tidak membutuhkan lagi Mat. 13:19-23. Roma 10:17 iman timbul dari pendengaran akan firman Allah. Ams. 13:13- Apakah kita menghargai Firman Tuhan? Kita hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
  • Pentingnya mengalami pertumbuhan karakter Allah. Yesus bertumbuh semakin besar, baik secara jasmani dan rohani. Lukas 2:40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

Kesimpulan. Perbesar kapasitas kita untuk menerima kepenuhan dari Allah dengan memperbarui manusia baru kita secara terus menerus & siap bertumbuh serta berbuah. Sebab Dunia menantikan anak-anak Allah yang memiliki kepenuhan Allah dinyatakan pada akhir zaman ini. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]

Materi S2C : Selasa, 19 Januari 2016              Durasi: 20 Menit

Nats          : Efesus 3:14-21

Tema         : Enlarge Capacity – Fullness Of God

PENDAHULUAN.

 fullness-of-god         Memasuki tahun 2016 Tema tahunan GBI KelIR yaitu Enlarge Your Capacity (Memperbesar Kapasitas) –Fullness of Gof (Kepenuhan Allah).

Bagaimana dengan kapasitas hidup kita yang telah diperbesar untuk menerima kepenuhan dari Allah.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): ada 4 hal yang perlu kita perhatikan bagaimana hidup kita telah diperbesar kapasitas untuk menerima kepenuhan dari Allah?

 

  1. Mengenal Lebar (Platos) Ef. 3:18
  • Lebar =Luas=Lapang; lapang dada. Menerima segala dari Tuhan dengan lapang dada; tidak berbantah-bantah dengan Tuhan karena merasa tidak adil, dll.
  • Betapa pentingnya kita tidak berbantah – Roma 9:20 hanya orang yang menerima dirinya adalah orang yang sedang membangun kepenuhan Allah dalam dirinya. Hanya orang yang lapang hatinya yang akan diperbesar kapasitasnya.

 

  1. Mengenal Panjang (Mekos) Ef. 3:18
  • Ketika kita lapang dada, maka hidup kita dapat dipanjangkan patoknya, sepanjang kasih kasih Yesus, yaitu sampai mati dikayu salib (berkorban)- Fil 2:8. Seberapa besar kita mau berkorban untuk Tuhan demikian hidup kita diperbesar oleh Tuhan.
  1. Mengenal Tinggi (Hupsos) Ef. 3:18
  • Setelah hati kita lapang – Yes. 54:2, kita mampu berkorban untuk Tuhan maka hidup kita diperluas, dan kita memandang ke tempat Tinggi yaitu Tuhan. Maka jubahNya diberikan bagi kita, yaitu kuasa dan otoritasNya.

 

  1. Mengenal Dalam (Bathos) 3:18
  • Untuk menerima hal-hal yang tersembunyi dalam Allah – Kepenuhan Allah- rahasia Allah.

 

KESIMPULAN.

Untuk menerima kepenuhan dari Allah yaitu : tidak berbantah/lapang dada, rela berkorban, memandang Tuhan dan menerima jubahNya dan kepenuhan dari Allah, semua yang Allah sediakan bagi kita. Tahun 2016 Allah sedang mengenakan jubahNya bagi kita, sehingga kita berjalan dengan kuasa dan kemenangan bersama Dia. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

fullnes of godShalom…
Selamat Natal 2015 & Tahun Baru 2016.
Berikut ringkasan khotbah
Bapak Gembala Pdt. Dr. King Anderonikus Rorong, D.Min, D.Th di penghujung pergantian tahun, memasuki tahun 2016.
Tema untuk tahun 2016 :
Enlarge Capacity – Fullness of God. (Efesus 3:14-21)

Bagaimana dengan kapasitas hidup kita yang telah diperbesar untuk menerima kepenuhan dari Allah (Efesus 3:18) :

1. Mengenal lebar (Platos).
Lebar=luas=lapang; lapang dada. Menerima segala yang dari Tuhan dengan lapang dada; tidak berbantah dengan Tuhan karena merasa tidak adil atau karena penghakiman.

2. Panjang (Mekos) – Berkorban.
Ketika hati kita lapang, maka hidup kita dapat dipanjangkan patoknya sepanjang kasih Yesus, yaitu sampai mati di kayu salib. Seberapa besar kita mau berkorban untuk Tuhan demikian hidup kita diperbesar oleh Tuhan.

3. Tinggi (Hupsos).
Setelah hati kita lapang, kita mampu berkorban untuk Tuhan maka hidup kita diperluas, dan kita memandang ke tempat Tinggi yaitu Tuhan. Maka jubahNya diberikan bagi kita, yaitu kuasa dan otoritasNya.

4. Dalam (Bathos).
Untuk menerima hal hal yang tersembunyi dalam Allah – kepenuhan Allah – rahasia Allah.

Kesimpulan.
Untuk menerima kepenuhan dari Allah yaitu :
Tidak berbantah/ lapang dada, rela berkorban, memandang Tuhan dan menerima jubahNya dan kepenuhan dari Allah, semua yang Allah sediakan bagi kita.
Tahun 2016, Allah sedang mengenakan jubahNya bagi kita, sehingga kita berjalan dengan kuasa dan kemenangan bersama Dia.

Tuhan Yesus Memberkati

Materi S2C : Selasa, 01 Desember 2015       Durasi: 20 Menit

Nats          : Efesus 5:8-14, Matius 5:14, Daniel 12:3

Tema         : Terangilah Dunia

PENDAHULUAN.

terangiDalam Kisah Para Rasul 8, dikisahkan orang kristiani di Yerusalem tersebar hingga ke berbagai negeri untuk menghindari hukuman mati. Mereka mewartakan Injil ke mana pun mereka pergi (KPR8:4). Saulus, salah satu penganiaya mereka, justru bertobat dan menjadi rasul. Menjelang akhir hidupnya, Saulus yang kemudian disebut Paulus, memutuskan untuk pergi ke Yerusalem, meski ia tahu di sana ia akan dihukum mati. Namun Paulus tak merasa gentar dan mengatakan bahwa tujuannya adalah “untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah” (KPR 20:24). Allah masih memanggil kita untuk mengabarkan Kabar Baik tentang Yesus kepada mereka yang belum mengenal Dia.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Mengapa kita harus menerangi Dunia

  1. Kita dapat menarik orang kepada kristus, apabila hidup kita memancarkan terangNya

Yohanes Pembaptis datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh Dia semua orang menjadi percaya –Yohanes 1:7 Yesus mengatakan bahwa kita, yang mengenal Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan, adalah terang dalam dunia yang digelapkan dosa (Mat. 5:14-16). Kita adalah cerminan Kristus Sang “Terang yang sesungguhnya” (Yoh.1:9).

Seperti Yohanes Pembaptis yang bersaksi tentang Terang itu dan memimpin orang-orang kepada Yesus (Yoh.1:7), kita pun dapat seperti dia. Jalan ketaatan kita yang setia kepada-Nya adalah mercusuar kasih dan kebenaran Allah. Hidup dan ucapan kita menjadi cahaya hangat yang menembus dunia yang dingin dan gelap ini. Mungkin salah satu anggota keluarga kita masih ada dalam kegelapan. Mungkin juga kawan atau rekan kerja kita. Jangan berhenti mendoakan mereka. Teruslah berusaha menarik perhatian mereka kepada Tuhan. Kita dapat menarik orang kepada kristus
apabila hidup kita memancarkan terang-nya.

Ini adalah tantangan besar yang harus membuat kita memikirkan secara serius bagaimana kita hidup. Tanyakanlah pada diri kita sendiri, “Sudahkah saya menjadi terang bagi hidup orang lain? Apakah hidup dan perkataan saya menuntun orang-orang keluar dari kegelapan dan datang kepada terang Yesus?”

Dunia ini gelap, tetapi kita memiliki terang. Sudahkah kita menerangi sekeliling kita? hidup kita dapat memancarkan terang
atau mengusir kegelapan. Sebab Allah telah menempatkan kita di dunia ini untuk bersaksi pada dunia.

  1. Dunia membutuhkan Terang Injil Yohanes 8:12

Dengan mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, kita dapat menyinari dunia (Mat.5:16). Dengan kekuatan Roh Kudus kita dapat menjadi seperti jemaat kristiani yang disurati Paulus, “Kamu bercahaya di antara mereka” (Fil.2:15). Dan seperti yang diucapkan Fransiskus Asisi, “Tuhan, jadikanlah daku pembawa damai, bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih, … bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Hendaklah kita yang percaya dan mengikut Sang Juruselamat dapat mencerminkan Dia, yang adalah terang dunia. Kehidupan kekristenan adalah jendela tempat orang dapat melihat Yesus.

Kesimpulan. Orang yang hidup dalam pemerintahan Kerajaan Allah, hidup penuh otoritas untuk menjadi pengelola, untuk itu setiap orang percaya harus memahami prinsip kerajaan Allah, & hidup di dalamnya. Harapan kami, dengan akan berakhirnya tahun 2015 biarlah kita semua senantiasa berjalan bersama dengan Allah, mengikuti kehendakNya dan rencanaNya, sehingga melalui kita banyak orang mengenal Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan akhirnya diselamatkan dalam kehidupan yang kekal. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C : Selasa, 24 November 2015       Durasi: 20 Menit

Nats          : Matius 9:35-38

Tema         : Alasan Memenangkan Jiwa Bagi Yesus

PENDAHULUAN.

alasanMengabarkan Injil adalah upaya orang Kristen memberitakan Injil kasih karunia Allah kepada semua orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus sehingga mereka diselamatkan. Jadi tujuan dalam pemberitaan tentang Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah mengupayakan pendengarnya supaya bertobat dan menyerahkan diri kepada Kristus, melayani, setia dan taat kepadaNya Roma 1:5.

Memberitakan Injil keselamatan ini adalah tugas semua orang percaya (Mat. 5:13-16) dan kita adalah saksi Tuhan (KPR 1:8), orang percaya sebagai duta/utusan-utusan Kristus (2Kor.5: 20), & Memberitakan Injil keselamatan adalah perintah Yesus Kristus sendiri (Mat. 28: 19-20).

Setiap orang percaya wajib mengabarkan Injil sesuai dengan kemampuan dan karunia-karunia yang dianugerahkan Roh Kudus kepadanya. Rasul Paulus berkata celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil, karena itu menjadi keharusan bagiku (1Kor.9:16).

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Alasan Memenangkan Jiwa Bagi Yesus:

  1. Karena Yesus Adalah Seorang Pemenang Jiwa Mat. 9:36

“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (1 Tim 1:15). “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:10). Yesus Datang untuk Menyelamatkan Manusia (Mat. 9:36, 4:19, 28:19-20; KPR 1:8). Kata Kristen berarti seperti Kristus, Kristus datang untuk menyelamatkan manusia, untuk mencari yang terhilang. Demikian kita ingin seperti Kristus, kitapun harus menjadi pemenang jiwa (2 Kor 5:18-19; Yoh 3:16; Kol 1:20).

          Sekarang Ia memberi kita amanat untuk membawa berita baik itu pada semua manusia di mana saja (Rm 10:13-14). Bagian kita adalah untuk memberitahu semua orang, agar mereka mengetahui berita baik ini. Kita semua seharusnya menjadi para pemenang jiwa karena Yesus pun seorang pemenang jiwa.

  1. Karena Tuaian Begitu Banyak Mat.9:37

Mat 9:35-38 Yesus Mengirim Para Pekerja ke Ladang Tuaian-baca Luk.10:1-3 (materi selasa lalu). Pada mereka Ia berkata:“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu” (Luk 10:19).

Kita Harus segera Pergi Keluar. Apabila ladang tidak segera dituai, maka tuaian itu akan membusuk di ladang. Badai bisa saja segera datang dan merusak gandum atau jagung. Apabila tidak segera dituai, maka akan terlalu masak hingga busuk.

Setiap Orang Kristen adalah Seorang Saksi Tuhan, mari kita keluar ke tempat di mana orang-orang berada ! Ini adalah alasan yang kedua mengapa kita harus menjadi pemenang jiwa: Karena Tuaian Benar-benar Sangat Besar ! Mat. 9:37

  1. Karena Pekerja Hanya Sedikit Mat. 9:38

Roma 10-13-15 bagaimana mereka dapat memberitakanNya jika mereka tidak diutus. Yes 6:8 “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Marilah kita siap dipakai Tuhan, dimulai dari apa yang ada pada kita (Kesaksian hidup kita).

Kesimpulan. Dipenghujung bulan ini sebagai penutup Materi dari pilar ke 9 Menggunakan Otoritas Raja yang Bertujuan untuk Keimamatan, Point 2 yaitu Otoritas untuk membawa jiwa-jiwa

kepada Tuhan Yesus. Dimulai dengan kita berani bersaksi tentang hidup kita bagi orang yang belum mengenal Kristus. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C : Selasa, 17 November 2015      Durasi: 20 Menit

Nats          : 1 Timotius 2:4, Lukas 10:1-24

Tema         : Strategi Memenangkan Jiwa Bagi Yesus

PENDAHULUAN.

strategiTuhan mengasihi semua orang (baik orang percaya maupun tidak percaya) dan Ia merindukan agar semua orang memperoleh pengetahuan akan kebenaran dan bahwa tidak ada seorang pun yang binasa (Yoh. 3:16; 1 Tim.2:4). Mengetahui bahwa hal ini adalah kerinduan Tuhan, marilah kita memproklamasikan Kerajaan Allah kepada orang-orang di sekitar kita.

    Minggu lalu telah kita pelajari bagaimana kita menjadi pemenang jiwa yang berhasil yang dimulai dari pengalaman/kesaksian pribadi kita saat bertemu dengan Yesus, dan kita harus menyadari sebagai duta Kerajaan Allah serta kita harus bertumbuh menjadi orang Kristen yang dewasa, berikut kita pelajari bagaimana strategi memenangkan jiwa bagi Yesus. Strategi ini diambil dari injil Lukas 10:1-20 mengenai Yesus yang mengutus 70 murid untuk menginjil.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Strategi Memenangkan Jiwa Bagi Yesus:

  1. Berkati Orang disekitar kita dengan Doa – Lukas 10:5

Tuhan menginginkan kita untuk memproklamasikan damai sejahteraNya kepada orang-orang di sekitar kita. Sama seperti Yesus memberikan damai sejahteraNya (Yoh 14:27), Tuhan juga menginginkan kita untuk menjangkau mereka melalui doa kita dan memberkati mereka melalui damai sejahteraNya.

Sebagai permulaan, lakukanlah hal-hal berikut ini: a).Siapkan daftar 10 orang yang belum percaya yang ingin kita berkati. b) Buatlah komitmen untuk berdoa dan memberkati mereka dengan damai sejahtera Tuhan dalam kehidupan mereka.  

  1. Bersekutulah dengan orang-orang seiman – Lukas 10:7

Setelah kita mendoakan orang-orang yang ingin kita berkati, langkah berikutnya yang perlu kita ambil adalah bersekutu. Dalam Kisah Para Rasul dikatakan bahwa murid-murid sering bersekutu satu sama lain.

Adalah penting untuk membangun hubungan yang sejati, bukan yang palsu, untuk mengenal mereka dengan lebih baik. Hanya ketika kita mengenal mereka dengan baik, mereka akan merasa lebih nyaman untuk membagikan kepedihan atau kebutuhan mereka. Persahabatan yang kuat, yang lebih dari sekedar keramahtamahan tapi sebagai seorang teman yang bersedia untuk membantu atau mempunyai telinga yang mau mendengarkan.

Persekutuan dengan orang yang belum percaya akan memberi mereka kesempatan untuk melihat iman kita yang sedang bekerja. Kita dipanggil sebagai duta besar Tuhan (2 Kor 5:20) dan di manapun kita pergi kita membawa citra Kristus dan kita mewakili Kerajaan Allah.

Kesimpulan. Dua strategi yang dapat kita lakukan bagaimana kita dapat menjangkau jiwa bagi Kristus, yakni: Memberkati orang disekitar kita dengan doa-doa yang kita panjatkan siang dan malam & menjalin persekutuan dengan mereka, mengikat persahabatan yang sejati. Hal ini juga dilakukan oleh ke tujuh puluh murid yang diutus oleh Tuhan Yesus, namun yang lebih terpenting adalah Nama kita tercatat di Sorga Lukas 10:20. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Materi S2C : Selasa, 10 November 2015       Durasi: 20 Menit

Nats          : Kisah Para Rasul 4:12; Matius 4:19, Mrk 1:17

Tema         : Bagaimana Menjadi Seorang Pemenang Jiwa Yang Berhasil

PENDAHULUAN.

pemenangAllah mengharapkan anak-anakNya, menjadi orang yang dapat dipercaya dalam hal berkat dan orotitas yang telah diberikanNya (1Kor 4:1).

Karena semua sarana dan fasilitas yang terima dari Allah, semata-mata demi kasihNya untuk menyelamatkan dunia. Allah memberkati kita karena Allah mengasihi kita, dan setiap kita yang adalah imam di hadapan Allah, yang dekat denganNya, dan yang mengasihiNya, dapat menggunakan semua yang kita terima dari Dia bagi keselamatan jiwa-jiwa dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus semata. Jika ingin menyelamatkan jiwa bagi Kristus, kita harus memiliki beberapa sifat tertentu yang harus ada pada seorang pemenang jiwa. Marilah kita periksa apa yang firman Tuhan katakan tentang hal ini.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Bagaimana Menjadi Seorang Pemenang Jiwa Yang Berhasil?

  1. Seorang pemenang jiwa bukan saja harus bersaksi tentang Kristus, tetapi ia harus memiliki Kristus dalam kehidupannya sendiri.

Bukan saja mengaku dengan mulutnya, tapi juga pengalaman dengan hatinya (Yoh. 4:39-42). Orang yang hanya berkata saja tetapi tidak mengalami sendiri adalah orang yang berpura-pura. Orang yang pura-pura (munafik) tak mungkin menjadi seorang pemenang jiwa. Tetapi orang yang memiliki Kristus, yang hidup dalam persekutuan dengan Allah, ialah yang dapat menjadi pemenang jiwa yang berhasil. Tuhan Yesus melawan orang-orang yang pura-pura, yang hanya mementingkan perkara lahir saja dan tidak mementingkan perkara batin (Matius 23). Bilamana kita mempunyai persekutuan dengan Allah, ketika kita berbicara dengan orang lain, mereka akan mudah menerima kesaksian kita (Yoh. 1:35-51).

  1. Seorang pemenang jiwa harus menyadari bahwa kita duta Kerajaan Allah.

      Tiap-tiap anak Tuhan mempunyai tanggung jawab yang besar, yaitu ia dipanggil menjadi utusan Kerajaan Surga untuk mengabarkan kepada dunia ini bahwa Allah mau berdamai dengan manusia di dalam dan oleh Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal (2 Kor. 5:18-21). Perintah Tuhan yang terakhir dan terbesar pada murid-murid-Nya ialah: “Pergilah kamu ke seluruh muka bumi dan kabarkan Injil” (Mrk 16:9-20; Mat.28:16-20; Luk.24; dan KPR 1:8)

  1. Seorang pemenang jiwa harus bertumbuh menjadi orang Kristen yang dewasa.

Kita harus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus (2 Pet. 3:18). Itulah kehendak Tuhan dan tujuan keselamatan kita, yakni supaya kita maju terus menuju kedewasaan rohani (band. Ibr 5:11-14 dgn Ef 4:11-16).

Artinya kita harus menjadi orang Kristen yang dewasa, menjadi gambar dan serupa dengan Allah (Rom 8:29), menjadi garam dan terang (teladan atau panutan-1Tim. 4:12; 2 Kor 3:2-3), menjadikan Firman Allah pegangan hidup (Yoh. 15:7), hidup dalam hubungan yang intim dengan Tuhan.

Kesimpulan. Inilah beberapa hal yang harus ada dalam hidup kita jika kita mau jadi pemenang jiwa yang berhasil. Jika kita belum memiliki, mulailah berdoa dan minta kepada Tuhan supaya Dia mengubahkan hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya, supaya kita bisa menjadi alat dalam tangan-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Loading...