
15 Desember 2017
Shalom,
Mengundang seluruh anak-anak untuk hadir dalam Natal KelIR Kid’s yang dilaksanakan pada :
Hari Jumat, 15 Desember 2017
Pukul : 16.00 Wita
Di Gedung KelIR House – Jl. Gerilya – Solong
KelIR Kid’s Ministry akan mengadakan acara “Come and Play with Santa”, acara ini akan diisi dengan Photo bersama Santa Claus dan doorprice yang dilaksanakan pada :
Sabtu, 9 Desember 2017
Pukul : 17.00 Wita
Tempat : Duta Rasa Foodcourt Bigmal.
Biaya pendaftaran Rp. 60.000/Anak (Termasuk Souvenir & Photo bersama Santa Claus)
Materi S2C : Selasa, 05 September 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Amsal 29:18
Tema : Memahami arti Visi dan Tujuan Hidup
PENDAHULUAN.
Bulan September kita memasuki pembelajaran intisari pilar VI Keluarga Imamat Rajani, yaitu menjadikan Jemaat Imamat yang berprinsip Kerajaan Allah.
Pada bagian ini fokus kita adalah bagaimana pelayanan yang kita jalani, yang kita bangun dan kembangkan dapat menjadi berkat dan membawa kesejahteraan bagi pihak lain.
Pelayanan yang efektif tidak berhenti dari bagaimana menjaga hidup benar dan kudus di hadapan Allah, namun sebagai imam atau pelayan Tuhan, dimanapun kita berada kita harus berjalan dalam otoritas dan kuasa Allah yang dapat berbicara lebih banyak kepada dunia atau lingkungan dimana Tuhan telah menempatkan kita. Untuk itu pelayanan harus dibangun dengan visi yang jelas, disertai target pencapaian yang benar.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): memahami Visi dan Tujuan Hidup?
- Visi pribadi : Panggilan Tuhan (Tujuan hidup yang datang dari Tuhan untuk diri sendiri)
- Visi pribadi adalah visi rohani yang Tuhan berikan secara pribadi kepada seseorang. Visi pribadi merupakan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan seseorang yang dialaminya pada saat perjumpaan dengan Tuhan, misalnya pada saat pertobatan atau saat dipanggil dalam suatu pelayanan khusus.
- Contoh : Rasul Paulus mendapatkan visi pribadi pada peristiwa perjumpaannya dengan Tuhan –Kis.9:3-30; 26:1-24; Ia rela mati karena panggilan Tuhan -Kisah-21:13. Petrus mendapat visi bagi dirinya sendiri, ia akan menderita bagi Tuhan-Yoh.21:18-19. Abraham -Kej.13:14-15, Yusuf dalam menyelamatkan kehidupan seluruh bangsa Israel-Kej.45:1-15; dan lainnya.
- Visi adalah pandangan kedepan. Dunia kehilangan visoner. Oleh sebab itu Umat Tuhan yang punya visi ia akan berbuat yang baik, melakukan perkara yang besar. Orang yang punya visi pasti punya masalah, akan tetapi ia tahu kemana harus melangkah. Sekalipun kejepit tidak menyerah.
Aplikasi : Kita perlu menemukan panggilan Tuhan agar kita menjadi orang yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan alasan yang tepat, sehingga melaluinya kita melayani dengan antusiasme dan ketekunan.
- Visi bersama (Tujuan Hidup yang datang dari Tuhan pada Pemimpin Rohani).
- Visi bersama adalah visi rohani yang diberikan kepada satu orang tetapi berpengaruh pada orang-orang lainnya, tidak hanya pada satu orang itu saja. Biasanya, untuk sebuah visi bersama Allah akan mengirim orang-orang untuk menjadi sebuah tim dalam proses pelaksanaan visi tersebut.
- Gereja kita telah mempunyai Visi : Menjadi Keluarga Imamat Rajani pada Tahun 2027. Dan sebagai goalnya adalah seluruh keluarga di pulihkan, seluruh keluarga melayani Tuhan, dan seluruh keluarga di berkati dan menjadi berkat- 1 Pet.2:9.
- Contoh : Musa mendapat visi dari Tuhan untuk membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir, serta menuntun bangsa itu menuju Tanah Perjanjian. Visi ini melibatkan orang banyak, baik para pemimpin yang diangkat oleh Musa sebagai tim maupun umat Israel secara keseluruhan –Kel.3:1-12; 18:13-26. Nehemia dalam membangun tembok Yerusalem- Neh 1:1-11 dan lainnya.
Aplikasi : Mari wujudkan Visi bersama GBI KelIR “Menjadi Keluarga Imamat Rajani pada Tahun 2027”
Kesimpulan. Dunia mencari orang Visioner. Visi membuat kita dapat mencapai tujuan. Temukan Visi pribadi kita masing-masing apa yang menjadi panggilan kita dan mengambil bagian dalam mewujudkan Visi Bersama yang Tuhan taruh dalam hati pemimpin rohani kita. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 29 Agustus 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Mazmur 41:2-4
Tema : Dampak perhatian dalam keluarga
PENDAHULUAN.
Memerhatikan adalah sebuah kondisi di mana kita keluar dari diri kita menuju orang lain yang ada di luar kita. Salah satu hakekat dalam kehidupan Kristen adalah kita semua merupakan satu keluarga yang diikat dalam satu kesatuan oleh karena darah Kristus–Ef.2:19.
Namun kenyataannya kita masih sering kali melupakan atau menyepelekan hal ini. Kita hidup dengan tidak peduli terhadap sesama saudara seiman, tidak peduli dengan urusan gereja dimana kita beribadah. Atau kalau kita mau peduli, ya kita mau peduli yang kita suka atau senangi, sedang yang tidak kita senangi, kita tidak mau menggubris. Natur kita sebagai orang berdosa lebih senang untuk dipedulikan dari pada mempedulikan.
Seringkali kata-kata yang terungkap adalah apakah yang gereja ini sudah perbuat untuk diriku? Apakah yang sudah diperbuat jemaat di gereja ini dalam mempedulikan diriku, kesusahanku, masalahku dan sebagainya. Namun Alkitab selalu mengajarkan pada kita untuk mau mempedulikan dari pada dipedulikan.
Yang dimaksud peduli adalah bukan usil dan mau mencampuri urusan pribadi orang lain, melainkan dalam kasih Kristus kita mau saling memperhatikan dan menolong saudara seiman kita, khususnya yang sedang dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan– Ul. 15:7.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Dampak perhatian dalam keluarga!
- Membangkitkan semangat Hidup
- Yesus dalam pelayananNya pun sering kali membangkitkan semangat hidup orang lain. Ia membangkitkan semangat hidup orang lumpuh yang terbaring di tepi kolam Bethesda ketika ia bertanya, “Maukah engkau sembuh…” 5:6. Yesus ingin membangkitkan semangat di tengah keputusasaan. Beri ilustrasi!
Aplikasi : Kepedulian kita dapat membangkitkan semangat hidup!
- Menerima berkat dari Tuhan
- Sifat bawaan manusia sejak lahir: cenderung kurang memedulikan kebutuhan orang lain. Berbeda dengan sikap jemaat mula-mula: mereka justru saling berbagi dengan penuh semangat -Kis 4:32 & tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka;…-Kisah.4:34-35. Janji Tuhan bagi yang peduli pada Rumah Tuhan- Hagai 2:19-20.
- Berkat apa saja yang diterima bagi yang saling memperhatikan:
- Diluputkan dari masa kesesakan-Maz.41:2. Saat ini dunia sedang mengalami kesesakan, percayalah sesuai dengan janji Tuhan, jika kita memperhatikan orang-orang susah maka Ia akan memelihara kita pada masa kesesakan ini.
- Akan di pelihara oleh Tuhan-Ma.41:3. Kita akan mengalami berkat pemeliharaan- Beri ilustrasi!
- Hidup Bahagia-Maz.41:3. Kebahagiaan tidak bisa dibuat oleh manusia. Banyak orang memiliki harta yang berlimpah namun hidupnya berantakan, tidak bahagia. Kebahagiaan adalah suatu berkat dari Tuhan dan hanya datangnya dari Tuhan. Mau bahagia? Mari berbagilah dengan sesama.
- Perlindungan atas Musuh –Maz.41:3. Sebaik apapun kita, pasti ada saja orang yang tidak suka terhadap kita. Namun Tuhan menjanjikan perlindungan bagi orang yang murah hati.
- Kesembuhan dari penyakit-Maz.41:4. Setiap orang pasti akan mengalami yang namanya penyakit. Akhir dari penyakit ada dua yaitu sembuh atau meninggal. Tapi bagi orang yang rajin berbuat baik Tuhan menjanjikan kesembuhan.
Aplikasi : Agar kita mengalami berkat di atas, marilah kita berbuat baik dengan memperhatikan sesama.
KESIMPULAN. Perhatian kita menunjukkan kepedulian. Kepedulian menuntut pengorbanan yang sangat besar; tetapi ketidakpedulian akan membuat kita rugi besar-Maz.41:2, Ams. 19:17. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 22 Agustus 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Lukas 10:25-37
Tema : Faktor Penyebab Hilangnya Perhatian dalam
Keluarga bagian 2
PENDAHULUAN.
Nasehat dalam alkitab mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan kita di dunia ini, perlu mengembangkan sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita adalah kepedulian -Kolose 3:12.
Yesus mengatakan, ”Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba dan salah satu dari antaranya tersesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor itu di pegunungan dan pergi mencari yang tersesat? Dan jika ternyata ia menemukannya, aku mengatakan kepada kamu, ia lebih bersukacita atasnya daripada atas yang sembilan puluh sembilan yang tidak tersesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menginginkan salah seorang dari mereka yang kecil ini binasa.” Mat. 18:12-14 Perkataan Yesus melukiskan kepedulian-Nya.
Namun tidak sedikit manusia yang bisa saling memperhatikan satu dengan lainya seperti kisah Lazarus dan orang kaya –Luk.16:19-31. Marilah kita mengenali faktor penyebab hilangnya perhatian/kepedulian.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Faktor Penyebab Hilangnya Perhatian dalam Keluarga?
- Tidak memiliki rasa belas kasihan.
- Dalam bahasa Yunani, kata “belas kasihan” ialah “elios” atau “kane” dalam bahasa Ibrani, berarti hati yang penuh rasa iba. Manusia-manusia akhir jaman cenderung memposisikan diri untuk menjadi penonton dan menunggu orang lain yang turun tangan menolong sesamanya.
- Lukas 10:25-37 Perbuatan belas kasihan kita atau “Kepeduliaan” kita pada sesama menghantar kita pada pintu kehidupan kekal.
Aplikasi : Zaman individualisme dan materialisme melahirkan ketidakpedulian pada sesama dan fokus pada diri sendiri dengan mencari dan memenuhi kebutuhan material sebanyak-banyaknya. Padahal hal ini tidak akan pernah memberikan kepuasan atau kebahagiaan yang sebenarnya. Kebahagiaan yang sebenarnya terjadi saat kita melakukan kebaikan kepada orang lain.
- Kesombongan
- Pernahkah kita menemui seorang yang begitu cuek dengan lingkungan dan orang lain? Ada banyak faktor di balik sikap tersebut. Kesombongan adalah salah satu kandidat penyebab yang umum- 1 Kor8:1 “pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.” Pengetahuan dikontraskan dengan kasih. Sikap sombong dikontraskan dengan membangun orang lain.
- Tentu saja tidak semua pengetahuan adalah salah. Hanya “pengetahuan yang demikian,” yaitu yang menganggap orang lain bodoh dan tidak perlu digubris. Pengetahuan semacam ini mendorong untuk tidak mempedulikan orang lain. Dalam hal ini, ketidakpedulian mereka merupakan bentuk kesombongan.
Maz. 54:5
Aplikasi : Kerendahan hati membuat orang mampu memperdulikan satu dengan yang lain- 1 Pet.3:8.
KESIMPULAN. Apakah kita termasuk cuek terhadap orang lain? Faktor apa yang berada di balik sikap ini? Apakah kita merasa terlalu hebat dan terpisah dari yang lain? Ataukah orang lain terlihat begitu tidak penting di mata kita? Oleh anugerah Allah, marilah berjuang melawan ketidakpedulian! Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 15 Agustus 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Lukas 10:25-37
Tema : Faktor Penyebab Hilangnya Perhatian dalam
Keluarga bagian 1
PENDAHULUAN.
“Lawan dari kasih bukan kebencian, melainkan ketidakpedulian; lawan dari seni bukan keburukan, melainkan ketidakpedulian; lawan dari iman bukan ajaran sesat, melainkan ketidakpedulian; lawan dari kehidupan bukan kematian, melainkan ketidakpedulian,” demikian ungkapan Elie Wiesel, sastrawan berdarah Yahudi, peraih Nobel Perdamaian 1986, saksi hidup kekejaman rezim Hitler.
Dalam perumpamaan Yesus, apakah yang membedakan antara orang Samaria dan kedua tokoh lainnya? Ya, sebentuk kepedulian. Dan, apakah yang membedakan akibatnya? Sebuah kehidupan! Orang yang dirampok itu sudah nyaris mati (ay. 30). Jika semua orang yang lewat seperti kedua tokoh sebelumnya, nyawanya pasti melayang. Namun, karena ada orang yang peduli–jiwanya tertolong, ia tetap hidup! Sebuah kepedulian berdampak dalam kehidupan kita. Selain menyelamatkan orang, kita juga menyelamatkan diri kita. Namun sangat disayangkan apabila kepedulian /perhatian ini hilang. Faktor penyebab hilangnya perhatian / kepedulian dapat kita perhatikan di bawah ini.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Faktor Penyebab Hilangnya Perhatian dalam Keluarga?
- Berkurangnya Kasih dalam hidup kita
- Tuhan Yesus mengatakan hal tersebut. “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” 24:12. Disana dikatakan bahwa menjelang kesudahan dunia akan semakin banyak kedurhakaan. Kejahatan merajalela di mana-mana, kesesatan tumbuh subur. Durhaka artinya ingkar terhadap perintah, baik terhadap perintah Tuhan, orang tua atau orang-orang lainnya yang lebih tua dari kita yang seharusnya kita hormati.
- Kedurhakaan menentang Tuhan jelas bentuk pembangkangan atau berlawanan dengan pribadi Tuhan sendiri yang adalah kasih itu sendiri 1 Kor.13:1-3. Kasih merupakan hal yang paling mendasar, paling utama dan terutama dalam kehidupan anak-anak Tuhan.
Aplikasi : Kita bisa menjadi orang terpintar, terkaya, terhebat dan sebagainya, tapi tanpa kasih, semuanya tidak akan berguna atau menjadi sia-sia- Roma 12:17-21
- Mencintai diri sendiri
- 2 Tim 3:2 Mencintai dari kata philautos yang artinya egosentris, atau mementingkan diri sendiri. Mencintai diri sendiri dan mementingkan diri sendiri biasanya merupakan istilah yang sama artinya di dalam Alkitab. Paulus berkata bahwa pada akhir zaman orang akan “mencintai dirinya sendiri” -2Tim 3:1-5. Sifat mencintai diri sendiri itu akan dibuktikan oleh mereka dengan tindakan- berilah ilustrasi!
- Yesus mengajarkan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri 22:39, dan Paulus melihat bahwa “tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat” -Ef 5:29. Tidak ada seorang pun yang membenci tubuhnya sendiri. Kita tidak mungkin melukai tangan kita sendiri, bukan? Jika kaki kita terluka, kita juga akan merawatnya.
Aplikasi : Tuhan sangat peduli/memperhatikan kita, seharusnya yang kita perbuat adalah hal yang sama.
Kesimpulan. Hendaknya semua kita berusaha memperhatikan sesama manusia. Sama seperti kita menyediakan kebutuhan tubuh kita, demikianlah Kristus melindungi dan memelihara. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 08 Agustus 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Yohanes 3:17, Yakobus 3:16
Tema : Dampak Kehidupan Manusia tanpa memperhatikan
sesamanya
PENDAHULUAN.
Cukupkah kekuatan kita untuk menghadapi berbagai masalah hidup sendirian? Mungkin untuk sementara kita bisa berkata cukup, tapi untuk jangka waktu lama tentunya akan sangat sulit jika kita hanya sendirian. Lingkungan yang sulit, dunia yang jahat dan sebagainya setiap saat akan membuat kita semakin lama semakin lemah.
Disaat seperti itu kita butuh teman-teman yang sanggup menguatkan, meneguhkan, mengingatkan dan menolong. Bayangkan jika kita tidak memiliki teman-teman bisa saling dukung dan saling menasehati, memberi masukan, mengingatkan, menegur apabila kita melenceng dari kebenaran Firman Tuhan. Tentu kita akan jauh lebih kuat menghadapi segala problema yang hadir dalam hidup kita. Jadilah bagian yang baik dari sebuah tubuh Kristus, bersekutulah dalam doa dan hendaklah saling bantu, saling mengingatkan, saling menasihati dan memperhatikan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Dampak Kehidupan Manusia tanpa memperhatikan sesamanya!
- Muncul Keegoisan
- Egois berasal dari kata ego, sedangkan ego itu sendiri adalah aku dalam bahasa Yunani, jadi orang yang disebut egois adalah orang yang memang mementingkan dirinya, mementingkan akunya. Menurut kamus Webster, egois/mementingkan diri sendiri bisa diartikan: memperhatikan diri sendiri secara tidak pantas atau berlebihan; mendahulukan kenyamanan & keuntungan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Hal ini berdampak, jauh dari rasa kebersamaan.
- Mengapa kita tidak boleh menjadi orang Kristen yang egois/mementingkan diri sendiri? Karena dari sifat ini akan timbul kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (ayat nats). Bila sifat egois atau mementingkan diri sendiri terus dipelihara, maka dalam dirinya akan timbul sifat baru yaitu kikir alias tidak punya kemurahan hati terhadap orang lain. Ini sangat bertentangan dengan firman Tuhan!Lukas 6:36; Matius 5:7.
- Jadi Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya memiliki kemurahan hati, bukan kikir-6:9-10. Sifat yang egois telah bercampur dengan kesombongan dapat menjerumuskan kehidupan kita ke jalan yang menyimpang.
Aplikasi : Tuhan memanggil kita untuk menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain, bukan lagi hidup untuk diri sendiri atau mementingkan diri sendiri (egois).
- Kasih Allah tidak ada pada orang yang tidak saling memperhatikan
- Acuh berarti peduli; mengindahkan. Kebalikannya adalah cuek atau masa bodoh atau acuh tak acuh. Acuh Tak Acuh adalah sebuah ungkapan yang artinya Tak mau tahu/tidak memberi perhatian. Tanpa kasih Allah dalam hidup seseorang maka orang itu adalah orang yang paling kejam -1 Yoh. 3:15-16, 1 Yoh 4:20-21, 1 Kor. 13; bnd Kej. 4: 8-9; Yudas 1:21.
- IYoh 3:17 Kasih itu titik beratnya bukan pada perbuatan, materi, dan tidak kelihatan. Tetapi masalah rohani, hubungan dengan Tuhan. Kalau orang tidak mengerti aspek rohani tidak mungkin ia dapat mengasihi. Semakin dekat orang dengan Tuhan, semakin dalam hubungannya dengan Tuhan, semakin mudah bagi dia untuk mengasihi dan menyatakan dalam perbuatan. Karena kasih itu bukan pura-pura.
Aplikasi : Marilah kita meningkatkan kepeduliaan terhadap sesama. Bina persatuan dengan ikatan kasih (Yoh 17:21).
Kesimpulan. Dua dampak kehidupan manusia tanpa memperhatikan sesamanya: dalam hidup kita muncul kegoisan dan tidak adanya kasih Allah. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 01 Agustus 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Filipi 2:4; 1 Yohanes 3:15-16
Tema : Memahami arti pentingnya memperhatikan
PENDAHULUAN.
Bulan lalu telah kita pelajari pentingnya sebuah bimbingan dan nasehat. Yang mengindahkan nasihat mendapat berkat dan yang mengabaikan nasehat mendapat celaka.
Memasuki bulan agustus pembelajaran Pilar V: Menjadikan Jemaat, Imam yang berprinsip Keluarga. Point ke 5 (lima): Pelayanan dalam hal memperhatikan. Menurut KBBI Kata memperhatikan mengandung arti melihat lama dan teliti; mengamati; menilik dan menghiraukan, serta mengindahkan. Memperhatikan memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga memperhatikan dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): memahami Arti memperhatikan?
- Memperhatikan mempunyai makna peduli
- Peduli sebuah kata sederhana yang terdiri dari beberapa huruf. Sepertinya mudah sekali diucapkan tapi mempraktekkannya membutuhkan perjuangan bahkan pengorbanan. Peduli merupakan sebuah keputusan dan tindakan yang seharusnya direalisasikan. Peduli pada siapa? Peduli pada diri sendiri, keluarga, gereja, lingkungan, kota, negara, peduli pada Tuhan dan juga peduli pada sesama. Kepedulian kita benar-benar diperlukan.
- Firman Tuhan, mengajarkan kita agar kita memiliki rasa peduli. Alkitab sendiri adalah bukti kepedulian Tuhan, IA mau supaya manusia dapat mengenal diriNYA melalui pewahyuan yang IA beri secara istimewa. Tanpa Allah menyatakan diri-Nya, maka manusia tidak akan pernah mampu mengenal Dia. Selain itu, Alkitab juga mencatat kepedulianNya, Tuhan rela menjadi manusia, merasakan penderitaan manusia, mau menyerahkan nyawa-Nya untuk manusia yang berdosa. Itu salah contoh yang diungkapkan dan dipakai Tuhan, agar manusia mau belajar peduli pada sesama.
- Kepedulian terhadap sesama akan memberikan dampak positif tak hanya untuk orang di sekitarnya namun juga untuk diri kita sendiri. Rasa peduli dapat digunakan sebagai alat pemersatu. Dengan itu kita dapat mempererat keharmonisan dengan lingkungan yang akan memperkecil permusuhan di tengah berbagai macam perbedaan- Kisah 2:41-47.
Aplikasi : jika kita memperhatikan itu berarti kita peduli, jika rasa peduli itu ada maka akan ada persatuan dan kesatuan.
- Memperhatikan mempunyai makna tidak mementingkan diri sendiri.
- Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak hanya mementingkan kebutuhan kita, tetapi juga memperhatikan kepentingan orang lain- Fil.2:4. Dalam 1Yoh 3:17dikatakan “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” Mengenai hal ini kita bisa melihat contoh yang baik dari cara hidup jemaat mula-mula baca Kis.2:44-47a.
- Saling memperhatikan, saling membantu, saling mendukung, saling mengingatkan dan saling mendorong, itu adalah salah satu wujud nyata dari sebuah kasih sejati seperti yang diinginkan Tuhan untuk kita miliki.
Aplikasi : saling memperhatikan adalah sikap yang tidak mementingkan diri sendiri-Ibr.10:24a
Kesimpulan. Tuhan meminta kita untuk menjadi penjaga sesama kita (Kej 4:9), untuk membangun suatu relasi yang didasarkan atas kepedulian satu sama lain dan tidak mementingkan diri sendiri. Itulah bentuk perhatian kita. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 25 Juli 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Keluaran 18:19; Filipi 2:1; Kolose 3:16
Tema : Karakteristik pembimbing dan penasehat yang benar
PENDAHULUAN.
Biasanya orang lebih mudah melihat kesalahan orang daripada salahnya sendiri Mat 7:2-5. Sebab itu peran orang lain yang mau menunjukkan dan menasehati kesalahan kita itu sangat menguntungkan, bahkan itu didorong, diharuskan oleh Tuhan, supaya ada nasehat dalam Gereja Tuhan Flp 2:1. 2Kor 13:11, Kol 3:1, 1Tes 5:11, Ibr 3:13; 10:25, Ef 6:4, Ibr 12:5.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Karakteristik pembimbing dan penasehat yang benar?
- Pribadi yang penuh kasih
- Jika nasihat kita tidak diberikan ”atas dasar kasih”, nasihat itu dapat memberi kesan tajam. Nasihat yang pengasih kemungkinan besar akan lebih memotivasi. Ketika berbicara atas nama dirinya sendiri dan rekan-rekannya, Paulus memberi tahu jemaat di Tesalonika- baca 2:11. Penasehat memperlakukan dengan kasih- contoh : Paulus menganggap dirinya bapa rohani yang menasehati anak rohaninya).
- Bersikaplah bijaksana.
- Jangan memojokkan orang yang hendak kita nasehati. Pada waktu yang sama, jangan menahan diri untuk memberitahukan ”semua kehendak Allah”- 20:27. Orang yang menghargai nasihat itu tidak akan tersinggung atau menjadi kurang mengasihi kepada kita, karena kita telah dengan ramah/bijak mendesak mereka untuk melakukan apa yang benar Maz. 141:5.
- Bermanfaat untuk memberi pujian yang spesifik dan tulus sebelum memberi nasihat. Pikirkan hal-hal baik yang dilakukan orang yang kita nasehati—hal-hal yang pasti menyenangkan Tuhan: iman yang nyata melalui perbuatan mereka, kasihnya, dan ketekunan mereka dalam menghadapi situasi-situasi yang menguji- 1:2-8; 2 Tes. 1:3-5. Hal itu akan membantu orang yang kita nasehati merasa dihargai dan dipahami, dan itu akan membuat mereka lebih siap menyambut nasihat yang hendak disampaikan.
- Pribadi yang penuh dengan Firman Tuhan
- Dengan ”berpegang teguh pada firman”- 1:9. Ketimbang menyatakan pendapat pribadi, jadikan Firman Allah sebagai kuasa dari nasihat kita.Biarkan Alkitab membantu kita mempertimbangkan apa yang perlu dikatakan. Camkan baik-baik konsekuensi yang ditimbulkan—baik sekarang maupun di masa depan—akibat tidak menyelaraskan diri dengan Firman Allah, dan gunakan itu untuk meyakinkan orang yang kita nasehati.
- Menjadi Teladan dalam segala aspek kehidupan
- Agar dapat menasihati orang lain dengan efektif, seseorang harus bisa menjadi teladan-Tit 2:6-8; 3:13. Fakta bahwa ’teladannya dalam perbuatan baik’ selaras dengan imbauannya-1 Ptr. 5:3. Jika demikian halnya, orang-orang yang diimbau untuk bertindak akan menyadari bahwa orang yang menasihati mereka tidak mengharapkan mereka melakukan apa yang ia sendiri tidak lakukan. Mereka akan melihat bahwa mereka dapat meniru imannya seraya ia sendiri berupaya meniru Kristus.—1 Kor. 11:1; Flp. 3:17.
KESIMPULAN. Sifat/karakteristik apa saja yang dibutuhkan untuk memberi nasihat yang ampuh? Bagaimana orang yang memberi nasihat dapat menandaskan pentingnya nasihat itu tanpa bersikap menindas atau kasar? Jadilah pribadi yang penuh kasih, bersikap bijaksana, penuh dengan Firman dan menjadi Teladan. Ibr 3:13, Fil 2:1.Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
Materi S2C : Selasa, 18 Juli 2017 Durasi: 20 Menit
Nats : Yesaya 30:1-2
Tema : Akibat hidup tanpa bimbingan dan nasehat.
PENDAHULUAN.
Jika kita memahami pembelajaran minggu lalu pentingnya bimbingan dan nasehat yaitu menjadikan kita semakin berhikmat dan bijaksana, menghasilkan keputusan-keputusan yang bijak serta melalui nasehat dapat mencapai kesuksesan hidup.
Kata ‘nasehat’ banyak muncul di Alkitab. Kenapa kata “nasehat” diulang-ulang? Karena penting! Penting untuk hidup dan iman kita. Definisi nasehat adalah kata bijak yang diucapkan atau ditulis dengan tujuan untuk membangun dan menunjukan suatu kebenaran yang akan dapat mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang menerimanya. Maka kesempatan kali ini, mengajarkan kepada kita dampak atau akibat dari sikap yang menolak nasehat, didikan, ajaran dari Tuhan maupun sesama.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Akibat hidup tanpa bimbingan dan nasehat salah satunya adalah hidupnya celaka! sebagai contoh:
- Rehabeam anak dari Raja Solomo – 1Raj. 12; 2 Taw. 10:6, 8, 13
- Rehabeam yang baru menjadi raja didatangi rakyat yang minta pengurangan beban (pajak). Rehabeam mempunyai penasehat-penasehat dari bapanya (penasehat tua) dan penasehat-penasehat muda yang tumbuh bersamanya. Memilih nasehat yang salah akibatnya dahsyat seperti pada Rehabeam ini. Sebab ia memilih nasehat dari penasehat muda yang tumbuh bersama-sama dia 1Raj 12:10, 2Taw 10:14, maka kerajaannya pecah dan 10 suku meninggalkannya dan ini permanen sampai selamanya.
- Ahab raja Israel – 1 Raj. 22:1-40.
- Ahab merasa nasehat Mikha (nabi yang benar) tidak betul, tidak enak dan melemahkan, tetapi nasehat Zedekia (nabi yang tidak benar/Baal) itu yang baik dan menguatkan 1Raj 22:8,11. Ahab pergi menuruti nubuat Zedekia dan mati . Yosafat yang sudah tahu bahwa Mikha yang benar, juga ikut Ahab, ia hampir mati, namun Tuhan masih mengampuni Yosafat yang tergiur melihat Ahab.
- Korah dkk – Bil. 16, & sepuluh pengintai – Bil. 13:25- 14:1-38.
- Mereka ini adalah contoh orang–orang yang tidak mau menerima nasehat yang benar dari Nabi Musa, dan mereka berhasil mendapat dukungan dan persetujuan dari seluruh orang Israel tetapi kemudian semua mati dengan sangat mengerikan.
- Yakub – Kej. 27:6-28:1-10.
- Yakub menurut nasehat ibunya untuk berdusta pada Ishak bapaknya, akibatnya Ribka kehilangan Yakub sampai mati dan Yakub menderita akibatnya, antara lain ditipu oleh mertuanya, Laban – Kejadian 29:25.
- Amazia Raja Yehuda- II Tawarikh 25:1-19
- Di dalam Alkitab ada sebuah kejadian penting yang perlu direnungkan. Yaitu mengenai Amazia, raja Yehuda, yang menolak nasihat dari seorang nabi utusan Tuhan- 2 Taw.25:2. Nasihat tersebut mengenai perbuatan dia yang salah, karena telah mendirikan ilah-ilah orang Syeir dan sujud menyembah (II Taw 25:14-15). Hasil dari penolakannya saat itu berbuah kekalahan sekaligus kematiannya dalam peperangan.
Kesimpulan. Belajarlah Menerima Nasihat dengan bijak. Terlebih nasihat Firman Tuhan. Orang yang bijak selalu terbuka terhadap nasihat. Seringkali nasihat itu sesuatu yang mengoreksi kekurangan atau kelemahan kita, namun beresponlah dengan baik. Sikap terbuka terhadap nasihat membuat kita dapat mengevaluasi diri sehingga dapat bertumbuh lebih maju. Nasihat sering dipakai Tuhan untuk membentuk karakter kita menjadi lebih baik. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!