Selamat Lahir baru di dalam Kristus Yesus untuk yang sudah di Baptis pada tanggal 25 Februari 2018 :

1. Yosua Christiawan Tedja
2. Marcho Oliver Tuwo
3. Andree Septian Jektiono
4. Jose Anthony Sentat
5. Louis Antonio Wijaya
6. Natanael Ramos Parapat
7. Rosita Saleko
8. Richa Firgina S. N. P
9. Yemia Widya Purnama

Mari hadiri Kuliah Umum dengan tema “Benarkah Injil berasal dari Saksi Mata?? (Kajian Kritis tentang Otentisitas Perjanjian Baru)” yang dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Senin-Jumat 19-23 Maret 2018
Waktu : Pk. 17.00-21.30 Wita
Tempat : GBI KelIR Lt.3
Pembicara : Pdt. Dr. Bambang Noorsena SH, M.A.
Biaya Pendaftaran : Rp. 150.000

Untuk Informasi pendaftaran dapat menghubungi Counter GBI KelIR atau Pdp. Hesekiel Siregar (0813 8477 8348) dan Pdp. Dr. Widya Wakid (0821 5233 0794).

Materi S2C  : Selasa, 27 Februari 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Amsal 16:24 & Mazmur 106:32-33

Tema         : Pentingnya Perkataan

PENDAHULUAN. 

“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang“Ams 16:24. Tuhan mempunyai kerinduan bahwa setiap umat-Nya mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dan mengatur perkataannya dengan benar dan baik. Maz.106:32-33 Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata- katanya.

Mari kita belajar dari kesalahan Musa. Musa telah menjadi pahit hati, sehingga ia teledor dengan kata-katanya. Perkataannya dan umat Israel menyebabkan Musa kena celaka. yang membuat dia tidak diijinkan masuk Tanah Perjanjian-Bil.20:2-13 kita harus bertanggung jawab bukan saja atas amarah kita sendiri, tetapi juga atas tindakan kita yang memicu kemarahan orang lain melalui kata-kata. ”Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan”-Ams. 25:11.Ayat tersebut menegaskan betapa pentingnya perkataan.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Mengapa “Perkataan” begitu penting?

  1. Perkataan yang menyenangkan diumpamakan Sarang Madu, manis bagi hati.

Manis tidak berbicara tentang memuji, menjilat, bicara yang manis namun menyakitkan, melainkan kata-kata yang lahir dari kasih yang mencerminkan perhatian atau kepedulian kita pada orang lain. Kata-kata yang menyenangkan juga merupakan kata-kata yang menggembirakan-Ams.17:22a kata-kata yang baik menggembirakan orang dan menyenangkan hati. Berilah ilustrasi!

Mengapa penting untuk menggunakan tutur kata yang menyenangkan?  Karena tutur kata yang patut dan sedap didengar mutlak perlu untuk menciptakan kedamaian. Manis bagi jiwa: memberi manfaat, berguna bagi manusia rohani kita. Baca Yak.1:26; Mat.12:36.

Aplikasi: Ucapkanlah senantiasa perkataan yang menyenangkan sesuai dengan firman Tuhan, sehingga membawa manfaat, berguna bagi diri kita dan orang lain!

 

  1. Perkataan yang menyenangkan diumpamakan Sarang Madu, obat bagi Tulang-tulang.

Perkataan kita, itu dapat “menyehatkan”. Ams.17:22 ayat ini menjelaskan pula bahwa perkataan yang manis bagi hati akan membuat hati menjadi gembira dan sekaligus menjadi obat yang manjur namun ketika perkataan pahit yang diterima hati akan membuat semangatnya patah dan mengeringkan tulang.

Ams12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Seringkali kita tidak menyadari dampak yang terjadi akibat dari perkataan yang keluar dari mulut kita. Setiap perkataan yang diucapkan memiliki kuasa untuk mengubahkan hidup seseorang dari sehat menjadi orang yang sakit dan terluka. Namun sebaliknya, perkataan yang keluar dari mulut orang yang bijak akan mendatangkan kesembuhan bagi orang yang sebelumnya mengalami sakit.

Setiap kita harus memiliki kepekaan tentang orang yang sedang kita ajak bicara. Apabila orang tersebut sedang mengalami suatu kelemahan dan luka, baiklah kita memohon hikmat kepada Tuhan untuk menuntun kita menyampaikan kata-kata berkuasa yang menyenangkan dan dapat memulihkan orang tersebut, bukan perkataan yang hanya akan menambahkan luka baru atau pun luka lama yang semakin dalam-Ams.15:4.

 

Kesimpulan. Melalui perkataan yang keluar dari mulut kita, seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang memberi makna bahwa ucapan kita dapat memulihkan hati dan membawa kesembuhan-Mrk.7:29-30. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Akan diberkati dalam Pernikahan yang Kudus Pasangan Ferdi Atmaja Wong Susilo & Febriana, pada :

Hari Sabtu, 3 Maret 2018
Pk. 11.00 Wita
di KelIR’s Lembuswana Lt.3

Komisi Multimedia membuka kesempatan bagi seluruh jemaat untuk melayani dalam bidang Multimedia (Lcd, Lighting, Video Recording, dll). Di sediakan juga pelatihan bagi yang belum bisa, akan di ajarkan dari dasar hingga bisa masuk ke bidang pelayanan.

Info pendaftaran :
Hub. Dio : 085753451191

Komisi Musik Pujian & Penyembahan, khusus bidang musik membuka kesempatan pelayanan, “Royal Priest Orchestra”. Sebuah kelompok musik ensembel Biola yang dibuka bagi seluruh Jemaat yang rindu dan memiliki bakat bermain biola bahkan anda yang belum memiliki teknik dasar. Anda akan dilatih mulai dasar sampai anda siap bersama team penyembahan untuk melayani dalam ibadah raya minggu. Segera ambil kesempatan melayani Tuhan Persyaratan :

  1. Usia 9-15 tahun (anak-anak)
  2. Usia 16 tahun ke atas (dewasa)
  3. Memiliki komitmen melayani
  4. Memiliki alat musik biola pribadi
  5. Memiliki dasar maupun belum

Untuk Informasi Pendaftaran dapat menghubungi Pdp. Elyasaf (0812 5860 4311), Sdri. Suciati (0852 4677 5285)

Komisi Musik Pujian (KMP) membuka pendaftaran Paduan Suara anak GBI KelIR Samarinda dengan Persyaratan

  • Anak-anak Bersekolah minggu GBI KelIR Samarinda
  • Usia Mulai 8 Tahun s/d 13 Tahun
  • Mengisi formulir pendaftaran yang ditandatangani orang tua.

Pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 31 Maret 2018. Untuk Informasi pendaftaran dapat menghubungi Ibu Agnes (0811 5577 789) atau Sdri. Veronica (0853 3279 7085)

Shalom,

Undangan untuk setiap para Wanita,

Mari bergabung dalam Ibadah Wanita Bethel Indonesia (WBI)

Setiap Hari Rabu Pukul. 15.00 Wita
Bertempat di Lamin Bethany Lt.3 – Ruko Mall Lembuswana Blok F23

Tema : Valentine Day

Dresscode : Dress Pink + Lipstick Pink
*Perayaan ini disertai Perlombaan dan disediakan Hadiah Bagi Pemenang

Ajak Rekan, Kerabat, dan keluarga anda untuk ikut bergabung bersama Ibadah WBI.

Tuan Yesus Memberkati

Untuk Tanggal 14 Februari 2018,
Ibadah WBI mempunyai Tema Acara Valentine.
Dengan Dresscode Pink.

Dan Untuk Tanggal 21 Februari 2018,
Ibadah WBI mempunyai Tema Acara Imlek.
Dengan Dresscode Merah.

Sekolah Tinggi Teologi Bethel Samarinda membuka pendaftaran penerimaan Mahasiswa baru gelombang pertama program S1, S2 dan S3. Pendaftaran gelombang pertama dibuka sampai dengan tanggal 31 Mei 2018.

Untuk informasi dapat menghubungi :
S1 Sarjana Theologi (S.Th) : Merry Santi T:, M.Th (0852 4570 6886)
S1 Sarjana Pendidikan Kristen (S.Pd.K) : Debby Hotmaria Silalahi S.Pd.K (0812 8041 4770)
S2 Master Theologi (M.Th) : Melly Purnamasari S.Pd (0853 4540 2726)
S3 Doktor Theologi (D.Th) : Dr. Widya Wakid (0821 5233 0794)

Materi S2C  : Selasa, 20 Februari 2018       Durasi: 20 Menit

Nats           : Yakobus 3:1-12

Tema         : Kuasa Perkataan

PENDAHULUAN. 

          Penting juga untuk memikirkan apa pengaruh kata-kata kita atas orang lain. Amsal 18:21 tertulis bahwa “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” hal ini menggambarkan dan membuat kita memahami betapa berharganya perkataan, dan betapa kuat dampak perkataan terhadap hidup-mati seseorang.

KALIMAT KUNCI (KAL_KUN):  Kuasa Perkataan?

  1. Perkataan dapat mendatangkan kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Di saat kita terus mengucapkan janji Tuhan, maka kita pasti akan menerima penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Tidak ada yang mustahil, Tuhan sanggup menggenapi janji-janjiNya. Hanya saja seringkali penggenapan janji Tuhan tidak bisa direalisasikan karena ucapan mulut kita yang bertentangan. Saat kita mengalami masalah dalam keuangan, ucapkan bahwa Tuhan pasti akan mencukupkan semua kebutuhan kita. Maka hal inilah yang akan kita alami, bahkan hidup yang berkemenangan. Oleh karenanya, dalam situasi apapun ucapkanlah Firman Tuhan, sebab FirmanNya mengandung janjiNya yang berkuasa. Perkataan iman dapat memberikan kesembuhan atas penyakit yang kita alami. Jadi saat mengalami sakit, ucapkan dengan iman bahwa oleh bilur-bilur Yesus, kita menjadi sembuh.

 

  1. Perkataan kita mendatangkan hal yang baik dan bukan hal yang berbahaya.

Lidah memang merupakan salah satu anggota tubuh yang kecil, tetapi dapat menjadi penyebab kesulitan yang terbesar jika kita salah dalam menggunakannya. Salah menggunakan lidah, maka itu dapat menjadi malapetaka buat kita. Tetapi jika kita benar dalam menggunakan lidah kita, maka itu dapat menyelamatkan banyak orang. Perkataan menjadi barometer atas kehidupan spiritual seseorang; dan mencerminkan apa yang ada di hatinya.

Pengendalian atas lidah diibaratkan seperti pengendalikan pada kekang dan kemudi. Kekang dan kemudi mempunyai kuasa untuk mengarahkan, yang berarti kekang dan kemudi mempengaruhi kehidupan orang lain. Lidah dapat menentukan arah hidup kita, dan karenanya kita harus menggunakannya dengan hati-hati, dengan jalan menggunakan kata-kata yang benar dan membangun. Tetapi jika lidah tidak dikendalikan, keadaannya justru akan menghancurkan sesuatu- Yak.3:5.

Aplikasi : Pergunakan perkataan/lidah kita untuk kemuliaan Tuhan!

 

 

  1. Perkataan kita mendatangkan kehidupan dan bukan kematian.

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.Tuhan Yesus memberi kuasa kepada orang yang diurapiNya untuk melepaskan perkataan yang berkuasa membuat perubahan. Keadaan buruk yang ada di depan mata dapat diubah oleh kuasa perkataan dari Tuhan.

Lidah menentukan kuasa yang mana yang terjadi atas kita. Perkataan dapat mendatangkan kuasa hidup, atau kuasa kematian. Perkataan yang seturut firman mendatangkan kuasa hidup, sebaliknya persungutan dan kata sia-sia akan ditunggangi kuasa kematian. Masalah dan tantangan yang dihadapi dapat diubahkan oleh iman yang diperkatakan. Apa yang kita katakan di hadapan hadirat Tuhan, itu menentukan apa yang kita akan raih-Bil.14:28.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engku akan dihukum-Mat.12: 36-37, 1Pet 3:10


Kesimpulan.Marilah kita terus mengawasi perkataan kita. Sebab perkataan kita memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu mari buanglah perkataan yang sia-sia. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!

Loading...