Materi S2C : Selasa, 07 Juni 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : Markus 10:45
Tema : Memahami Arti Melayani
PENDAHULUAN.
Memasuki bulan Juni kita belajar Pilar 2- Menjadikan Keluarga berprinsip imamat, point ke 2: Keluarga yang melayani dan bukan dilayani.
Melayani itu bukan sekedar aktif dalam kegiatan gereja, atau mau berkorban untuk melakukan tindakan-tindakan sosial. Melayani juga menyangkut hati. Melayani bukan sekedar soal aksi, tetapi juga motivasi. Pelayanan yang tulus karena muncul dari hati hamba – “lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan” – Kolose 3:23 dan itulah pelayanan sejati kepada Tuhan.
Kata melayani dalam bahasa Yunani “diakonia” (diakonein = melayani, diakonos = pelayan). Beberapa orang yang menyalahpahami kata diakonia hanya pelayanan di bidang sosial saja seperti membagi sembako, pengobatan gratis dan lain-lain. Tetapi sebenarnya arti kata diakonia sangat luas. Melayani dapat diartikan setiap apa yang kita pikir, lihat, dengar, katakan, lakukan, motivasi, orientasi kepada Allah. jika yang kita lakukan bukan orientasi Tuhan tentu itu bukan melayani.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Ada Tiga Arti Melayani !
- Melakukan segala sesuatu tanpa beban, sebab melayani bukanlah beban, namun sebuah kehormatan.
- Mengapa demikian : jika kita memahami bahwa kita dipanggil untuk melayani. Maka segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, tanpa mengeluh bahkan tanpa pamrih/imbalan. Yesus memberikan teladan bagi kita bahwa Ia datang untuk dilayani melainkan melayani Mat. 20:28.
- Contoh : Paulus melakukan segala pelayanan dengan sukacita bahkan dengan segenap hati Rom.1:9; Kis.21:13-14
- Melayani merupakan anugerah.
- Petrus menasehatkan bahwa kita dapat melayani karena mendapat kekuatan yang di anugerahkan Allah. 1 Pet 4:11
- Melayani bukan saja mengacu pada hal-hal yang mengenakkan/menyenangkan diri sendiri namun juga hal-hal yang tidak kita suka Kis. 20:19
- Melayani adalah salah satu ungkapan kasih kita kepada Allah.
- Setiap kali kita datang beribadah kepada Tuhan pada hari minggu, artinya kita datang untuk melayani Tuhan.
- Jangan datang kehadirat Tuhan dengan tangan yang hampa. Bawalah seluruh persembahan kita ke hadiratNya. Pelayanan yang kita berikan kepada Tuhan dapat berbentuk : Nyanyian Pujian dan Penyembahan, Doa-doa, Ucapan syukur, Persembahan –persembahan dan lain-lain.
- Oleh karena ibadah itu mengandung pengertian melayani, maka kita harus mendedikasikan hidup kita dengan baik dan benar. Pelayanan yang menyenangkan hati Tuhan adalah pelayanan yang dilakukan sebagai bentuk atau ungkapan kasih kita kepadaNya. Kita memberi kasih kepada Tuhan karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita. 1 Yoh. 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
KESIMPULAN. Arti melayani adalah melakukan segala sesuatu tanpa beban namun sebuah kehormtan, melayani adalah sebuah Anugrah Allah dan melayani adalah bentuk ungkapan kasih kita kepada Allah. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Youth Revolution Samarinda present :
Youth Camp 2016 se INDONESIA!
pendaftar :
1. Mahasiswa 150 K
2. Pekerja 250 K
incld : menginap 3 hari, transfortasi, makan, kaos TRANFORM, dll.
5-7 Juli 2016
Tempat Gor Aji Imbut – Tenggarong
Contact Person:
Nouva – 0852 4678 7838
Nathan – 0812 1234 4828
Deasy – 0813 5080 2998
Enez – 085347568805
line: Etkristi
Buruan daftar, krn tempat terbatas..!!!
#youthvolution #youthcamp #yoursyc2016 #gbikelir
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Materi S2C : Selasa, 31 Mei 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Tes. 4:7; 1 Pet.1:15; 2 Tim. 2:21
Tema : Panggilan untuk Hidup Kudus
PENDAHULUAN.
Jika kemarin kita belajar tentang pentingnya menjaga kekudusan. Masih berkaitan dengan kekudusan. Kita belajar tentang kekudusan kunci dari kehidupan kita. Tuhan selalu mengingatkan akan panggilanNya dalam hidup ini. Bahwa Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus”. (1 Tesalonika 4:7). Apa yang seharusnya menjadi ciri khas kehidupan seorang Kristen? Yakni memenuhi panggilan Tuhan untuk hidup dalam kekudusan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): panggilan untuk Hidup Kudus, belajar dari:
- Yusuf Kejadian 39:1-23
- 39: 9 Komitmen Yusuf: bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah? Diakhir zaman seperti sekarang ini banyak anak anak Tuhan yang jatuh bangun dalam menjaga kekudusan dan kesucian hidupnya. Belajar dari Yusuf yang mampu menjaga kehidupan yang kudus baik secara jasmani maupan rohani.
- Hal apa saja dalam hidup ini yang perlu kita jaga,dan kekudusan yang seperti apa yang ada dalam hidup kita yang harus senantiasa kita jaga:
- Kudus dalam perkataan (Yakobus 3:2)
- Kudus dalam perbuatan (Yakobus 2:14;18)
- Kudus dalam hati (Imamat 19:17)
- Kudus dalam kasih (Imamat 19:18)
- Kudus dalam pikiran (1 Tesalonika 3:13)
- Abraham Kej.12:1-9
- Hidup kudus menuntut kita dipisahkan dari dunia untuk dipersatukan dan semakin lekat kepadaNYA. Seperti halnya Abraham dipisahkan untuk dipakai Tuhan. Membangun suatu umat kepunyaan Allah.
- Apa pentingnya panggilan untuk hidup kudus? supaya membedakan mana umat Allah dan mana yang bukan, menjaga hubungan kita dengan Tuhan / adanya persekutuan yang erat antara kita dengan Tuhan dan untuk menyatakan kekudusan Allah.Banyak godaan dan tantangan diakhir zaman ini jika kita tidak mempunyai iman yang kuat.
- Rasul Paulus
- Paulus berkata bahwa seseorang ditetapkan sebagai “orang kudus” adalah oleh Allah sendiri, oleh kehendak Allah-Roma 1:7, 1 Korintus 1:2. Paulus menyebut kita dengan sebutan “orang-orang kudus,”- Roma 15:31, Roma 16:15, Filipi 1:1; Roma 11:16.
- Bagi setiap orang kristen, “kekudusan hidup” adalah BUKAN sebuah PILIHAN, melainkan “kekudusan hidup” adalah KEHARUSAN untuk dikerjakan.
- “Kekudusan” adalah sesuatu yang harus dikerjakan terus menerus, dalam proses dan usaha yang tidak berhenti. Di dalam “mengerjakan kekudusan” inilah, maka kita sementara mempersembahkan diri kita kepada Allah. Ketika kita terus menerus “mengerjakan kekudusan,” mengalir sebagai gerak hidup kita, maka kita memiliki apa yang disebut “hidup kudus.”
Kesimpulan. Kekudusan itu sebuah proses yang harus kita pertahankan hari lepas hari bukan secara instan.perbaharuilah pola pikir kita dengan selalu memikirkan perkara perkara diatas ( perkara sorga ) dan berdoa supaya Tuhan memampukan kita lewat kuasa Roh KudusNYA yang memimpin kita kedalam seluruh kebenaranNYA. Amin Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Materi S2C : Selasa, 24 Mei 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : Roma 6:15-23
Tema : Pentingnya Menjaga Kekudusan
PENDAHULUAN.
Pilar 2 point pertama ini mengingatkan tentang pentingnya kekudusan. Jika kita memahami materi makna kekudusan minggu lalu: Kekudusan adalah benteng atau tempat untuk berlindung, kekudusan adalah pembuka jalan untuk melihat keajaiban Tuhan, dan kekudusan adalah tanda bahwa kita milik Allah.
Maka kesempatan ini kita belajar pentingnya menjaga kekudusan. Kekudusan bukanlah pilihan, namun hal yang mutlak harus terjadi dalam kehidupan kristiani – 1 Kor. 1:30 kita yang percaya kepada Kristus telah dikuduskan.
Jika kita tidak mau hidup dalam kekudusan berarti menjadi hamba/budak dosa yang berakibat pada kematian – Roma 6:21b. Oleh sebab itu Paulus mengingatkan akibat akhir dari kehidupan dalam dosa, yaitu kematian kekal.
Tidak demikian bagi orang yang mau hidup dalam kekudusan, yang berarti menyerahkan diri sebagai hamba kebenaran yang akan membawa pada pengudusan 1Tes 4:3, 7-8.
Baiklah kita mengenal karakteristik hidup orang yang bebas dari dosa menurut Roma 6:22 adalah menjadi hamba Allah, menghasilkan pengudusan dan berakibat pada kehidupan kekal.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Ada 3 alasan penting mengapa kita harus hidup dalam kekudusan!
- Hidup dalam kekudusan menyenangkan Tuhan.
- 1 Tesalonika 4:1; Roma 12:1-2, kehidupan yang penuh dengan kekudusan sangat menyenangkan Tuhan. Tuhan berkenan kepada orang yang mau menjaga kekudusan.
- Contoh: Tuhan berkenan dengan doa orang-orang Kudus-Wahyu 8:4
- Hidup dalam kekudusan adalah kehendak Allah.
- TUHAN YESUS menghendaki dan menyerukan agar umat-Nya hidup kudus dalam seluruh aspek kehidupan 1 Tesalonika 4:7-8. Karena inilah kehendak Allah 1Tes 4:3: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.
- Jika kita menolak kehendak Allah dengan melanggar kekudusan maka akibat yang tidak baik kita terima – Imamat 22:9; Bil. 20:12.
- Hidup dalam kekudusan adalah panggilan Tuhan
- Sebagai sebuah panggilan dan seruan, maka hidup kudus merupakan kewajiban dan keharusan.
- Karena Tuhan adalah kudus, hendaklah kita menjadi kudus di dalam seluruh hidup kita, sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kita, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus-1 Petrus 1:15-16; Efesus 4:21-24
- Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus 1 Tes. 4:7. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 1 Tes. 4:8
Kesimpulan. Hendaklah kita jangan memandang remeh kekudusan! atau bahkan berusaha untuk menurunkan nilai kekudusan, yang memperbolehkan kita untuk berbuat dosa! Baiklah kita menjaga kekudusan. Di akhir zaman ini, akan berkembang sebuah ajaran bahwa kita tidak perlu menjaga hidup kita tetap kudus, karena Kristus sudah menguduskan kita. Jadi intinya, menyalah gunakan kasih karunia Kristus.
Semua pengajaran yang tidak mengindahkan kekudusan bukanlah berasal dari TUHAN. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Materi S2C : Selasa, 17 Mei 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : Roma 12:1-2
Tema : Makna kekudusan bagi kita
PENDAHULUAN.
Minggu lalu telah kita pelajari dua arti kekudusan yakni dipisahkan dari dunia ini masuk dalam Rencana Allah dan membuang segala dosa yang membuat kita cemar dan kehilangan kemuliaan Allah.
Salah satu definisi kekudusan adalah berada dalam keadaan murni. Dalam bahasa Ibrani, kudus adalah “kadosh” artinya naik lebih tinggi. Dalam bahasa Inggris, definisi kudus adalah “cut above” artinya di atas rata-rata. Tuhan memanggil kita untuk naik ke standar-Nya Tuhan, untuk hidup sebagaimana Dia hidup dan berpiki r sebagaimana Dia berpikir. Inilah panggilan Tuhan bagi gereja-Nya: “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”.
Roma 12:1…Karena itu saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati…
Ketika kita beribadah marilah kita mempersembahkan tubuh kita, sebab ibadah ataupun melayani tidak sembarangan. Kejarlah ibadah yang sejati.
Roma 12:2..jangan menjadi serupa dengan dunia ini… Tidak ada yang bisa kita harapkan dari dunia ini, memang kita ada didunia tapi kita bukan milik dunia. Itu sebabnya selalu diingatkan bahwa kewargaan kita adalah dalam Sorga-Ef. 2:19; Fil 3:20. Tujuan kita berada dirumah Tuhan adalah menyenangkan Tuhan, bukan manusia.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Makna/arti kekudusan bagi kita:
- Kekudusan adalah benteng buat kita. Kekudusan adalah tempat untuk berlindung – Daniel 11:31-32; 12:10
- Iblis berusaha merusak tempat kudus yaitu diri kita sendiri. Namun umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan bertindak.
- Daniel hidup dalam kekudusan, itu sebabnya ketika dia dimasukkan dalam gua singa, Tuhan membela Daniel.
Dalam dunia ini, Kekudusan adalah benteng pertahanan kita, sehingga kita mampu melawan godaan apapun.
- Kekudusan adalah pembuka jalan untuk melihat Keajaiban Tuhan – Yosua 3:5.
- Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan untuk kita selalu hidup kudus sehingga segala hal yang kita inginkan Tuhan nyatakan.
- Hanya melalui kekudusan Tuhan melakukan perbuatan ajaib. Bahkan Musa pun mengakuinya – Kel. 15:11.
- Kekudusan adalah tanda bahwa kita Milik Allah – Ulangan 7:6; Imamat 20:26
- Kekudusan menjadi tanda/ciri bagi orang-orang yang percaya bahwa mereka adalah umat kesayangan Allah / umat kepunyaan Allah – 1 Petrus 2:9; 1 Kor 6:11, 19; Ef. 1:4 & 14; Ef 2:19.
- Melalui kekudusan kita bisa melihat Allah – Ibrani 12:14
Damai itu datang dari usaha kita, dan kekudusan itu harus dikejar sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun bisa melihat Allah.
Kesimpulan. Tinggalkan cara hidup yang lama sebab semuanya sia-sia, hiduplah dalam kekudusan seperti Yesus, maka kita pun memiliki karakter dan sifat Kristus. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Materi S2C : Selasa, 10 Mei 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : 1 Petrus 1:14-16
Tema : Arti Kekudusan
PENDAHULUAN.
Selasa ini kita akan belajar Pilar 2 – Keluarga berprinsip Imamat point pertama–KELUARGA YANG HIDUP DALAM KEKUDUSAN.
Pilar II Keluarga Imamat Rajani yang membawa pola Keluarga dengan prinsip Imamat mencakup nilai-nilai tentang kehidupan keluarga yang didasarkan pada prinsip Imamat. Hal-hal tersebut antara lain harus hidup dalam kekudusan, benar, tak bercacat dalam segala hal, hidup dalam hadirat Allah dan bagian-bagian lain yang merupakan prinsip hidup imam.
Intisari Pilar II ini menyatakan bahwa dalam membangun keluarga Kristen, harus membawa nilai-nilai keimamatan dalam Alkitab sebagai salah satu prinsipnya, karena kita semua adalah imam di hadapan Allah (I Pet 2:9).
Seorang pribadi yang merupakan pilihan Tuhan, yang hidup dalam kekudusan dan kebenaran akan memiliki kualitas keluarga yang berbeda dengan keluarga-keluarga pada umumnya. Ketika masing-masing anggota keluarga hidup dalam prinsip Imamat, membangun keluarganya maka akan lahir generasi yang luar biasa di masa yang akan datang.
Dalam ayat di atas tertulis bahwa kita harus hidup kudus di dalam seluruh hidup kita sama seperti Tuhan kita juga kudus. Kita harus buang segala macam kenajisan-kenajisan, dosa-dosa, kecemaran-kecemaran seperti menonton video porno, seks bebas, berzinah, selingkuh, suka mencuri, berbohong, merokok, mabuk-mabukkan, memaki, mengumpat, suka bertengkar, dan lain-lain.
Segala macam kefasikan-kefasikan ini harus segera kita buang jauh-jauh. Hal-hal di atas jelas merupakan perbuatan-perbuatan kedagingan.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Memahami Arti Kekudusan ?
- Pertama, kekudusan berarti “terpisah/dipisahkan.” Im. 20:26
- Orang percaya telah dipisahkan Tuhan dari dosa. Karena itu, mereka telah berbeda sekali dengan orang-orang dunia yang berdosa-Rom12:1-2
- Mengapa kita harus hidup kudus/dipisahkan dari dunia:
a). Hidup kudus merupakan panggilan Allah bagi kita. Karena Allah itu kudus 1 Pet.1:15, oleh sebab itu kita juga harus hidup kudus. Orang yang hidup kudus adalah orang-orang yang selalu menjalankan hidupnya dengan mengenakan pikiran dan perasaan Kristus, serta menyerahkan seluruh kehendak diri dalam kedaulatan Allah sepenuhnya.
b). Hidup kudus merupakan bukti bahwa kita milik Allah. Setelah kita dibenarkan didalam Kristus, maka kita sepenuhnya menjadi milik Allah. Jadi tidak alasan lagi bagi setiap orang percaya untuk tidak hidup kudus, kecuali kalau ia tidak ingin mendapat bagian dalam kemuliaan Allah.
- Kedua, Kekudusan berarti “tidak ada kejahatan/dosa.”
- Orang percaya tidak lagi berada dalam belenggu dosa dan sekarang telah dimampukan untuk hidup dalam kebenaran Tuhan.
- Mengapa kita diminta untuk hidup kudus/meninggalkan kejahatan? 2 Tim 2:19, Ibrani 12:14; 1 Tes 4:7.
- Pentingnya hidup kudus ! mereka yang tidak kudus akan dihukum (Why 22: 11-12).
KESIMPULAN. Dua arti kekudusan hendaknya kita pahami dimana kita telah dipisahkan dari dunia ini masuk dalam Rencana Allah dan membuang segala dosa yang membuat kita cemar dan kehilangan kemuliaan Allah. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Materi S2C : Selasa, 03 Mei 2016 Durasi: 20 Menit
Nats : Galatia 5:13-15
Tema : Sikap memberi dukungan positif
PENDAHULUAN.
Pilar 1 – Keluarga yang berpola keluarga Allah point ke- kesembilan – Saling memberi dukungan yang positif. Sebagai penutup pembelajaran dari pilar pertama ini tidak k alah penting yaitu bagaimana kita mampu menjadi pendukung bagi keberhasilan orang lain.
Lidah terbukti membawa seseorang kepada keberhasilan ataupun sebaliknya mengalami kegagalan atau kehancuran. Pada ayat di atas, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Galatia untuk mewaspadai agar jangan saling “menggigit” ataupun “menelan”, hal itu diawali dengan mengingatkan jemaat untuk mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri seperti yang diajarkan Firman Tuhan.
Tentunya menggigit dan menelan disini tidak dalam arti harfiah, Rasul Paulus menjelaskan maksudnya di ayat 16, yaitu agar jemaat tidak hidup mengikuti keinginan daging. Keinginan daging atau hawa nafsu pada akhirnya membuat seseorang menjadi egois, sehingga ia bisa mengorbankan orang lain untuk mencapai tujuannya, inilah yang disebut saling menggigit dan menelan.Hal ini bertentangan dengan prinsip kasih yang Tuhan ajarkan. Kasih membuat seseorang mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang lain, seperti yang telah diteladankan Yesus Kristus.
KALIMAT KUNCI (KAL_KUN): Bagaimana cara memberi dukungan positif ?
- Menyadari salah satu panggilan hidup kita adalah memberi dukungan positif bagi orang lain – 1 Pet 3:9.
- Tuhan memperingatkan kita untuk mewaspadai diri sendiri, musuh yang tidak terlihat dan seringkali tidak kita sadari keberadaannya itu. Tuhan mengingatkan kita agar jangan dikuasai oleh keinginan daging dan hawa nafsu, karena pada akhirnya hal itu akan membuat kita berlaku seperti hewan yang saling menggigit dan menelan dan tidak lagi memiliki kasih kepada sesama.
- Panggilan orang percaya bukan mencaci/mencela -1 Pet 3:9 melainkan untuk memberkati orang dengan perkataan kita, karena dengan demikianlah dunia dapat mengenal Yesus Kristus hidup di dalam kita serta bagi kita sendiri menerima berkat.
- Gunakanlah mulut kita hanya perkataan yang positif/membangun-Ams.16:24.
- Sesuatu yang kita katakan akan memengaruhi orang lain- 12:18. Namun, yang mungkin sering kita lupakan adalah pengaruh kata-kata kita yang sembrono bagi diri kita sendiri – Pengkhotbah 5:5. Pada waktu kita membicarakan orang lain, atau ketika kita memfitnah orang lain, kata-kata kita mulai menjatuhkan kita, sebab kita memuaskan pikiran jahat yang ada di dalam kita dan memupuknya sampai kata-kata itu meruntuhkan kita.
- Sebaliknya, apabila kita menjaga bibir kita, kita mematahkan pikiran jahat itu.”Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan,” – 12:18; 16:24.
- Daud menyadari bahwa ia tidak dapat berkuasa menjinakkan lidah, oleh sebab itu ia berdoa kepada Allah untuk “mengawasi” mulut dan “berjaga pada pintu” bibir (141:3).
- Kiranya kata-kata kita meningkatkan kualitas hidup kita, bukan merusak atau meruntuhkannya. Sepatah kata dari mulut kita berbicara banyak tentang hati kita.
KESIMPULAN. Memberi dukungan positif dapat dimulai dari diri kita dengan menyadari panggilan kita untuk memberkati orang lain dengan perkataan yang membangun. Dan hal ini berdampak bukan saja diri sendiri namun juga orang-orang disekitar kita. Amin. Berilah ilustrasi/kesaksian untuk aplikasi!
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Gereja GBI Keluarga Imamat Rajani Surabaya
Pada Tanggal 20 Maret 2016
Akan membuka cabang di daerah Surabaya Yang Bertempat di
XXI Lounge – Ciputra World – Surabaya
Dengan Jadwal Ibadah Sebagai Berikut.
Ibadah Raya 1 – 10.00 WIB
Ibadah Raya 2 – 12.00 WIB
Ibadah Raya 3 – 17.00 WIB (Komp. Ruko Rungkut Mega Raya Blok. M. No. 29-32 – Surabaya)
Ajaklah rekan atau keluarga anda sekalian yang berada di sekitar wilayah Surabaya, untuk hadir dalam ibadah ini.
Bersama-sama kita memuliakan Tuhan, Biar hanya nama Tuhan saja yang di tinggikan selalu.
Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Kita Yesus Kristus.
Terima Kasih.
Tuhan Yesus Memberkati.
Contact :
Sdri. Siwi (0821 3182 9948)
Ibu Meilan (087852640342)
Sekre Gereja (031 – 8720339)
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Shalom Jemaat yang di Kasihi Tuhan,
Diberitahukan Mulai Bulan Maret 2016 pada Minggu pertama.
GBI Keluarga Imamat Rajani Lembuswana – Samarinda
Yang beralamat di Jln. Letjend. S. Parman, Komp. Mall Lembuswana Blok F-23 Samarinda – Kaltim
Mengalami perubahan jadwal Ibadah Raya Minggu, yang di atur pelaksanaannya sebagai berikut :
Ibadah Raya 1 – 06.00 Wita
Ibadah Raya 2 – 08.00 Wita
Ibadah Raya 3 – 10.00 Wita
Ibadah Raya 4 – 12.00 Wita
Ibadah Raya 5 – 16.00 Wita
Ibadah Raya 6 – 18.00 Wita
Ibadah Raya 7 – 20.00 Wita
Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi sekretariat Gereja
di Nomor : (0541) 732587, 749449
Terima Kasih.
Tuhan Yesus Memberkati.
[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Listen to Post”]
Royal Conference
Samarinda – Kalimantan Timur
Jadwal Kegiatan
1. Ibadah Kebangunan Rohani & Perayaan HUT GBI KelIR
Tanggal : 14 – 15 April 2016
Waktu : Pk. 18.00 Wita
Tempat : Gedung KelIR’s House – Jl. Gerilya – Samarinda
Pembicara : Rev. Dr. Samson Dabbas – Nigeria
Featuring :
– Citra Scholastica
– Sammy Simorangkir
2. Session 1 (Kingdom Business)
Tanggal : 15 April 2016
Waktu : Pk. 08.00 – 12.00 Wita
Tempat : Lamin Bethany Lt. 3, Komp. Mall Lembuswana F-23
Pembicara : Bapak Yongky Susilo (Executive Director AC Nielsen Indonesia)
3. Session 2 (Prinsip Pelayanan)
Tanggal : 15 April 2016
Waktu : Pk. 12.30 – 16.00 Wita
Tempat : Lamin Bethany Lt. 3, Komp. Mall Lembuswana F-23
Pembicara : Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, M. Th
(Ketua Teologia dan Pendidikan di BPH GBI se-dunia)
4. Session 2 (Keluarga)
Tanggal : 16 April 2016
Waktu : Pk. 08.00 – 11.00 Wita
Tempat : Lamin Bethany Lt. 3, Komp. Mall Lembuswana F-23
Pembicara : Pdt. Dr. King Anderonikus Rorong, D.Min, D.Th
(Senior Pastor GBI Keluarga Imamat Rajani)
Pendaftaran Terakhir : 1 April 2016 (untuk luar samarinda)
Biaya Pendaftaran : Rp. 100.000,-
*Include Akomodasi & Penjemputan Khusus daerah luar samarinda.
(Biaya Ticket kedatangan dan pulang ditanggung peserta)
Informasi Pendaftaran
Sumatera & Kalimantan : 0813-5042-4230
Jawa & Manado : 0812-1548-0005
Umum : 0812-9629-7542
Formulir Pendaftaran : Bisa didapatkan di GBI KelIR terdekat
atau daftar Online DISINI
Informasi Selanjutnya :
Website : www.gbikelir.org
Email : royalconference2016@gmail.com
Facebook : GBI Jemaat Keluarga Imamat Rajani
IG : @gbikelirsmd